Senin, 28 April 2008

Kehidupan adalah Keragaman


Oleh : Teguh Rachmanto[1]

What has religion really done for the good? ( apa yang telah dilakukan agama demi kebaikan ? ) Ungkapan provokatif ini disampaikan Omar Khan dalam bukunya Synergy Channeling The Energies of Transformation yang mengacu pada banyaknya kekerasan yang dilakukan atas nama agama.

Dalam hal ini Indonesia mempunyai daftar panjang kekerasan yang melibatkan sentimen agama. Pasca pelepasan Timor Timur dari Indonesia kerusuhan besar. Hampir 20 % populasi terbunuh, ribuan umat Islam terusir dari tempat tinggal mereka. Semenjak 1999 Ambon yang selama ini relative tenang juga membara akibat kobaran konflik umat Islam dan warga Krstiani.Kejadian serupa juga terjadi di Halmahera, Sampit, dan Poso. Semua wilayah ibarat tumpukan jerami di tengah panas matahari yang sewaktu-waktu akan terbakar dan menghanguskan apa saja di sekelilingnya.

Penyebab utama dari gejolak massa kadang-kala sulit ditentukan. Seringkali merupakan campuran antara kepentingan politik, perbedaan tingkat ekonomi, asal-asul etnik, perbedaan agama dan lain-lain. Hal ini diperparah dengan pemberitaan media yang tidak mengidentifikasi secara tepat penyebab terjadinya konflik, sekalipun ada kemungkinan bahwa agama menjadi penyebab utamanya.

Ada sebuah paradoks yang selalu berputar-putar di dalam kesadaran kita sebagai umat beriman : Kalau semua agama, aliran kepercayaan, sekte-sekte, dan kelompok ritual senantiasa mengajarkan kebaikan, mempromosikan cinta dan meninggikan kemanusiaan lalu kenapa kekerasan masih saja terjadi diantara mereka ?

Kiranya ”fanatisme buta”lah yang menjadi pokok penyebab kelompok yang satu melakukan kekerasan atas kelompok lain, menyingkirkan kelompok yang lain dengan pemberian atribut abangan, kafir, sekuler, sesat, dan sejenisnya. Padahal fanatisme selalu kaku jika dihadapkan pada realitas keragaman yang ada. Sebabnya mudah dikenali bahwa dalam fanatisme buta orang mengira hanya ada satu kebenaran mutlak ( whole-truth ) yang boleh diyakini, selain itu bisa dianggap sebagai lawan. Keanekaragaman harus dibasmi, pluralisme dianggap tidak perlu, konyol dan menjengkelkan. Kebenaran seolah tinggal pakai, dengan mengabaikan ”proses” sebagai keniscayaan. Padahal dengan cara itu, kebenaran hanya merupakan produk dari luar yang dipaksakan tanpa pencarian dari dalam.

Jauh-jauh hari Alfred North Whitehead pernah mengingatkan kita bahwa dalam kehidupan di dunia ini tidak ada kebenaran mutlak ( whole-truth); semua kebenaran adalah separo kebenaran ( half-truths ). System nilai, system ritual, system pemikiran maupun system kelembagaan yang dianut satu kelompok mungkin berbeda dengan kelompok yang lain. Dan perbedaan itu tidak mungkin dapat dihindari lagi. Jangankan perbedaan antara system kepercayaan Islam dan Kristen, misalnya, diantara umat Islam sendiripun tak luput dari perbedaan. Rasulullah juga pernah mengingatkan umatnya agar melihat perbedaan lebih sebagai rahmah, sebagai bentuk kasih sayang Allah pada hamba-Nya, dibandingkan sebagai alasan pembenar terjadinya kekerasan satu sama lain.

Kasus penyerangan kantor PB.Ahmadiyah beberapa saat yang lalu menarik untuk disimak kembali. Ketika sebagian umat Islam melakukan aksi brutal sebagai bentuk penolakan atas faham Ahmadiyah tidak serta merta membuat seluruh pengikut Ahmadiyah “bertaubat”. Sebab keyakinan mereka bahwa ajaran yang dianutnya benar sama besarnya dengan keyakinan umat Islam lain yang menganggap bahwa ajaran Ahmadiyah itu sesat. Dalam ilmu vector dijelaskan bahwa apabila ada dua gaya yang mempunyai besar sama namun berlawanan arah (similiar in magnitude but opposite in direction ) jika dijumlahkan maka resultant gayanya sama dengan nol. Artinya jika terdapat dua pihak yang sama-sama yakin akan kebenaran masing-masing namun berbeda paham jika keduanya “ngotot” dan “menyesatkan” ajaran yang lain maka yang terjadi adalah perselisihan tak berujung, hasilnya adalah NOL. Sehingga mereka yang coba memperlakukan fahamnya sebagai kebenaran mutlak (whole-truth ) itulah yang berperan sebagai syaitan. Bukankah tindakan menyerang, merusak gedung, membakar buku-buku perpustakaan, melakukan sweeping, tidak pantas dilakukan oleh manusia beriman?

Richard Brodie dalam bukunya Virus of The Mind mengungkap bahwa salah satu perangkap terbesar dalam hidup ini adalah berkutat memecahkan hal-hal yang dianggap persoalan ( perceived problem ) dan mengabaikan persoalan yang lebih mendesak. Dan perangkap tersebut adalah keinginan untuk mencari Kebenaran Mutlak. Disebutkan olehnya bahwa mencari Kebenaran Mutlak tak ubahnya seperti menjawab pertanyaan tak bermakna terbesar (the biggest meaningless problem). Selama kita mengalami kecenderungan tersebut kita akan menjadi santapan buku-buku rohani terlaris, sekte-sekte, aliran-aliran kepercayaan baru, kelompok-kelompok ritual yang makin hari makin bertambah banyak jumlahnya. Padahal hari ini kita semua menghadapi krisis energi, mahalnya biaya pendidikan, bahaya korupsi yang semakin akut dan seonggok problem penting lainnya yang berada tepat di depan kepala kita.

Fanatisme buta memalingkan setiap pemeluk agama dari tugas sucinya sebagai khalifah di muka bumi dan menjadi rahmat bagi seluruh alam. Selain itu fanatisme buta telah memperangkap pemeluknya untuk lebih memecahkan hal-hal yang dianggap pesoalan dibanding menjawab tantangan-tantangan yang lebih mendesak. Keduanya saling berhubungan karena kualitas kita sebagai khalifah di muka bumi ini ditentukan oleh kemampuan kita dalam menjawab setiap detil problem kemanusiaan yang dihadapi. Bagaimana mungkin agama menjadi rahmat jika pengikutnya masih terbelenggu dalam kemiskinan, kebodohan, keterbelakangan, bahkan masih melakukan tindak kekerasan yang mengatasnamakan agama itu sendiri ?

Pada titik inilah pentingnya saling mengenal dan saling menghormati perbedaan satu sama lain. Sayangnya, meskipun dalam kurikulum pendidikan formal dan nonformal secara teoretis kita diajarkan untuk menghormati perbedaan pendapat, tetapi secara praksis ternyata menghormati pendapat bukanlah perkara gampang. Dalam kenyataannya, beberapa kelompok orang menganggap merekalah yang paling berhak menempati predikat ”benar” dalam menafsirkan agama ( baca: Tuhan ), bahkan menjadi kebenaran itu sendiri. tuggut harga diri kmanusiaan diatas klaim kebenaran dan keselamatan atas kelompok tertentuSatu hal yang bisa diharapkan hanyalah kemerdekaan yang bisa dinikmati semua manusia tanpa terkecuali. Diantaranya adalah kemerdekaan untuk berargumentasi, menjelaskan yang bijak dari yang sesat, dari siapapapun kebenaran itu datang. Saat itulah kita menikmati kedewasaan beragama dalam keragaman. Life is plurality, death is uniformity. Kehidupan adalah keragaman. Hanya kematian sajalah yang seragam. Mereka yang menginginkan keseragaman hanyalah mereka yang menginginkan kematian bukan kehidupan yang lebih baik.


CURRICULUM VITAE

Nama : Teguh Rachmanto

Usia : 25 tahun

Alamat : Bratang Gede VI i no 59 Surabaya

Alamat email : teguh_r@asiamail.com

Telp : 0818308723

Status : Mahasiswa Fakultas Teknologi Kelautan

Jurusan Teknik Perkapalan ITS

No rekening : Bank BNI 056007562053901 a/n : Ahmad Muhyiddin

Aktivitas Organisasi :

  • PMII Komisariat Sepuluh Nopember
  • Staf Capacity Building di Ins@n ( Institut Studi dan Aksi Kemanusiaan ). Sebuah

LSM yang bergerak di bidang pendidikan. Ins@n selama ini aktif memberikan bea studi bagi siswa tak mampu dan mengadakan pelatihan-pelatihan penunjang pendidikan. Sekarang sedang mengelola perpustakaan komunitas, PUSPITA, yang berbasis di daerah Gunung Anyar, Surabaya.

Surabaya, 28 Juli 2005

Salam Perkenalan

Teguh Rachmanto



[1] Penulis adalah mahasiswa Fakultas Teknologi Kelautan -ITS.

I LOVE U MOM ....!!!

Waktu kamu berumur 1 tahun , dia menyuapi dan memandikanmu .... sebagai balasannya ... kau menangis sepanjang malam.

Waktu kamu berumur 2 tahun , dia mengajarimu bagaimana cara berjalan . sebagai balasannya ... kamu kabur waktu dia memanggilmu

Waktu kamu berumur 3 tahun , dia memasak semua makananmu dengan kasih sayang .. sebagai balasannya ... kamu buang piring berisi makananmu ke lantai

kamu berumur 4 tahun, dia memberimu pensil warna ... sebagai balasannya .. kamu corat coret tembok rumah dan meja makan

Waktu kamu berumur 5 tahun, dia membelikanmu baju-baju mahal dan indah..sebagai balasannya ... kamu memakainya bermain di kubangan lumpur

Waktu berumur 6 tahun, dia mengantarmu pergi ke sekolah ... sebagai
balasannya ... kamu berteriak "NGGAK MAU ...!"

Waktu berumur 7 tahun, dia membelikanmu bola .... sebagai balasannya .kamu melemparkan bola ke jendela tetangga

Waktu berumur 8 tahun, dia memberimu es krim ... sebagai balasannya.. .kamu tumpahkan dan mengotori seluruh bajumu

Waktu kamu berumur 9 tahun , dia membayar mahal untuk kursus-kursusmu .sebagai balasannya ... kamu sering bolos dan sama sekali nggak mau belajar

Waktu kamu berumur 10 tahun, dia mengantarmu kemana saja, dari kolam renang sampai pesta ulang tahun ... sebagai balasannya .... kamu melompat keluar mobil tanpa memberi salam

Waktu kamu berumur 11 tahun, dia mengantar kamu dan temen-temen kamu kebioskop .. sebagai balasannya ... kamu minta dia duduk di barisan lain

Waktu kamu berumur 12 tahun, dia melarangmu melihat acara tv khusus untuk orang dewasa ... sebagai balasannya .... kamu tunggu sampai dia keluar rumah

Waktu kamu berumur 13 tahun, dia menyarankanmu untuk memotong rambut karena sudah waktunya .sebagai balasannya.. kamu bilang dia tidak tahu mode

Waktu kamu berumur 14 tahun, dia membayar biaya untuk kemahmu selama liburan .. sebagai balasannya ... kamu nggak pernah menelponnya.

aktu kamu berumur 15 tahun, pulang kerja dia ingin memelukmu ...
sebagai balasannya ... kamu kunci pintu kamarmu

Waktu kamu berumur 16 tahun, dia mengajari kamu mengemudi mobil ...sebagai balasannya ... kamu pakai mobilnya setiap ada kesempatan tanpa mempedulikan kepentingannya

Waktu kamu berumur 17 tahun, dia sedang menunggu telpon yang penting .. sebagai balasannya ... kamu pakai telpon nonstop semalaman,

waktu kamu berumur 18 tahun, dia menangis terharu ketika kamu lulus SMA.. sebagai balasannya ... kamu berpesta dengan teman-temanmu sampai pagi

Waktu kamu berumur 19 tahun, dia membayar semua kuliahmu dan mengantarmu ke kampus pada hari pertama ... sebagai balasannya ... kamu minta diturunkan jauh dari pintu gerbang biar nggak malu sama temen-temen.

Waktu kamu berumur 20 tahun, dia bertanya "Darimana saja seharian ini?".. sebagai balasannya ... kamu menjawab "Ah, cerewet amat sih, pengen tahu urusan orang."

Waktu kamu berumur 21 tahun, dia menyarankanmu satu pekerjaan bagus untuk karier masa depanmu ... sebagai balasannya ... kamu bilang "Aku nggak mau seperti kamu."

Waktu kamu berumur 22 tahun, dia memelukmu dan haru waktu kamu lulus perguruan tinggi .. sebagai balasanmu ... kamu nanya kapan kamu bisa main ke luar negeri

Waktu kamu berumur 23 tahun, dia membelikanmu 1 set furniture untuk rumah barumu ... sebagai balasannya ... kamu ceritain ke temanmu betapa jeleknya furniture itu

Waktu kamu berumur 24 tahun, dia bertemu dengan tunanganmu dan bertanya tentang rencana di masa depan ... sebagai balasannya .. kamu mengeluh "Aduh gimana sih kok bertanya seperti itu."

Waktu kamu berumur 25 tahun, dia membantumu membiayai pernikahanmu .. sebagai balasannya ... kamu pindah ke kota lain yang jaraknya lebih dari 500 km.

Waktu kamu berumur 30 tahun, dia memberimu nasehat bagaimana merawat bayimu ... sebagai balasannya ... kamu katakan "Sekarang jamannya sudah beda."

Waktu kamu berumur 40 tahun , dia menelponmu untuk memberitahu pesta salah satu saudara dekatmu .. sebagai balasannya kamu jawab "Aku sibuk sekali, nggak ada waktu."

Waktu kamu berumur 50 tahun, dia sakit-sakitan sehingga memerlukan perawatanmu ... sebagai balasannya ... kamu baca tentang pengaruh negatif orang tua yang numpang tinggal di rumah anaknya

dan hingga SUATU HARI, dia meninggal dengan tenang ... dan tiba-tiba kamu
teringat semua yang belum pernah kamu lakukan, ... dan itu menghantam
HATIMU bagaikan pukulan godam

MAKA ..
JIKA ORANGTUAMU MASIH ADA .. BERIKANLAH KASIH SAYANG DAN PERHATIAN LEBIH DARI YANG PERNAH KAMU BERIKAN SELAMA INI
JIKA ORA NG TUAMU SUDAH TIADA ... INGATLAH KASIH SAYANG DAN CINTANYA YANG TELAH DIBERIKANNYA DENGAN TULUS TANPA SYARAT KEPADAMU

Ibunda, Kenapa Engkau Menangis

Suatu ketika, ada seorang anak laki-laki yang bertanya kepada ibunya.
"Ibu, mengapa Ibu menangis?". Ibunya menjawab, "Sebab, Ibu adalah seorang
wanita, Nak". "Aku tak mengerti" kata si anak lagi. Ibunya hanya tersenyum
dan memeluknya erat. "Nak, kamu memang tak akan pernah mengerti...."

Kemudian, anak itu bertanya pada ayahnya. "Ayah, mengapa Ibu menangis?
Sepertinya Ibu menangis tanpa ada sebab yang jelas?"Sang ayah menjawab,
"Semua wanita memang menangis tanpa ada alasan". Hanya itu jawaban yang
bisa diberikan ayahnya.
Lama kemudian, si anak itu tumbuh menjadi remaja dan tetap bertanya-tanya,
mengapa wanita menangis.

Pada suatu malam, ia bermimpi dan bertanya kepada Tuhan."Ya Allah, mengapa
wanita mudah sekali menangis?"Dalam mimpinya, Tuhan menjawab,"Saat
Kuciptakan wanita, Aku membuatnya menjadi sangat utama.Kuciptakan bahunya,
agar mampu menahan seluruh beban dunia dan isinya, walaupun juga, bahu itu
harus cukup nyaman danlembut untuk menahan kepala bayi yang sedang
tertidur.

Kuberikan wanita kekuatan untuk dapat melahirkan, danmengeluarkan bayi
dari rahimnya, walau, seringkali pula, ia kerap berulangkali menerima
cerca dari anaknya itu.

Kuberikan keperkasaan, yang akan membuatnya tetap bertahan, pantang
menyerah, saat semua orang sudah putus asa.

Pada wanita, Kuberikan kesabaran, untuk merawat keluarganya, walau letih,
walau sakit, walau lelah, tanpa berkeluh kesah.

Kuberikan wanita, perasaan peka dan kasih sayang, untuk mencintai semua
anaknya, dalam kondisi apapun, dan dalam situasi apapun. Walau, tak jarang
anak-anaknya itu melukai perasaannya, melukai hatinya. Perasaan ini pula
yang akan memberikan kehangatan pada
bayi-bayi yang terkantuk menahan lelap. Sentuhan inilah yang akan
memberikan kenyamanan saat didekap dengan lembut olehnya.

Kuberikan wanita kekuatan untuk membimbing suaminya, melalui masa-masa
sulit, dan enjadi pelindung baginya. Sebab, bukankah tulang rusuklah yang
melindungi setiap hati dan
jantung agar tak terkoyak?Kuberikan kepadanya kebijaksanaan, dan kemampuan
untuk
memberikan pengertian dan menyadarkan, bahwa suami yang baik adalah yang
tak pernah melukai istrinya. Walau, seringkali pula, kebijaksanaan itu
akan menguji setiap kesetiaan yang
diberikan kepada suami, agar tetap berdiri, sejajar, saling melengkapi,
dan saling menyayangi.

Dan, akhirnya, Kuberikan ia air mata agar dapat mencurahkanperasaannya.
Inilah yang khusus Kuberikan kepada wanita, agar dapat digunakan kapanpun
ia inginkan. Hanya inilah kelemahan yang dimiliki wanita, walaupun
sebenarnya, air mata ini adalah air mata kehidupan".

Oleh karena itu sobat, dekatkanlah diri kita pada sang Ibu kalau beliau
masih hidup dan selalu doakanlah Beliau jika mungkin sudah tiada...

Rhasia Kecil Kehidupan

Rahasia kebahagiaan adalah memusatkan perhatian pada kebaikan dalam diri
orang lain. Sebab, hidup bagaikan lukisan: Untuk melihat keindahan lukisan
yang terbaik sekalipun, lihatlah di bawah sinar yang terang, bukan di
tempat yang tertutup dan gelap sama halnya sebuah gudang.



Rahasia kebahagiaan adalah tidak menghindari kesulitan. Dengan memanjat
bukit, bukan meluncurinya, kaki seseorang tumbuh menjadi kuat.



Rahasia kebahagiaan adalah melakukan segala sesuatu bagi orang lain. Air
yang tak mengalir tidak berkembang. Namun, air yang mengalir dengan bebas
selalu segar dan jernih.



Rahasia kebahagiaan adalah belajar dari orang lain, dan bukan mencoba
mengajari mereka. Semakin Anda menunjukkan seberapa banyak Anda tahu,
semakin orang lain akan mencoba menemukan kekurangan dalam pengetahuan
Anda. Mengapa bebek disebut "bodoh"? Karena terlalu banyak bercuap-cuap.



Rahasia kebahagiaan adalah kebaikan hati: memandang orang lain sebagai
anggota keluarga besar Anda. Sebab, setiap ciptaan adalah milik Anda. Kita
semua adalah ciptaan Tuhan yang satu.



Rahasia kebahagiaan adalah tertawa bersama orang lain, sebagai sahabat,
dan bukan menertawakan mereka, sebagai hakim.



Rahasia kebahagiaan adalah tidak sombong. Bila Anda menganggap mereka
penting, Anda akan memiliki sahabat ke manapun Anda pergi. Ingatlah bahwa
musang yang paling besar akan mengeluarkan bau yang paling menyengat.



Kebahagiaan datang kepada mereka yang memberikan cintanya secara bebas,
yang tidak meminta orang lain mencintai mereka terlebih dahulu. Bermurah
hatilah seperti mentari yang memancarkan sinarnya tanpa terlebih dahulu
bertanya apakah orang-orang patut menerima kehangatannya.



Kebahagiaan berarti menerima apapun yang datang, dan selalu mengatakan
kepada diri sendiri "Aku bebas dalam diriku".



Kebahagiaan berarti membuat orang lain bahagia. Padang rumput yang penuh
bunga membutuhkan pohon-pohon di sekelilingnya, bukan bangunan-bangunan
beton yang kaku. Kelilingilah padang hidup Anda dengan kebahagiaan.



Kebahagiaan berasal dari menerima orang lain sebagaimana adanya; nyatanya
menginginkan mereka bukan sebagaimana adanya. Betapa akan membosankan
hidup ini jika setiap orang sama. Bukankah taman pun akan tampak janggal
bila semua bunganya berwarna ungu?



Rahasia kebahagiaan adalah menjaga agar hati Anda terbuka bagi orang lain,
dan bagi pengalaman-pengalaman hidup. Hati laksana pintu sebuah rumah.
Cahaya matahari hanya dapat masuk bilamana pintu rumah itu terbuka lebar.



Rahasia kebahagiaan adalah memahami bahwa persahabatan jauh lebih berharga
daripada barang; lebih berharga daripada mengurusi urusan sendiri; lebih
berharga daripada bersikukuh pada kebenaran dalam perkara-perkara! yang
tidak prinsipiil.



Renungkan setiap rahasia yang ada di dalamnya.

Rasakan apa yang dikatakannya.

Pelajaran Hati

Jangan tertarik kepada seseorang karena parasnya, sebab keelokan paras
dapat menyesatkan.?Jangan pula tertarik kepada kekayaannya,karena
kekayaan dapat musnah. Tertariklah kepada seseorang yang dapat membuatmu
tersenyum,karena hanya senyum yang dapat membuat hari-hari yang gelap
menjadi cerah .Semoga kamu menemukan orang seperti itu.

2. Ada saat-saat dalam hidup ketika kamu sangat merindukan seseorang
sehingga ingin hati menjemputnya dari alam mimpi dan memeluknya dalam
alam nyata.Semoga kamu memimpikan orang seperti itu.

3. Bermimpilah tentang apa yang ingin kamu impikan, pergilah
ketempat-tempat kamu ingin pergi,?jadilah seperti yang kamu
inginkan,karena kamu hanya memiliki satu kehidupan dan satu kesempatan
untuk melakukan hal-hal yang ingin kamu lakukan.

4. Semoga kamu mendapatkan kebahagiaan yang cukup untuk membuatmu baik
hati,cobaan yang cukup untuk membuatmu kuat, kesedihan yang cukup untuk
membuatmu manusiawi, pengharapan yang cukup untuk membuatmu bahagia dan
uang yang cukup untuk membeli hadiah-hadiah.

5. Ketika satu pintu kebahagiaan tertutup, pintu yang lain
dibukakan.Tetapi acap kali kita terpaku terlalu lama pada pintu yang
tertutup sehingga tidak melihat pintu lain yang dibukakan bagi kita.

6. Sahabat terbaik adalah dia yang dapat duduk berayun-ayun di beranda
bersamamu, tanpa mengucapkan sepatah katapun, dan kemudian kamu
meninggalkannya dengan perasaan telah bercakap-cakap lama dengannya.

7. Sungguh benar bahwa kita tidak tahu apa yang kita milik sampai kita
kehilangannya, tetapi sungguh benar pula bahwa kita tidak tahu apa yang
belum pernah kita miliki sampai kita mendapatkannya.

8. Pandanglah segala sesuatu dari kacamata orang lain. Apabila hal itu
menyakitkan hatimu, sangat mungkin hal itu menyakitkan hati orang itu
pula.

9. Kata-kata yang diucapkan sembarangan dapat menyulut
perselisihan.Kata-kata yang kejam dapat menghancurkan suatu
kehidupan.Kata-kata yang diucapkan pada tempatnya dapat meredakan
ketegangan.Kata-kata yang penuh cinta dapat menyembuhkan dan memberkahi.

10. Awal dari cinta adalah membiarkan orang yang kita cinta menjadi
dirinya sendiri, dan tidak merubahnya menjadi gambaran yang kita
inginkan.?Jika tidak, kita hanya mencintai pantulan diri sendiri yang kita
temukan di dalam dia.

11. Orang-orang yang paling berbahagia tidak selalu memiliki hal-hal
terbaik,mereka hanya berusaha menjadikan yang terbaik dari setiap hal yang
hadir dalam hidupnya.

12. Mungkin Tuhan menginginkan kita bertemu dengan beberapa orang yang
salah sebelum bertemu dengan orang yang tepat, kita harus mengerti
bagaimana berterima kasih atas karunia itu.

13. Hanya diperlukan waktu semenit untuk menaksir seseorang, sejam untuk
menyukai seseorang dan sehari untuk mencintai seseorang tetapi diperlukan
waktu seumur hidup untuk melupakan seseorang.

14. Kebahagiaan tersedia bagi mereka yang menangis, mereka yang disakiti
hatinya, mereka yang mencari dan mereka yang mencoba. Karena hanya mereka
itulah yang menghargai pentingnya orang-orang yang pernah hadir dalam
hidup mereka.

15. Cinta adalah jika kamu kehilangan rasa, gairah, romantika dan masih
tetap peduli padanya.

16. Hal yang menyedihkan dalam hidup adalah ketika kamu bertemu seseorang
yang sangat berarti bagimu dan mendapati pada akhirnya bahwa tidak
demikian adanya dan kamu harus melepaskannya.

17. Cinta dimulai dengan sebuah senyuman, bertumbuh dengan sebuah ciuman
dan berakhir dengan tetesan air mata.

18. Cinta datang kepada mereka yang masih berharap sekalipun pernah
dikecewakan,kepada mereka yang masih percaya sekalipun pernah
dikhianati,kepada mereka yang masih mencintai sekalipun pernah disakiti
hatinya.

19. Sungguh menyakitkan mencintai seseorang yang tidak mencintaimu,tetapi
yang lebih menyakitkan adalah mencintai seseorang dan tidak pernah
memiliki keberanian untuk mengutarakan cintamu kepadanya.

20. Masa depan yang cerah selalu tergantung kepada masa lalu yang
dilupakan,kamu tidak dapat hidup terus dengan baik jika kamu tidak
melupakan kegagalan dan sakit hati di masa lalu.

21. Jangan pernah mengucapkan selamat tinggal jika kamu masih mau mencoba
- jangan pernah menyerah jika kamu masih merasa sanggup jangan pernah
mengatakan kamu tidak mencintainya lagi jika kamu masih tidak dapat
melupakannya.


22. Memberikan seluruh cintamu kepada seseorang bukanlah jaminan dia akan
membalas cintamu!?Jangan mengharapkan balasan cinta, tunggulah sampai
cinta berkembang di hatinya, tetapi jika tidak, berbahagialah karena
cinta tumbuh dihatimu.

23. Ada hal-hal yang sangat ingin kamu dengar tetapi tidak akan pernah
kamu dengar dari orang yang kamu harapkan untuk mengatakannya.Namun
demikian janganlah menulikan telinga untuk mendengar dari orang yang
mengatakannya dengan sepenuh hati.

24. Waktu kamu lahir, kamu menangis dan orang-orang disekelilingmu
tersenyum -jalanilah hidupmu sehingga pada waktu kamu meninggal, kamu
tersenyum dan orang-orang disekelilingmu menangis

Turuti Impian Anda

aku mempunyai teman bernama monty roberts yang mempunyai peternakan kuda di san Ysidiro.
Ia mengizinkan aku menggunakan rumahnya untuk mengadakan acara-acara pengumpulan
dana bagi para pemuda yang menjalankan program-program beresiko tinggi.
Pada acara terbaruku disana, ia memperkenalkan aku dengan mengatakan, " saya ingin
memberitahu anda mengapa saya membiarkan jack menggunakan rumah saya. Ini balik kekisah
tentang anak muda yang merupakan anak pelatih kuda yang pergi dari suatu kandang ke kandang yang
lain, dari satu pacuan ke pacuan yang lain, dari suatu tanah pertanian ke tanah pertanian yang lain
dari suatu peternakan ke peternakan yang lain,melatih kuda. Sebagai akibatnya,perjalana n sekolah
SMA anak laki-laki itu terus menerus terganggu. ketika duduk di bangku akhir, ia diminta untuk
menyusun tulisan tentang cita-citanya setelah dewasa.
Malam itu ia menulis karangan setebal tujuh halaman yang memaparkan tujuannya untuk
memiliki peternakan kuda pada suatu saat. Ia manjabarkan impiannya secara terperunci dan bahkan ia
manggambarkan sebuah sketsa tentang peternakan seluas dua ratus hektar ( acre), yang
memperlihatkan lokasi seluruh bangunan,kandang dan jalur pacuan. Kemudian ia melukiskan denah
yang mendetail untuk rumah seluas empat ribu kaki persegi yang akan terletak di peternakan dambaa hati
seluas dua ratus hektar (acre).
" Ia bener-bener mencurahkan isi hatinya kedalam proyek itu dan pada keesokan harinya ia
menyerahkan karangan itu pada gurunya. Dua hari kemudian ia menerima tulisannya kembali. Di
halaman depan tertulis huruf F besar dg catatan yang berbunyi, " Temui saya seusai jam sekolah."
" Anak itu beserta impiannya pergi menemui gurunya sehabis jam sekolah dan
bertanya, "mengapa saya mendapat nilai F ?"
" Guru itu berkata , " ini adalah impian yang tidak realitis untuk anak muda seperti kamu. kamu
tidak punya uang. kamu berasal dari keluarga yang berpindah-pindah. kamu tidak memiliki
sumberdaya. peternakan kuda menuntut banyak uang. kamu hrs membeli tanah. kamu harus
membeli bibit kuda yang asli,kemudian kamu juga harus mengeluarkan biaya untuk kuda
untuk pajak yang mahal.kamu sama sekali tidak akan pernah dapat melakukannya. " lantas si guru
menambahkan, " kalau kamu mau menulis ulang karangan inidengan tujuan yang lebih membumi,aku
akan meninjau kembali nilaimu."
Anak laki-laki itu pulang dan berpikir keras lama sekali tentang hal itu. Ia bertanya kepada
bapaknya mengenai apa sebaiknya ia tempuh. Bapaknya berkata, " Camkan, Nak, kamu harus
membulatkan tekadmu tentang ini. Bagaimanapun, aku pikir ini adalah keputusan yang sangat penting
bagimu. "
" Akhirnya setelah menimbang-nimbang selama seminggu, anak itu menyetorkan tulisan yang
sama, tidak membuat perubahan sedikitpun. ia berkata, " anda dapat mempertahankan nilai F itu dan
saya akan mempertahankan impian saya."
Monty kemudian beralih perhatian kepada orang-orang yang berkumpul itu dan berujar, " saya
menuturkan kisah ini kepada anda semua karena anda kini telah berada di dalam rumah saya yang
seluas empat ribu kaki persegi di tengah-tengah peternakan kuda saya yang seluas dua ratus hektar (acre).
makalah itu masih tersimpan di dalam bingkai diatas perapian . " Ia menambahkan, " Bagian
terbagus dari kisah ini terjadi pada dua musim panas yang lalu saat guru sekolah itu membawa tiga
puluh orang anak berkemah diatas peternakan saya selama seminggu. ketika akan pulang', " guru itu
berkata, " Begini, Monty, aku dapat mengatakannya kepadamu sekarang. sewaktu aku
menjadi gurumu, aku merupakan semacam pencuru cita-cita. sepanjang tahun-tahun itu aku telah mencuri banyak impian
anak-anak. Untungnya kamu punya cukup inisiatif untuk tidak melepaskan impian-impianmu. "
Jangan biarkan siapa pun mencuri impian-impian anda. Turuti kata hati anda, apa pun yang terjadi.



di kutip dr kisah Jack Canfield

Seorang wanita solehah adalah lebih baik daripada 70 orang wali.

Seorang wanita solehah adalah lebih baik daripada 70 orang wali.

2. Seorang wanita solehah adalah lebih baik daripada 70 lelaki soleh.

3. Seorang wanita yang jahat adalah lebih buruk daripada 1,000 lelaki yang
jahat.

4. 2 rakaat solat dari wanita yang hamil adalah lebih baik daripada 80
rakaat solat wanita yang tidak hamil.

5. Wanita yang memberi minum susu kepada anaknya daripada badannya (susu
badan) akan dapat satu pahala daripada tiap-tiap titik susu yang
diberikannya.

6. Wanita yang melayan dengan baik suami yang pulang ke rumah di dalam
keadaan letih akan mendapat pahala jihad.

7. Wanita yang habiskan malamnya dengan tidur yang tidak selesa kerana
menjaga anaknya yang sakit akan mendapat pahala seperti membebaskan 20 orang
hamba.

8. Wanita yang melihat suaminya dengan kasih sayang dan suami yang melihat
isterinya dengan kasih sayang akan dipandang Allah dengan penuh rahmat.

9. Wanita yang menyebabkan suaminya keluar dan berjuang ke jalan Allah
dan kemudian menjaga adab rumahtangganya akan masuk syurga 500 tahun lebih
awal
daripada suaminya, akan menjadi ketua 70,000 malaikat dan bidadari dan
wanita itu akan dimandikan di dalam syurga, dan menunggu suaminya dengan
menunggang kuda yang dibuat daripada yakut.

10. Wanita yang tidak cukup tidur pada malam hari kerana menjaga anak yang
sakit akan diampunkan oleh Allah akan seluruh dosanya dan bila dia hiburkan
hati
anaknya Allah memberi 12 tahun pahala ibadat.

11. Wanita yang memerah susu binatang dengan "bismillah" akan didoakan
oleh binatang itu dengan doa keberkatan.

12. Wanita yang menguli tepung gandum dengan bismillah", Allah akan
berkatkan rezekinya.

13. Wanita yang menyapu lantai dengan berzikir akan mendapat pahala
seperti meyapu lantai di baitullah.

14. Wanita yang menjaga solat, puasa dan taat pada suami, Allah akan
mengizinkannya untuk memasuki syurga dari mana-mana pintu yang dia suka.

15. Wanita yang hamil akan dapat pahala berpuasa pada siang hari.

16 Wanita yang hamil akan dapat pahala beribadat pada malam hari.

17. Wanita yang bersalin akan mendapat pahala 70 tahun solat dan puasa dan
setiap kesakitan pada satu uratnya Allah mengurniakan satu pahala haji.

18. Sekiranya wanita mati dalam masa 40 hari selepas bersalin, dia akan
dikira sebagai mati syahid.

19. Jika wanita melayan suami tanpa khianat akan mendapat pahala 12 tahun
solat.

20. Jika wanita menyusui anaknya sampai cukup tempoh (2 1/2 tahun),
maka malaikat-malaikat di langit akan khabarkan berita bahawa syurga wajib
baginya.

21. Jika wanita memberi susu badannya kepada anaknya yang menangis, Allah
akan memberi pahala satu tahun solat dan puasa.

22. Jika wanita memicit suami tanpa disuruh akan mendapat pahala 7 tola emas
dan jika
wanita memicit suami bila disuruh akan mendapat pahala tola perak.

23. Wanita yang meninggal dunia dengan keredhaan suaminya akan memasuki
syurga.

24. Jika suami mengajarkan isterinya satu masalah akan mendapat pahala 80
tahun
ibadat.

25. Semua orang akan dipanggil untuk melihat wajah Allah di akhirat, tetapi
Allah akan datang sendiri kepada wanita yang memberati auratnya iaitu
memakai
purdah di dunia ini dengan istiqamah.

Pandangan : Amatlah mudah bagi seorang wanita untuk menjejak Syurga. Namun
begitu mengapa terlalu ramai yang masih hidup dalam kejahilan? Sang suami
pula
perlu ingat, tidak kamu jejaki syurga sebelum keluarga kamu menjejak syurga.
Jangan ingat hendak kahwin empat jika yang satu belum terbela. Yang belum
kahwin tu ingat, kamu terdedah kepada kemungkaran. Iman akan dicabar
sehebat-hebatnya ketika ini. Pilih lah Syurga dan bukannya Neraka. Siapa
tahu, hari ini kita tak sampai ke rumah sebab dipertengahan jalan kita
bertemu Izrail. Siapa tahu, hari ini hari terakhir kita berjumpa pasangan
kita sebab dipertengahan jalan, dia berjumpa Izrail. Bagaimana rasanya
ketika berjumpa Izrail? Untuk yang beriman, macam 700 pedang yang tajam
mencucuk kamu dalam semua arah. Yang tak beriman, bayangkan pisau potong
daging kat pasar tu yang tumpul.

Pisau tu menetak kepala kita macam mana orang memecahkan tempurung kelapa.
Kepala kita di kopak dua, dipisahkan dengan kasarnya, ketika kita masih
hidup. Lepas tu di kapak-kapak kan

Kesejahteraan Dunia Boleh di Cari, Asalkan..... ...

Kesejahteraan Dunia Boleh di Cari, Asalkan..... ...

Pie Charts, Seorang arif melihat setan dalam keadaan telanjang di tengah-tengah masyarakat.
"Hai makhluk yang tak punya malu, mengapa kamu telanjang di hadapan manusia?" tegur sang arif.
"Mereka bukan manusia, mereka kera."
Sesungguhnya sudah sejak lama Al-Ghazali menulis dalam Ihya`, Dzahaban naas wa baqiyan nasnaas (Telah pergi manusia, yang tertinggal hanya kera)
"Jika kamu ingin melihat manusia, ikutlah aku ke pasar," lanjut sang setan.

Orang arif itu lalu pergi bersama setan ke pasar. Sesampainya di pasar, setan itu menjelma seorang laki-laki dan langsung menuju ke toko yang paling besar. Toko itu hanya menjual permata yang berkualitas tinggi dengan harga yang amat mahal.

"Coba lihat permata itu," kata setan kepada pemilik toko sambil menunjuk permata yang paling besar.
Pemilik toko mengambil permata itu lalu menyerahkannya kepada setan. Ketika permata berpindah ke tangan setan, pemilik toko mendengar muadzin menyerukan: hayya `alash sholaah (Marilah salat) Pemilik toko segera mengambil kembali permatanya.
"Kamu pasti setan. Tak ada yang datang pada waktu seperti ini kecuali setan," kata pemilik toko.
Kemudian ia mengusir si setan. Setelah setan pergi, ia lalu menghancurkan permata itu dengan batu.

"Permata ini tidak ada berkahnya," kata pemilik toko. Kemudian ia keluar untuk salat.

Allah berfirman:
"Laki-laki yang perniagaan dan jual beli tidak dapat melalaikannya dari mengingat Allah." (QS An-Nur, 24:37)
Dalam surat Al-Muzzammil, Allah menyejajarkan para pedagang dengan orang-orang yang berjihad di jalan Allah.
Dan orang-orang yang berjalan di bumi mencari sebagian karunia Allah, dan orang-orang lain yang berperang di jalan Allah. (QS Al-Muzzammil, 73:20)

Perdagangan untuk mencari kesejahteraan di dunia tidaklah tercela. Sebaik-baik urusan dunia adalah yang dapat menjadi tunggangan menuju akhirat. Adapun yang tercela adalah jika kita selalu tenggelam dalam urusan keduniaan, hati kita selalu terikat pada dunia sehingga kita melalaikan hak-hak dan perintah-perintah Allah. Yang terpuji adalah hidup sederhana, tidak berlebih-lebihan. Hidup berlebih-lebihan membuat seseorang terlambat masuk surga.

Seorang bermimpi melihat Malik bin Dinar berlomba-lomba dengan Muhammad bin Wasi' menuju surga. Ia menyaksikan bahwa Muhammad bin Wasi` akhirnya dapat mendahului Malik bin Dinar. Orang itu kemudian bertanya mengapa demikian kejadiannya, karena menurut perkiraannya Malik bin Dinar bakal menang. Kaum salihin menjawab bahwa ketika meninggal dunia Muhammad bin Wasi' hanya meninggalkan sepotong pakaian, sedang Malik meninggalkan dua potong pakaian.

Jika seorang arif seperti Malik bin Dinar dapat tertinggal hanya karena pakaian, lalu bagaimana dengan kita. Lemari kita penuh dengan pakaian, dan kita pun masih merasa belum cukup.

Ya Allah, jadikanlah kami puas
dengan rezeki yang Engkau karuniakan.
Berkahilah apa yang telah Engkau berikan.
Dan jangan jadikan (bagi kami) dunia sebagai
puncak perhatian dan pengetahuan. (I:511)

Habib Muhammad bin Hadi bin Hasan bin Abdurrahman Asseqaf, Tuhfatul
Asyraf, Kisah dan Hikmah

Doa anda akan dikabulkan

Jika kita berdoa biasanya kita mengharapkan doa itu segera dikabulkan, bukan begitu? Bahkan, kita sering berharap agar doa itu langsung dikabulkan tepat disaat kita selesai mengucapkannya. Seketika itu juga. Memang kadang kita ini tidak realistis, sih. Tapi, sebenarnya, berharap agar Tuhan segera mengabulkan doa kita tidaklah berlebihan. Dan memang kenyataannya begitu, kok. Tuhan mengabulkan begitu banyak permintaan kita, dengan segera. Coba saja anda renungkan; kapan terakhir kali anda berdoa dan doa itu langsung dikabulkan Tuhan?

Jika saya merenungi kembali doa-doa yang pernah saya panjatkan. Ternyata, begitu banyak doa yang dikabulkan oleh Tuhan dengan serta merta. Langsung Tuhan berikan tanpa harus menunggu lama. Terutama ketika doa itu berupa sesuatu yang tidak berhubungan dengan material duniawi seperti misalnya kesehatan dan ketenangan. Keberanian. Atau ketegaran hati. Ketika saya bilang; Tuhan, berikan saya kekuatan. Maka saya benar-benar merasa kuat. Tuhan, kumohon ketenangan hati; maka segera saja hati saya merasa tenang. Jujur saja, kadang saya lupa bahwa itu merupakan bentuk pengkabulan langsung dari Tuhan.

Bukan itu saja, permintaan material pun tak jarang Tuhan segera kabulkan. Puji Tuhan, saya bukan orang yang berlimpah ruah dari sisi materi. Bukan orang kebanyakan uang. Sekedar cukup untuk memenuhi kebutuhan dasar hidup pada taraf yang wajar. (Jangan-jangan, ini merupakan terminologi lain dari kata ’pas-pasan’, haha.). Tetapi, saya merasa beruntung berada pada tingkatan status ekonomi yang biasa-biasa saja ini. Sebab, harus saya akui, ketika baru terima gajian; saya suka lupa untuk meminta kepada Tuhan. Lain sekali ketika dompet sedang benar-benar lepet dan kepepet; dengan Tuhan saya merasa begitu lengket. Sehingga saya merasa berhak untuk meminta kepadaNya. Jadi, Tuhan, saya tidak keberatan jika Engkau terus menerus menempatkan diri saya pada posisi pas-pasan ini. Agar saya tidak terlalu sulit untuk agak lebih sering mendekat padaMu. Untuk meminta tambahan dari kekurang-kekurangan yang kadang-kadang menyesakkan dada. Hehe, curang.

Anda, terakhir kali doanya dikabulkan langsung oleh Tuhan, kapan? Saya mengalaminya tadi pagi. Sehabis mandi, saya berdiri tertegun dihadapan lemari pakaian. Lalu saya memandang gantungan pakaian kerja yang ada disana. Dan saya menyadari bahwa celana panjang saya, sudah pada berumur lama. Tidak belel, memang. Tetapi, jika saya mengenakannya, orang tahu bahwa itu sudah berumur lebih dari 2 atau 3 tahun. Anda sering membeli pakaian? Saya tidak. Pagi itu, saya bergumam; Oh, Tuhan, saya sudah sangat membutuhkan celana panjang yang baru.

Tahukah anda, apa yang terjadi satu detik kemudian? Saya benar-benar mendapatkan celana panjang baru seketika itu juga!

Sekitar 4 tahun yang lalu, kantor tempat saya bekerja membiayai pembuatan satu stel jas untuk sebuah acara resmi. Bahannya cukup bagus. Ada penjahit khusus yang ditunjuk untuk menjahitkannya pula. Jahitannya bagus. Tetapi…., entah kenapa; celana panjang yang penjahit itu buatkan untuk saya ternyata ukuran pinggangnya kebesaran. Kalaupun saya paksakan memakainya, pasti tampak kedodoran. Pagi ini, sekitar empat tahun kemudian, tepat setelah saya berkata; Oh, Tuhan, saya sudah sangat membutuhkan celana panjang yang baru, itu; saya teringat celana panjang itu. Dan tahukah anda, selama empat tahun terakhir ini tubuh saya sudah tumbuh lebih besar, terutama dibagian pinggang. Maka, jadilah celana yang dijahit empat tahun lalu itu barang baru yang benar-benar pas buat saya. Pagi ini, saya bahagia untuk dua hal. Pertama, karena doa saya terkabul Tuhan seketika itu juga. Dan kedua, ternyata, saya masih berada dalam masa ’pertumbuhan’. Alhamdulillah. Terpujilah Tuhan.

Mungkin anda menganggap ini hal sepele. Tetapi, cobalah kembali anda renungkan; kapan terakhir kali doa anda dikabulkan Tuhan seketika itu juga? Boleh jadi selama ini kita tidak menyadari betapa Tuhan bersedia mendengarkan doa-doa kita. Bahkan mengabulkannya seketika itu juga. Dia mengabulkan doa-doa kita; sekalipun kita tidak selalu bersegera memenuhi panggilannya ketika Dia menyeru kita. Dan, hey ingat; boleh jadi doa-doa itu tidak terucapkan. Sekedar terbersit dalam hati. Tetapi, Tuhan tetap mendengarnya. Lalu Dia mengabulkannya untuk kita. Setiap malam, ketika kita pergi tidur; mungkin kita tidak mengucapkan seulas kata untuk meminta kepadaNya. Tetapi, jauh dilubuk hati yang paling dalam, kita ingin agar besok pagi bangun dalam keadaan sehat walafiat. Dan benar saja, ketika keesokan harinya kita bangun pagi; kita benar-benar sehat. Lihatlah. Bahkan, sekalipun kita tidak mengucapkannya. Tuhan masih bisa mendengarkan. Bahkan, sekalipun itu hanya tersirat dalam hati saja; Tuhan langsung mengabulkannya. Coba saja anda bayangkan; betapa seringnya kita bangun pagi dalam keadaan sehat. Sehingga pagi itu; kita terbangun dengan gairah dan kebugaran tertinggi. Setiap hari. Sementara kita tidak cukup paham bahwa itu terjadi, karena Tuhan sayang pada kita. Dan Dia mengabulkan doa-doa kita, seketika itu juga.
Note : jika hamba-hambaku bertanya tentangku; katakanlah bahwa Aku ini dekat

(source : email tetangga *sopy paste)
__._,_.___
Messages in this topic (1) Reply (via web post) |

Andai Saja

MUNGKIN BERMANFA'AT BAGI KITA SEMUA....... ......... ......... ......... ........

Pada suatu tempat, hiduplah seorang anak. Dia hidup dalam keluarga yang bahagia, dengan orang tua dan sanak keluarganya. Tetapi, dia selalu mengangap itu sesuatu yang wajar saja. Dia terus bermain, menggangu adik dan kakaknya, membuat masalah bagi orang lain adalah kesukaannya. Ketika ia menyadari kesalahannya dan mau minta maaf,dia selalu berkata, "Tidak apa-apa, besok kanbisa."

Ketika agak besar, sekolah sangat menyenangkan baginya. Dia belajar, mendapat teman, dan sangat bahagia. Tetapi, dia anggap itu wajar-wajar aja. Semua begitu saja dijalaninya sehingga dia anggap semua sudah sewajarnya. Suatu hari, dia berkelahi dengan teman baiknya. Walaupun dia tahu itu salah, tapi tidak pernah mengambil inisiatif untuk minta maaf dan berbaikan dengan teman baiknya. Alasannya, "Tidak apa-apa, besok kanbisa."

Ketika dia agak besar, teman baiknya tadi bukanlah temannya lagi. Walaupun dia masih sering melihat temannya itu, tapi mereka tidak pernah saling tegur. Tapi itu bukanlah masalah, karena dia masih punya banyak teman baik yang lain. Dia dan teman-temannya melakukan segala sesuatu bersama-sama, main, kerjakan PR, dan jalan-jalan. Ya, mereka semua teman-temannya yang paling baik.

Setelah lulus, kerja membuatnya sibuk. Dia ketemu seorang cewek yang sangat cantik dan baik. Cewek ini kemudian menjadi pacarnya. Dia begitu sibuk dengan kerjanya, karena dia ingin dipromosikan ke posisi paling tinggi dalam waktu yang sesingkat mungkin.

Tentu, dia rindu untuk bertemu teman-temannya. Tapi dia tidak pernah lagi menghubungi mereka, bahkan lewat telepon. Dia selalu berkata, "Ah, aku capek, besok saja aku hubungin mereka." Ini tidak terlalu mengganggu dia karena dia punya teman-teman sekerja selalu mau diajak keluar.Jadi, waktu pun berlalu, dia lupa sama sekali untuk menelepon teman-temannya.

Setelah dia menikah dan punya anak, dia bekerja lebih keras agar dalam membahagiakan keluarganya. Dia tidak pernah lagi membeli bunga untuk istrinya, atau pun mengingat hari ulang tahun istrinya dan juga hari pernikahan mereka. Itu tidak masalah baginya, karena istrinya selalu mengerti dia, dan tidak pernah menyalahkannya.

Tentu, kadang-kadang dia merasa bersalah dan sangat ingin punya kesempatan untuk mengatakan pada istrinya "Aku cinta kamu", tapi dia tidak pernah melakukannya. Alasannya, "Tidak apa-apa, saya pasti besok akan mengatakannya." Dia tidak pernah sempat datang ke pesta ulang tahun anak-anaknya, tapi dia tidak tahu ini akan perpengaruh pada anak-anaknya. Anak-anak mulai menjauhinya, dan tidak pernah benar-benar menghabiskan waktu mereka dengan ayahnya.

Suatu hari, kemalangan datang ketika istrinya tewas dalam kecelakaan, istrinya ditabrak lari. Ketika kejadian itu terjadi, dia sedang ada rapat. Dia tidak sadar bahwa itu kecelakaan yang fatal, dia baru datang saat istrinya akan dijemput maut. Sebelum sempat berkata "Aku cintakamu", istrinya telah meninggal dunia. Laki-laki itu remuk hatinya dan mencoba menghibur diri melalui anak-anaknya setelah kematian istrinya. Tapi, dia baru sadar bahwa anak anaknya tidak pernah mau berkomunikasi dengannya.Segera, anak-anaknya dewasa dan membangun keluarganya masing-masing. Tidak ada yang peduli dengan orang tua ini, yang di masa lalunya tidak pernah meluangkan waktunya untuk mereka.

Saat mulai renta, Dia pindah ke rumah jompo yang terbaik, yang menyediakan pelayanan sangat baik. Dia menggunakan uang yang semula disimpannya untuk perayaan ulang tahun pernikahan ke 50, 60, dan 70. Semula uang itu akan dipakainya untuk pergi ke Hawaii, New Zealand,dan negara-negara lain bersama istrinya, tapi kini dipakainya untuk membayar biaya tinggal di rumah jompo tersebut. Sejak itu sampai dia meninggal, hanya ada orang-orang tua dan suster yang merawatnya.Dia kini merasa sangat kesepian, perasaan yang tidak pernah dia rasakan sebelumnya.

Saat dia mau meninggal, dia memanggil seorang suster dan berkata kepadanya, "Ah, andai saja aku menyadari ini dari dulu...." Kemudian perlahan ia menghembuskan napas terakhir, Dia meninggal dunia dengan airmata dipipinya.

============ ========= ========= ========= ========= =========
Apa yang saya ingin coba katakan pada anda, waktu itu nggak pernah
berhenti. Anda terus maju dan maju, sebelum benar-benar menyadari, anda ternyata telah maju terlalu jauh.

Ikut Mayat

Ada Dua Yang Kembali Dan Satu akan Tinggal Bersamanya yaitu;
1. Keluarga dan Hartanya Akan Kembali
2. Sementara Amalnya Akan Tinggal Bersamanya.
Maka ketika Roh Meninggalkan Jasad...Terdengarla h Suara Dari Langit
Memekik, "Wahai Fulan Anak Si Fulan..
Apakah Kau Yang Telah Meninggalkan Dunia, Atau Dunia Yang Meninggalkanmu
Apakah Kau Yang Telah Menumpuk Harta Kekayaan, Atau Kekayaan Yang Telah
Menumpukmu
Apakah Kau Yang Telah Menumpuk Dunia, Atau Dunia Yang Telah Menumpukmu
Apakah Kau Yang Telah Mengubur Dunia, Atau Dunia Yang Telah Menguburmu."
Ketika Mayat Tergeletak Akan Dimandikan.. ..Terdengar Dari Langit Suara
Memekik, "Wahai Fulan Anak Si Fulan...
Mana Badanmu Yang Dahulunya Kuat, Mengapa Kini Te rkulai Lemah
Mana Lisanmu Yang Dahulunya Fasih, Mengapa Kini Bungkam Tak Bersuara
Mana Telingamu Yang Dahulunya Mendengar, Mengapa Kini Tuli Dari Seribu Bahasa
Mana Sahabat-Sahabatmu Yang Dahulunya Setia, Mengapa Kini Raib Tak Bersuara"
Ketika Mayat Siap Dikafan...Suara Dari Langit Terdengar Memekik,"Wahai
Fulan Anak Si Fulan
Berbahagialah Apabila Kau Bersahabat Dengan Ridha
Celakalah Apabila Kau Bersahabat Dengan Murka Allah
Wahai Fulan Anak Si Fulan...
Kini Kau Tengah Berada Dalam Sebuah Perjalanan Nun Jauh Tanpa Bekal
Kau Telah Keluar Dari Rumahmu Dan Tidak Akan Kembali Selamanya
Kini Kau Tengah Safar Pada Sebuah Tujuan Yang Penuh Pertanyaan."
Ketika MayatDiusung. ... Terdengar Dari Langit Suara Memekik, "Wahai Fulan
Anak Si Fulan..
Berbahagialah Apabila Amalmu Adalah Kebajikan
Berbahagialah Apabila Matimu Diawali Tobat
Berbahagialah Apabila Hidupmu Penuh Dengan Taat."
Ketika Mayat Siap Dishalatkan. ...Terdengar Dari Langit Suara Memekik,
"Wahai Fulan Anak Si Fulan..
Setiap Pekerjaan Yang Kau Lakukan Kelak Kau Lihat Hasilnya Di Akhirat
Apabila Baik Maka Kau Akan Melihatnya Baik
Apabila Buruk, Kau Akan Melihatnya Buruk."
Ketika MayatDibaringkan Di Liang Lahat....terdengar Suara Memekik Dari
Langit,"Wahai Fulan Anak Si Fulan...
Apa Yang Telah Kau Siapkan Dari Rumahmu Yang Luas Di Dunia Untuk Kehidupan
Yang Penuh Gelap Gulita Di Sini
Wahai Fulan Anak Si Fulan...
Dahulu Kau Tertawa, Kini Dalam Perutku Kau Menangis
Dahulu Kau Bergembira,Kini Dalam Perutku Kau Berduka
Dahulu Kau Bertutur Kata, Kini Dalam Perutku Kau Bungkam Seribu Bahasa."
Ketika SemuaManusia Meninggalkannya Sendirian... .Allah Berkata Kepadanya,
"Wahai Hamba-Ku.... .
Kini Kau Tinggal Seorang Diri
Tiada Teman Dan Tiada Kerabat
Di Sebuah Tempat Kecil, Sempit Dan Gelap..
Mereka Pergi Meninggalkanmu. . Seorang Diri
Padahal, Karena Mereka Kau Pernah LanggarPerintahku
Hari Ini,....
Akan Kutunjukan Kepadamu
Kasih Sayang-Ku
Yang Akan Takjub Seisi Alam
Aku Akan Menyayangimu
Lebih Dari Kasih Sayang Seorang Ibu Pada Anaknya".
Kepada Jiwa-Jiwa Yang Tenang Allah Berfirman, "Wahai Jiwa Yang Tenang
Kembalilah Kepada Tuhanmu
Dengan Hati Yang Puas Lagi Diridhai-Nya
Maka Masuklah Ke Dalam Jamaah Hamba-Hamba- Ku
Dan Masuklah Ke Dalam Jannah-Ku"
Rasulullah SAW. menganjurkan kita untuk senantiasa mengingat mati (maut)
dan dalam sebuah hadisthnya yang lain, beliau bersabda "wakafa bi almauti
wa'idha", artinya, cukuplah mati itu akan menjadi pelajaran bagimu!

8 Bertanda

Sahabat,
Alhamdulillah senang rasanya sahabat bisa bertemu dengan pasangan hidup
yang seiman dalam MyQ ini. Semoga kiranya niat sahabat yang sedang mencari
ataupun yg baru proses, mendapat pertolongan dari Allah SWT.

Ada sedikit artikel ringan yang mungkin dapat berguna kelak.

8 Pertanda jika si dia adalah Jodohmu...

Dua manusia yang merasa saling berjodoh pasti memiliki ikatan emosional,
spiritual dan fisik antara keduanya. Hanya dengan menatap mata atau
mendengar suaranya, kita akan merasakan getaran dan seolah-olah ingin
terus bersamanya. Benarkah seperti itu?

Lalu, apakah ada pertanda lainnya agar seseorang dapat merasakan bahwa
si dia adalah jodoh(soulmate) kita atau bukan?

Pertanda 1
Rahasia sepasang kekasih agar dapat memiliki usia hubungan yang panjang
adalah dengan adanya saling kerjasama. Kamu dan dia selalu dapat saling
membantu, dalam urusan remeh atau besar. Paling penting adalah kamu berdua
selalu dapat melalui segala aspek kehidupan secara bersama-sama. Dan
semuanya terasa amat menyenangkan meskipun tanpa harus melibatkan orang
lain. Apakah kamu sudah merasakan perkara tersebut? Jika ya,
SELAMAT...
karena ada harapan bahawa dia adalah calon pendamping hidup kamu!

Pertanda 2
Salah satu kriteria yang menentukan sesuai atau tidaknya dia sebagai
jodohkamu atau bukan adalah kemampuannya bersikap bersahaja didepan kamu.
Coba sekarang perhatikan, apakah gerak-geriknya, caranya berpakaian, gaya
rambutnya, caranya berbicara serta tertawanya menunjukan apa ada
padanya?
Apakah setiap ucapannya selalu tampak spontan dan tidak dibuat-buat?
Jika tidak, maaf kemungkinan besar dia bukan jodoh kamu!

Pertanda 3
Adanya derita batiniah membuat hati kamu berdua dapat selalu saling tahu.
Dan bila kamu atau si dia dapat saling membaca fikiran dan menduga reaksi
serta perasaannya satu sama lain pada situasi tertentu. Selamat!
Sebenarnya dialah kebahagian kamu...

Pertanda 4
Bersamanya dapat membuat perasaan kamu menjadi tenang, tentram dan tanpa
perasaan tertekan. Berjam-jam bersamanya, setiap waktu dan setiap hari
tanpa membuat kamu merasa bosan...
Inilah petanda bahawa kamu berdua kelak akan saling terikat.

Pertanda 5
Dia selalu ada untuk kamu dalam situasi apapun. Dan dia selalu dapat
memahami situasi dalam hati kamu baik dalam suka dan duka. Percayalah
pasangan yang berjodoh pasti tak takut mengalami pasang-surut, suka-duka
saat bersama. Sekarang, ingat-ingat kembali. Apakah dia orang pertama
yang datang memberi bantuan tatkala kamu dirundung musibah? Dia selalu
faham saat emosi kamu terganggu? Dia tahu keadaan waktu anda sakit?
Jika ya, tak salah lagi. Dialah orangnya...

Pertanda 6
Dia tak terlalu peduli dengan masa lalu keluarga kamu,
dia tak peduli dengan masa lalu kamu saat bersama kekasih terdahulu.
Dia juga tak malu-malu menceritakan masa lalunya... Nah, kalau begitu ini
bisa
berarti dia sudah siap menerima kamu seadanya..

Pertanda 7
Setiap orang pasti memiliki kekurangan, dan kamu tak malu-malu
perlihatkannya pada sidia.
Bahkan pada saat kamu tampil 'buruk' didepannya sekalipun, misalnya saat
kamu bangun tidur atau saat kamu sakit dan tak mandi selama dua hari.
Ataupun menceritakan sejujurnya kepada kamu tentang kelemahan dan
kekurangannya...
Nah! Kamu dan dia memangnya disuratkan untuk bersama!

Pertanda 8
Bila merasa rahasia kamu bisa lebih selamat ditangannya dari pada ditangan
sahabat-sahabat kamu yang lain.
Atau kamu merasa sudah tak dapat lagi menyimpan rahsia apapun darinya,
maka berbahagialah! Karena ini berarti pasangan sejati telah kamu
ketemu!!!!!

Apakah ke delapan pertanda di atas telah kamu lalui? Tanyalah hati….

Jazakumulloh Khoiran katsiron...
Semoga bermanfaat..^_^

Menikah Tidak Harus dengan Cinta

Menikah Tidak Harus dengan Cinta





Judul tersebut diatas sebenarnya adalah sebuah ungkapan dari seorang sahabat, yang sudah saya anggap sebagai abang saya sendiri. Dan salah satu dari materi kajian di sebuah majelis ilmu sering membahas tema tersebut yang merupakan materi “wajib” bagi jamaah yang sebagian besar adalah bujangan.



Menikah merupakan sebuah ritual suci yang hampir semua bujangan selalu mengidam idamkannya, terkecuali orang yang sudah berputus asa dan enggan untuk menikah. Namun demikian, ketika seseorang dihadapkan kepada sebuah tahapan agar membuat sebuah keputusan untuk menikah, maka banyak pertanyaan di benaknya mengenai kriteria, pilihan, godaan, hingga tata cara bagaimana prosesi pernikahan itu sendiri.



Salah satu alasan bagi seseorang berazam dan mau menikah adalah cinta. Memang “cinta” adalah sebuah perasaan yang bagi seseorang yang mengalaminya akan membuat dirinya merasa terhibur, senang atau bahagia dan bahkan seperti melambung tinggi serasa di atas awan. Seseorang yang sedang jatuh cinta hatinya akan selalu berbunga-bunga. Seseorang yang sedang jatuh akan berusaha mengungkapkan kata-kata yang indah. Terkadang seseorang yang sedang jatuh cinta akan menjadi orang yang bukan dirinya sendiri. Seseorang yang tidak biasa membuat puisi karena jatuh cinta ia terkadang akan dengan mudahnya menyusun deretan kosa kata menjadi sebuah puisi yang indah.



Banyak sekali kisah, roman, novel hingga legenda yang menceritakan orang-orang yang sedang jatuh cinta. Ada yang berakhir bahagia, tetapi juga ada yang berakhir dengan tragis atau anti klimaks. Dari semuanya itu berisi haru biru perjalanan sebuah kisah cinta.



Kembali ke judul diatas. Sebagian dari kita mungkin sebelum menapaki sebuah jenjang pernikahan, terlebih dahulu dilalui dengan proses jatuh cinta. Sebuah cintalah yang mengantarkannya hingga ke pernikahan. Namun demikian, apakah sebuah pernikahan harus dengan cinta ?.



Setelah wafatnya Sayyidah Khadijah ra, tidak ada satu orang pun yang berani menayakan kepada Rasulullah SAW mengenai pernikahan. Pada akhirnya, Khaulah binti Hakim dengan bimbingan dari Allah SWT memberanikan diri menanyakannya. Diriwayatkan dari Sayyidah Aisyah ra, ia berkata, ”Ketika Sayyidah Khadijah ra meninggal dunia, Khaulah binti Hakim bin Auqashra, istri Utsman bin Mazh’un, berkata kepada Rasulullah SAW- dan hal ini terjadi di Mekkah-, ”Wahai Rasulullah tidakkah baginda ingin menikah ?” Beliau berkata, ” Dengan siapa ?”. Khaulah binti Hakim berkata, ” Ada dua wanita, yang satu gadis dan yang satunya lagi sudah janda.” Rasulullah SAW berkata, ” Siapa yang masih gadis ?” Khaulah binti Hakim berkata, ” Ia adalah putri dari orang yang paling baginda cintai, Aisyah binti Abu Bakar ra”. Rasulullah SAW berkata, ” Lalu yang janda siapa ?” Khaulah binti Hakim berkata,” Saudah binti Zam’ah ra, ia adalah wanita yang mulia yang beriman kepadamu.” Rasulullah SAW berkata, ” Kalau begitu berangkatlah kamu dan tanyakan kamu kepadanya (Saudah binti Zam’ah) dan tanyakan kepadanya apakah ia bersedia.” (HR. Att Thabarani). Di dalam riwayat lain, kemudian Khaulah binti Hakim berangkat ke rumah Saudah bin Zam’ah dan menanyakan kesediaannya untuk menjadi istri Rasullah SAW. Akhirnya dengan suka cita Saudah menerimanya, pernikahan pun dilangsungkan.



Hadits tersebut diatas hanyalah salah satu contoh, dari sekian banyak proses pernikahan Rasulullah SAW. Dari riwayat tersebut di atas proses menuju pernikahan yang dilakukan Rasullah SAW sangatlah singkat. Dan demikian juga pernikahan beliau dengan istri-istri yang lain. Namun demikian, kecintaan Rasulullah SAW dengan istri-istrinya timbul setelah pernikahan. Pasangan mana yang bisa menandingi keharmonisan dan kebahagiaan dibandingkan dengan Rasulullah SAW dengan istri-istrinya? Rasulullah SAW adalah seorang suami yang sangat romantis, meski istri-istrinya sebagian besar tidak banyak beliau kenal sebelumnya. Beliau tidak segan-segan memeluk, membelai, menyapa dengan sapaan yang menyenangkan, menggendong , memasak, sampai dengan bersenda gurau dengan istri-istrinya.



Perasaan jatuh cinta atau jatuh hati seseorang kepada orang lain sebelum terjadinya pernikahan bagi sebagian orang adalah suatu hal yang bisa dimaklumi. Seorang laki laki yang mencintai wanita, atau sebaliknya adalah sebuah fitrah manusia yang merupakan nikmat di dunia yang telah Allah SWT berikan.



Dijadikan indah pada (pandangan) manusia kecintaan kepada apa-apa yang diingini, yaitu: wanita-wanita, anak-anak, harta yang banyak dari jenis emas, perak, kuda pilihan, binatang-binatang ternak dan sawah ladang. Itulah kesenangan hidup di dunia dan di sisi Allah-lah tempat kembali yang baik (surga).(QS. 3.14)



Tetapi apakah benar, seorang yang jatuh cinta itu benar-benar akan menunjukkan cintanya ? Atau mungkin hanya nafsu syahwat belaka. Apakah dengan perasaan cintanya, langsung serta merta meng-azamkannya untuk segera menikah ? Pada kenyataannya tidak otomatis demikian. Justeru dengan ”perasaan cinta” yang dimiliki, banyak orang yang larut dengan ”dunia cinta” nya. Sebagian orang malah membiarkan perasaan cintanya sampai berbulan-bulan dan bahkan sampai bertahun-tahun. Semakin lama seseorang dalam ”dunia cinta” nya, maka ia akan semakin hanyut dan terlena.



Berapa banyak orang yang jatuh cinta pada akhirnya mereka pun tenggelam dengan berpacaran. Orang yang sudah tenggelam dengan pacaran, maka ia pun akan semakin larut dengan nafsunya.



Permasalahannya lain yang timbul adalah ketika seseorang sudah jatuh cinta dan sepakat untuk pacaran - bukan sepakat untuk menikah, maka perasaan cinta yang sudah larut tersebut akan terbawa terus, bahkan selama hidupnya seseorang akan ingat bagaimana waktu ia jatuh cinta. Sehingga, seandainya ia menikah dengan orang lain, maka kehidupannya sedikit banyak akan dipengaruhi memori pada saat dia jatuh cinta dengan orang lain tersebut. Ini belum apabila dia ”patah hati” atau ”putus cinta”. Sudah banyak orang yang gila gara-gara masalah ini. Sudah banyak orang yang nekad bunuh diri karenanya. Dan sudah banyak orang yang tidak mau menikah sampai seumur hidupnya gara-gara masalah ini. Inilah yang perlu diwaspadai.



Hati kita cuma satu, maka berhati-hatilah kalau kita jatuh hati. Maka kenalilah cinta sebelum kita jatuh cinta, tetapi menikah tidak harus dengan cinta. Wallahu a’lam bishowab.

Mereka Tak Pernah Menyerah

novi_khansa



Kalau mau belajar arti pantang menyerah lihatlah anak kecil di sekeliling Anda. Merekalah jiwa-jiwa yang tak akan pernah berhenti hingga berhasil. Kalau hari ini belum bisa, maka besok mereka akan mencoba lagi. Kalau tadi gagal, jatuh, mereka tidak akan jera, dan terus berusaha mencoba.

============ ========

Manusia rentan pada masa-masa kegagalan. Proses yang dijalani seolah-olah menjadi sia-sia. Lalu, akan hadir keengganan untuk mencoba kembali.
Coba kita tengok anak kecil di sekeliling kita. Apakah mereka pernah merasakan takut dan tak ingin ketika dilahirkan. Padahal kenyamanann begitu terjamin di rahim sang Bunda. Ketika lahir ke dunia, untuk meminta apapun, mereka harus menangis.
Berjalannya waktu, secara alami mereka akan belajar tengkurap, berguling, merangkak, hingga berjalan, dan tiba masanya mereka berlari sangat cepat.
Mari kita sama-sama perhatikan anak usia 1 tahun. Mereka melihat di sekelilingnya bisa berjalan, tampaknya menyenangkan. Mereka pun mencoba, kadang kita membantu dengan menuntunnya hingga akhirnya kaki-kaki kecil itu bisa melangkah.
Ibu saya pernah punya kekhawatiran, saya tak mampu berjalan dengan kondisi kaki yang lemas dan kecil. Padahal saat itu gizi saya terjamin, saya pun mendapatkan ASI ekslusif. Tapi, berjalannya waktu saya mampu melangkah kaki-kaki saya hingga hari ini. Kenikmatan berjalan yang kadang tidak kita sadari.
Anak-anak tak pernah merasa takut, tak pernah jera ketika gagal. Rasanya sebagai manusia dewasa, saya merasa malu kepada mereka.
Salah satu keponakan saya bernama Fahmi, usianya sudah 18 bulan. Karena kondisi alergi pada dirinya, tubuhnya begitu kecil. Tapi, itu tak menghalangi dia mencoba menaiki beraneka benda yang ada di jangkauan. Dia pernah menaiki motor-motoran milik kakaknya yang berusia lima tahun. Mencoba dan terus mencoba hingga akhirnya dia bisa. Kadang justru kekhawatiran hadir di tengah kami.
Lain lagi dengan saudara kembarnya, Fahimah yang bertubuh lebih gemuk. Beum lama, dia hampir jatuh dari tangga karena mencoba menaiki tangga. Biasanya, ketika dia menaiki tangga, kami akan mengawasinya dari belakang. Tapi, begitu gesitnya Fahimah mencapai tangga, hingga hampir dia terjatuh. Selanjutnya, dia sempat tak berani menjelajahi tangga itu. Tapi, tidak lama kemudian dia kembali menaiki tangga tanpa takut.
Sering saya perhatikan tiga keponakan saya. Mereka sangat lucu dan menggemaskan. Binar matanya sangat indah. Di sana terpancar kekuatan untuk selalu berusaha, tidak kenal kata menyerah. Mereka selalu bersemangat mencoba hal-hal yang baru.
Mereka memang anak-anak, akan menangis ketika jatuh dan belum berhasil. Tapi, hanya sebentar mereka menangis, kemudian bangkit lagi dan sudah berlari.
Ketika beranjak besar, kita banyak dihadapkan pada berbagai masalah dan keadaan. Di sana kita diuji, apakah kita akan menyerah atau terus maju. Di sana ada proses pembelajaran. Di sana ada proses kedewasaan. Di sana banyak hal kita dapatkan. Di sana pun ada pilihan, mau menyerah atau tetap maju...
Mari sama-sama belajar pada buah hati kita, keponakan kita, adik-adik kita, sebuah usaha tanpa kenal kata menyerah. Bukankah kita memang harus berusaha dan hasil akhir hanya Allah yang menentukan.
SEMANGAT!!!
SEMANGAT!!!
SEMANGAT!!!




*nop yang ketika "down" dapat bisikan: "kamu bisa, kamu bisa, kamu bisa... kamu bisa... insya Allah... ayo jangan menyerah, bisa... SEMANGAT (jayus.mode. on )

Tuhan Tidak Murka

Kondisi yang akhir-akhir ini menyelimuti negeri kita tercinta Indonesia yang bagaimana pun keadaannya tidak bisa kita ingkari bahwa kita lahir di bumi ini, makan minum dari hasil bumi ini dan mungkin nanti meninggal juga dikubur di bumi ini. Semoga ke depan, dari bumi Indonesia inilah terjadinya kebangkitan dan kejayaan Islam yang sebenar-benarnya Islam. Aamiin.

Seandainya skala waktu kehidupan ini hanya dunia, seandainya hidup kita ini sekadar sepanjang jatah usia kita, maka yang rumahnya kena banjir dan longsor adalah para koruptor, pengkhianat- pengkhianat amanat rakyat, para pendusta masyarakat, serta orang-orang yang ke­lakuannya menyakiti ’hati’ Tuhan.

Tapi, tidak demikian yang terjadi. Banyak orang kecil, yang selama ini hidupnya sengsara, sekarang disiksa banjir dan diusir longsor. Sebaliknya, lebih banyak lagi pencoleng dan penjahat politik ekonomi kenegaraan yang tidak tersentuh musibah.

Untung ada ilmu hikmah dari Allah. Seorang anak fakir dengan susah payah bekerja sejak kecil untuk membiayai sekolahnya sendiri, sampai akhirnya bukan hanya menjadi sarjana, bahkan sukses jadi doktor. Menjelang hari wisuda kedoktorannya sekaligus men­jelang hari pernikahannya, Tuhan mengambil nyawanya. Keluarganya nangis nggero-nggero, tetapi tangis mereka mungkin segera mereda jika telinga rohani mereka mendengar kata-kata Tuhan : "Anakmu itu hamba teladan di pandangan mata-KU. Ia lulus cumlaude, jadi Indonesia yang kotor tidak berhak mengotorinya sedikitpun. Maka, KU­ambil ia untuk menjadi salah satu kekasih-KU.. .".

Kaya tidak berarti jaya di mata Tuhan atau di skala dunia akhirat. Miskin tidak berarti kehinaan. Selamat dari longsor dan banjir tidak sama dengan diselamatkan Tuhan. Yang menderita karena banjir justru mungkin sedang ditagih utangnya oleh Allah, supaya halal bihalal dengan Tuhan, sehingga kalau mereka mengikhlaskan keadaan karena banjir itu, maka karamah dan surga Allah menantinya.

Sementara, yang seakan-akan selamat, oleh Allah justru dibiarkan menumpuk utang-utang kepada-Nya. Allah melakukan istidraj, mbombong, nglulu. Maka, manusia jengkel; orang yang diharapkan njlungup nang sumur karena pekerjaannya nglarani atine wong cilik malah leha-leha dengan jas dan dasinya. Yang diharapkan selamat di dunia malah oleh Tuhan diberi ujian untuk membuka derajat tinggi di surga­Nya kelak.

Kesimpulannya sederhana. Yang tidak terkena banjir dan langsor jangan GR dan takabur. Yang terkena jangan merasa menderita. Jangan sakiti ’hati’ Tuhan dengan ngersulo atas kehendak-Nya.

Tuhan tidak sedang murka kepada kita. Tuhan terlalu besar dan agung untuk terganggu oleh pengkhianatan kita.

Kalau Tuhan murka, alangkah sepelenya kadar kemurkaannya: sekadar banjir, longsor, api membakar di sejumlah tempat. Ukuran kesalahan kita semua ini, dari sudut akidah dan akhlak di wilayah-wilayah politik ekonomi kebudayaan, sama sekali tidak lebih rendah dibanding kedurhakaan kaum Nuh AS yang kemudian ditelan oleh air bah raksasa. Jadi, kalau Tuhan murka, Jakarta seluruhnya ditelan bumi supaya kaum intelektual berpikir tentang ibu kota baru Indonesia. Jawa Timur dilindas air bah merata dan sisanya dihanguskan oleh api supaya penduduknya mulai belajar berpikir adil dan rendah hati.

Penderitaan yang kita alami seminggu terakhir ini sama sekali belum sepadan sebagai imbalan bagi kebusukan hati, kepincangan akal, dan kebobrokan moral yang kita selenggarakan beramai-ramai beberapa tahun terakhir ini. Itu pun siapa yang sungguh-sungguh menderita ?

Lihatlah ke jalanan, mal-mal, plaza, siaran TV, berita koran... hampir semuanya masih senang-senang saja, masih cengengesan dan pencilakan. Maka, silakan meneliti sendiri apa sebenarnya yang engkau alami hari-hari ini. Baik engkau sebagai individu,engkau sebagai anggota masyarakat, engkau sebagai warganegara, engkau sekeluarga, engkau sebagai hamba Allah. Apakah Tuhan sedang memberimu peringatan, ujian, ataukah hukuman, atau semua unsur itu ada sekaligus dalam pengalaman kita. Syukur kalau engkau diperingatkan, berarti masih di­sayang dan dibukakan kemungkinan untuk selamat. Silakan teliti mana reformasimu ? Sudan empat tahun, ternyata bohong ya. Mana demokrasimu. Mana kinerja amanah wakil-wakilmu. Ulangi lagi kutukan-kutukanmu dan sesekali ucapkan kepada dirimu sendiri : jangan-jangan kau kandung Suharto di sel-sel. darahmu. Jangan-jangan kau bekerja di perusahaan hasil money laundering-nya Cendana. Siang hari kau teriak-teriak demo, sambil bawa handphone dan fasilitas uang cipratan hasil penjualan senjata internasional yang memerlukan pasar konflik di Timur Tengah dan Indonesia Raya dengan kamuflase demokratisasi, HAM, dan otonomi daerah.

Kalau engkau dan para aktivis pahlawan-pahlawanmu itu berteriak : "Adili Suharto!", "Berantas KKN!" dan seterusnya, apakah karena engkau berpikir hukum, ataukah karena diam-diam engkau menyimpan ucapan, "Mestinya aku dong yang kaya raya seperti Suharto.... Bukankah pemerintah dan wakil-wakilmu sekarang melakukan hal yang sama persis, bahkan lebih parah, dibanding pelaku-pelaku era yang mereka kutuk?

Sebagian dari kita mungkin diuji oleh Allah. Kalau diuji, berarti disediakan derajat yang lebih tinggi. Atau mungkin di banyak konteks, kita memang dihukum oleh Tuhan. Di­adzab.

Tetapi, adakah orang yang keberatan dengan adzab Allah ? Bukankah engkau masih terus bergembira ria dengan proyek-proyek dulinan, produk-produk picisan main-main, tayangan-tayangan senang-senang, pemuatan gambar dan berita celelekan ?

Tetapi, sementara ini bergembiralah karena rahmat Tuhan memang berbeda dengan barokah-Nya. Rahmat itu universal. Silakan maling dan korupsi, Anda tidak dihalangi oleh Allah untuk tetap merasakan enaknya makan sate, nikmatnya memangku hostes dan nyamannya mengambil uang rakyat di kas kantor. Rahmat itu diperuntukkan bagi siapa saja, kiai, maling, pengojek, pencopet, mubalig, pelacur. Siapa pun.

Barokah tidak demikian. Silakan, sukses kaya raya berkuasa di muka bumi dan saya tidak akan mengatakan kepada Anda "belum tentu hidup Anda barokah" karena Anda toh tidak membutuhkan barokah. Bahkan, Anda belum tentu butuh Tuhan. Ngaku saja : kalau Tuhan membebaskan Anda dari shalat, puasa, berbuat baik dan seterusnya, Anda senang kan ? Shalat dan ibadah itu tidak enak bagi kebanyakan kita. Maka, kalau Tuhan kasih tulisan di langit "Mulai hari ini Kubebaskan kalian dari kewajiban shalat ! ", kita akan bersorak-sorai dan pesta-pora.

Bahkan, kalau Tuhan tidak ada, malaikat tidak ada, surga tidak ada, Nabi dan Agama tidak ada asalkan Anda punya uang banyak : Anda mau kan?

Tolong sebut beberapa jenis perilaku pemerintah, wakil rakyat, dan masyarakat kita dewasa ini yang bisa dijadikan Allah alasan untuk menyelamatkan kita. Bahkan, persyaratan untuk hancur lebur sudah sempurna kita miliki. Al'afwu minkum.

KEKUATAN HATI MELEBIHI KEKUATAN PIKIRAN

KEKUATAN HATI MELEBIHI KEKUATAN PIKIRAN



Oleh: Eko Jalu Santoso, www.ekojalusantoso. com





Dalam berbagai training dan seminar motivasi, para motivator seringkali mengajarkan kita untuk selalu berpikir positif. Dalam berbagai tulisan, artikel dan buku-buku motivasipun, para motivator dan penulis juga mengajarkan kita untuk selalu berpikir positif untuk meraih kesuksesan. Memang tidak diragukan lagi kalau kekuatan pikiran positif dapat membawa manusia meraih kehidupan yang positif dan meraih kesuksesan. Maka tidak heran kalau para motivator selalu mengajak kita untuk berpikir positif agar dapat meraih kehidupan yang positif.

Namun, sebagai manusia yang beriman, saya mengajak sahabat semuanya tidak hanya mengandalkan kekuatan otak semata, bukan hanya mengandalkan akal dan kekuatan pikiran semata dalam kehidupan ini. Karena ada kekuatan lain yang lebih dahsyat dari kekuatan otak, akal dan pikiran manusia. Kekuatan ini selain dapat mengantarkan manusia meraih Sukses, juga mampu mengantarkan manusia pada kebijaksanaan dan meraih kemuliaan hidup. Yakni kekuatan hati atau kekuatan hati yang positif, kekuatan hati nurani, kekuatan hati yang jernih. Kekuatan hati ini memiliki kedahsyatan yang melebihi kekuatan pikiran manusia. Karena hati adalah rajanya, hatilah yang mengatur dan memerintahkan otak, akal pikiran dan panca indra manusia.



Kekuatan Hati Lebih “Powerfull”



Di dalam kitab suci Al-Qur’an, secara jelas Allah swt telah menyampaikan bahwa manusia dianugerahi akal untuk berpikir dan memecahkan masalah serta dianugerahi hati untuk memahami realitas. Di dalam hati atau Qalbu ada yang disebut dengan hati nurani atau seringkali disebut hati yang terdalam. Hati nurani ini merupakan sub system di dalam hati yang bekerja secara konsisten ter­hadap kebenaran, kebaikan, kejujuran dan berbagai sifat-sifat mulia lainya. Hati nurani ini berfungsi mengingatkan manusia pada kebenaran, meluruskan ketika manusia melakukan kesalahan, mengingsatkan untuk berbuat kebaikan dan untuk intro­speksi terhadap apa yang ada dalam jiwanya. Disinilah sesungguhnya tempat bersemayamnya sifat-sifat kemuliaan Allah swt



Di dalam hati terdalam manusia sudah tertanam “ built in” percikan sifat-sifat “Illahiah” dari Allah Tuhan Sang Pencipta Kehidupan. Diantara percikan sifat-sifat mulia Allah swt yang sudah tertanam dalam hati manusia adalah sifat kepedulian, kesabaran, kebersamaan, cinta dan kasih sayang, bersyukur, ikhlas, damai, kebijaksanaan, semangat, dan lain sebagainya. Karena itu sesungguhnya kekuatan hati ini sangat “powerfull” untuk meraih kesuksesan dan kemuliaan dalam segala bidang kehidupan. Bagi mereka yang dapat memelihara kejernihan hatinya, akan memiliki kekuatan pandangan mata hati yang tajam, mampu menembus dimensi ruang dan waktu. Kekuatan ketajaman mata hatinya melebihi kekuatan pandangan mata kepala yang sangat terbatas jangkauan pan­dangannya.



Di dalam hati kita sesungguhnya tempatnya pusat ketenangan, kedamaian, kesehatan, dan kebahagiaan sejati yang hakiki. Bahkan hati kita merupakan cerminan dari diri dan hidup kita secara keseluruhan. Di dalam hati terdapat sumber kesehatan fisik, kekuatan mental, kecerdasan emosional, serta penuntun bagi manusia dalam meraih kemajuan spiritualnya. Hati menjadi tempat di mana sifat-sifat mulia dari Allah swt Sang Pencipta Kehidupan bersemayam. Hati adalah tempat dimana semua hal yang terindah, semua hal yang terbaik, hal yang termurni, dan tersuci berada di dalamnya.



Kalau demikian, tidak diragukan lagi bahwa kekuatan hati kita sangat “powerfull” dan sangat dahsyat. Kekuatan hati ini dapat membawa manusia bukan hanya meraih Sukses, namun juga meraih kebijaksanaan, kebahagiaan dan kemuliaan dalam segala bidang kehidupan. Hati yang jernih dapat melahirkan pikiran-pikiran yang jernih dan pada akhirnya dapat melahirkan tindakan-tindakan mulia berdasarkan suara hati nurani. Kejernihan hati dapat menjadikan manusia menjadi mampu bertindak bijaksana, memiliki semangat positif, cerdas dan berbagai sifat-sifat mulia lainnya. Dengan hati yang jernih, kita dapat berpikir jernih dan menjalani kehidupan dengan lebih produktif, lebih semangat, lebih efisien dan lebih efektif untuk meraih tujuan.



Hati Adalah Kunci Keberhasilan Hubungan



Hati juga menjadi kunci keberhasilan hubungan manusia dengan Tuhannya. Karena hati adalah tempat bersemayamnya Iman, dengannya kita bisa berkomunikasi dengan sang Khaliq. Hati juga menjadi kunci keberhasilan hubungan dengan sesama manusia. Hubungan yang dilandasi kejernihan hati akan tumbuh lebih sehat, baik dan konstruktif dengan siapapun. Karena hubungan yang dilandasi kejernihan hati akan mengedepankan kasih sayang, kejujuran, kebersamaan dan saling menghormati. Hubungan dengan sesama manusia akan terasa menyenangkan, menghadirkan kedamaian dan kebahagiaan. Dengan demikian akan semakin banyak orang lain yang akan memberikan dukungan bagi kesuksesan kita.



Dalam kehidupan sebaiknya jangan hanya mengandalkan kekuatan otak dan akal pikiran semata. Karena otak atau pikiran merupakan sesuatu yang terbatas dan bersifat sementara. Berusahalah mendengarkan suara hati nurani, menggunakan kekuatan hati yang positif sebagai pembimbing dalam kehidupan. Karena dialah sesungguhnya diri sejati Anda. Hatilah tempat sifat mulia Allah swt Sang Pencipta bersemayam di dalam diri kita. Dengan senantiasa mendengarkan suara hati nurani berarti mendengarkan suara Allah. Dengan senantiasai menggunakan kekuatan hati berarti menggunakan kekuatan yang dianugerahkan Allah. Menjadikan hati sebagai pembimbing kehidupan, akan membawa manusia menjalani kehidupan dengan penuh kedamaian dan kebahagiaan. Kalau seseorang dapat merasakan kedamaian hati dan kebahagiaan hati, maka akan memiliki hidup yang penuh dengan Sukses dan kemuliaan.



Meskipun demikian tantangan dalam kehidupan modern dewaa ini adalah adanya berbagai godaan yang seringkali dapat mengotori kejernihan hati kita. Seperti adanya sikap egoisme, mementingkan hawa nafsu, mengikuti ambisi meraih kekuasaan dengan menghalalkan segala cara dan berbagai emosi-emosi negatif seperti amarah, dendam, benci dan iri hati, dapat menjadikan kejernihan hati menjadi terbelenggu. Hati yang terbelenggu cahaya kejernihannya tidak dapat memancar ke permukaan. Inilah yang dapat melemahkan kehidupan spiritual umat manusia. Kalau dibiarkan, dapat menjadikan kita semakin sulit mendengarkan bisikan hati dan lebih mempercayai atau mengandalkan kemampuan otak serta produk-produk pikiran atau akal semata. Inilah yang akan melahirkan ketidak seimbangan antara kemampuan nalar dengan hati nurani, sehingga melahirkan berbagai masalah dalam kehidupan.



Lantas bagaimana agar kita dapat menjaga kejernihan hati dalam kehidupan modern yang penuh dengan tantangan dan godaa ini ? Bagaimana dapat memberdayakan kekuatan hati yang positif dalam meraih kehidupan yang penuh potensi dan keagungan insani ? Buku “Heart Revolution, Revolusi Hati Nurani Menuju Kehidupan Penuh Potensi” karya Eko Jalu Santoso yang diterbitkan Elex Media Komputindo, mengajarkan kita untuk mampu mendengarkan suara hati dan memberdayakan dalam meraih kehidupan yang poenuh potensi dan keagungan insani. Sebagaimana disampaikan oleh Dr. Muhammad Syafii Antonio, Chairmain Tazkia Business School , “Buku Heart Revolution ini dengan sangat baik mempetakan berbagai pola hidup yang melupakan hati, kemudian berusaha untuk menemukan suara hati yang murni lantas memberdayakannya. Jika hati sudah terberdayakan maka akan terciptalah revolusi diri dan revolusi kehidupan yang pada gilirannya revolusi ummat, berhijrah kearah yang lebih baik."



Sahabat semuanya, saatnya untuk kembali pada hati nurani. Bukan hanya mengandalkan kekuatan otak dan pikiran semata, tetapi dengarkanlah suara hati nurani Anda. Jadikanlah suara hati nurani Anda sebagai pembimbing dalam setiap langkah kehidupan, agar rahmat dan berkah dari Allah senantiasa mengalir dan memberikan yang terindah untuk hati, perasaan dan seluruh diri kita. SEMOGA BERMANFAAT.



*** Eko Jalu Santoso adalah Founder Motivasi Indonesia (motivasiindonesia@ yahoogroups. com) dan Penulis Buku “ The Art of Life Revolution” dan buku “Heart Revolution, Revolusi Hati Nurani Menuju Kehidupan Penuh Potensi”, keduanya diterbitkan Elex Media Komputindo.

Dear, Kekasihku

Catatan Kecil (1) : (Bagi yang sudi melirik tulisan saya) Saya harap, sebelum membacanya, tarik napas dalam-dalam! Hembuskan napas pelan-pelan. Tutuplah mata Anda dan kosongkan pikiran Anda sejenak! Buanglah jauh-jauh prasangka buruk di hati Anda! Tanamkan positive thinking! Ingat! Kita sudah mendapat pelajaran di kelas, kalau 'Cinta Itu Universal' yang dibawakan oleh Ustadz Udo. Ingat, kan? Ok! Selamat Membaca! Dan, Silahkan dikomentari! Tunggu! Anda sudah menepati peraturannya, bukan? ^_^


Dear, Kekasihku!

Apa kabar dihari ini? Sudah lama kita tak bersua di sana. Adakah kau sudah merindukan aku? Pasti. Seperti aku merindukanmu di sini.
Sabarlah, Kasih!
Besok aku akan pulang dari negeri ini. Pulang ke tempatku lebih banyak bermalam. Tahukah kau, Kasih? Aku begitu capek sekali. Letih bercampur senang. Aku tahu, saat aku tiba nanti, kau pasti meminta cerita dariku. Untuk itu, kutuliskan cerita lewat surat jika kita bertemu di tempatku pulang nanti. Aku tak punya tenaga untuk bercerita. Aku ingin tidur jika tiba di rumah. Melepaskan diri dari segala lelah dari perjalananku.
Maka, kuminta padamu, Kasih. Jangan bertanya apa-apa! Baca saja surat pertemuan ini. Oke?
Sebelumnya, maafkanlah saya yang tidak mengirim pesan padamu kalau hari itu, saya akan bertolak ke negeri seberang. Kekasihmu ini amat sibuk menjelang keberangkatan itu. Tetapi, bukankah kita pernah berjanji? Kalau suatu hari kelak saya ke suatu tempat, akan kumasukkan kau ke dalam kantongku dan membawa kau ke mana kakiku melangkah. Dan saat itu, kau juga berkata, engkau akan menjadikanku selendang untuk menghangatkan lehermu dan membawaku ke mana saja kakimu menuju. Adakah kau masih ingat, Kasih?
Dengan demikian, aku percaya kalau kau selalu bersamaku. Jadi, anggap saja cerita ini sebagai cerita ulangan bagimu.
Aku tahu, jika aku berkelana ke negeri orang, kau selalu mengingatkanku banyak hal. Terutama yang berkaitan dengan kesehatanku. Aku masih ingat ketika kau memesanku agar jangan lupa sarapan. Karena kau tahu, gastric amat menyebalkan. Jangan khawatir, Kasih! Aku makan 4 kali sehari. Pagi, siang, sore dan malam. Semua orang memperhatikan aku. Layaknya seorang anak kecil yg belum bisa menyuapi diri sendiri.
Aku juga tidak lupa untuk menuruti nasehatmu, "Minumlah air putih banyak-banyak! Karena ia baik untuk kesehatan dan kelembaban kulitmu. Juga, mencegah datangnya panas dalam. Perbanyaklah makan buah-buahan. Karena ia bagus untuk seorang wanita. Apalagi gadis seumuranmu".
Terimakasih, Kekasihku! Engkau begitu perhatian.

Adakah kau ingin bertanya, makanan apa yg lebih banyak aku makan di sini? Aku yakin, kau pasti menanyakan hal itu. Karena kamu tahu, jika melakukan perjalanan seperti ini, kebanyakan menu yg dihidangkan adalah dari daging ayam, sapi atau kambing. Sedangkan, kamu tahu kalau aku tidak doyan makan-makanan seperti itu. Makan sih, makan. Tetapi, tidak banyak. Mungkin, karena hal itu, kau tidak pernah memintaku memasak sesuatu dari daging seperti itu. Setiap hari, kau meminta menu dari sayur dan ikan dariku. Kau tidak pernah cerewet. Walaupun, kau pernah bercanda di meja makan.
"Sesekali makanlah banyak-banyak daging, Lin! Agar badanmu gemuk sedikit!"
"Boleh, Kekasihku! Kalau kau meminta, akan aku masakkan untukmu. Bukan berarti saya tidak doyan makan-makanan yg berlemak, lantas tidak mau memasakkannya untukmu. Tidak, Kasih! Bukankah kau selalu menasehatiku agar aku belajar untuk tidak egois. Apalagi, aku bisa memakannya. Walaupun, tidak seberapa. Bagaimana? Adakah besok malam kau mau aku masakkan menu dari daging ayam, sapi atau kambing?" Kataku panjang lebar dengan kalimat yg tidak nyambung.
"Tidak, Kasih! Aku hanya ingin mengatakan kalau seorang gadis yg gemuk akan terasa comel kelihatannya. Banyak orang yg ingin mencubit pipinya."
"Aku bukan baby lagi. Jika ada orang yg berani mencubit pipi kekasihmu ini selain keluarga dekat atau teman dekat, tinju dari jemariku ini akan membalas cubitan di pipinya juga."
Seperti biasa, kau tertawa terbahak-bahak. Dan, aku pun ikut tertawa. Ya. Itulah kau. Kau amat memahamiku. Kau tahu kalau sekarang aku suka tertawa. Walaupun kamu tidak pernah mendengarku tertawa terbahak-bahak. Seperti kata sahabatmu pada suatu hari, "Lin, bagaimana sih tertawa kamu yg sebenarnya?"
"Ha? Masa sih kamu tidak tahu? Bukankah setiap hari aku tertawa? Bahkan, boleh dikatakan setiap menit, aku pasti tertawa." Kataku menjelaskan pada sahabatmu itu.
"Itu bukan tertawa terbahak-bahak. Tetapi, tawa biasa atau senyum. Yg kutanyakan tawa bahak-bahakmu. "

Sebenarnya, jauh dari relung hatiku, aku juga bertanya, benarkah aku tidak pernah tertawa terbahak-bahak? (Alhamdulillah kalau benar. Karena itu sesuai dengan cara tawa yg dicontohkan oleh Rasulullah). Aku bertanya padamu, Kasih. Benarkah? Ah, Kasih! Kau malah memperkuat pendapat sahabatmu itu dengan menjawab pertanyaan hatiku dengan kata, 'ya'.
Baiklah. Aku terima pendapatmu. Karena aku tahu, kau lebih memahamiku. Melebihi pemahamanku sendiri. Kenapa aku berkata demikian?
Aku masih ingat, ketika kau bertanya disuatu pagi, "Kau punya masalah?"
"Gak!" jawabku dengan senyuman
"Kau pasti membohongiku. Aku tahu, pagi ini kau tersenyum. Tetapi, senyumanmu itu bukan lahir dari hatimu. Iya, kan?"
"Kau ini. Ada-ada saja!"
"Jangan selalu membohongi diri sendiri, Sayang! Tidak baik buat kesehatan jiwamu. Aku tahu, kau ingin menghibur diri dengan senyuman dan tawa. Karena sifatmu itulah, aku amat mencintaimu! " katamu panjang lebar.
Akhirnya, kutak kuasa lagi menahan air mataku. Kuberlari dalam pelukanmu. Aku menangis sepuas-puasnya. Kau pun memelukku erat-erat. Dan tanpa aku minta, tanganmu membelai rambutku yang panjang itu.
"Menangislah! " kata itu keluar beberapa kali dari bibirmu.
"Kau tidak perlu bercerita! Aku tahu semuanya, Kasih. Aku tahu senyumanmu hilang karena sahabatku. Sahabat yg rela menerima percikan lumpur dari jalanan. Sahabat yg belum mampu menolak noda hitam dari kotoran. Sahabat yg begitu cepat menyimpulkan sesuatu. Sahabat yg belum beberapa detik mengenalmu, tetapi sudah berani berpikir yang bukan-bukan terhadap dirimu. Kamu bersedih karena hal ini, kan?" tanyamu dengan lemah lembut di telingaku.
Aku tak menjawab pertanyaanmu. Aku masih dalam alam keisakanku.
"Janganlah bersedih! Hapus air matamu! Kau tidak pantas bersedih karena hal sepele seperti itu. Percayalah! Itu adalah tabungan terbesar untuk bertemu dengan Kekasih Abadimu. Bukankah fitnah lebih kejam dari membunuh? Sudah! Positive thinking sajalah, Sayang! Bukankah yang lebih tahu dirimu adalah Dia, aku dan kamu? Biarkan saja mereka berpikiran dengan pikiran mereka masing-masing. Biarkan saja mulut mereka berbusa bercerita tentang kamu. Biarkanlah! Berpura-puralah jadi gadis yg buta dan tuli. Biarkanlah! Asalkan kamu tahu dan yakin, kalau langkah kakimu masih di jalan yg tepat. Biarkan mereka memberi angka-angka pada jalan hidupmu. Terimalah angka apa saja yang mereka suguhkan padamu! 8, 7, 6, 5, atau 4 sekalipun. Terima dengan lapang dada!"
"Kenapa aku harus berlapang dada? Bukankah namanya itu tidak adil?" kataku membantah
"Bukan tidak adil, Sayang! Tetapi, itulah kebodohan yg mereka tunjukkan. Bukankah waktu ulangan hidupmu belum usai? Jika pun waktu itu tiba, bukankah yg berhak menilaimu hanyalah Dia. Kekasih Abadimu. Dunia ini penuh mulut. Jika tidak ada mulut yang terbuka melafaz kata, bukan kehidupan namanya. Tinggal kita yang harus memilah-milah, mana yang harus kita dengar, mana tidak. Mana yang harus kita simpan dalam hati, mana tidak. Buat apa dijaga dan dipelihara kalau kata-kata itu hanya akan merusak diri-sendiri? Adakah kau sudah lupa apa kata ayahmu? Bersyukurlah jika ada orang yang melempar kata kepadamu yang bukan sama sekali milikmu. Sesungguhnya, itu adalah sebuah amalan baik yang besar. Adakah kau juga sudah lupa bahwa jika ada orang yang berbuat baik kepadamu, anggaplah itu sebuah rezeki. Jika ada orang yang memarahi, membencimu atau memakimu, itu adalah hak mereka? Bukankah begitu, Kekasihku?"
Sekali lagi kau melanjutkan kalimatmu saat kau melihat kebingungan di mataku.
"Dekati orang itu! Berikan senyuman! Sapalah dia dengan ramah! Berikan perhatian sebagaimana kamu memperhatikan semua orang yg kau kenali. Dan yg lebih penting, minta maaflah padanya!"
"Maaf?" tanyaku kaget
"Iya. Bukankah kau telah memarahinya dalam hati? Bukankah kau telah bertengkar dengan dia? Bahkan, kau ingin memutuskan silahturahmi. Minta maaflah karena hal itu! Bukankah baru-baru ini, kau juga telah melukai seseorang tanpa kau sengaja? Lalu, kau meminta maaf kemudian menjauh karena perasaan bersalah masih menghantuimu. Tetapi, orang itu malah mendekatimu. Bahkan, melakonkan sesuatu yg tidak biasa dia lakukan. Dan kau menangis terharu karenanya. Jadilah sepertinya!" kau berhenti sejenak. Mungkin, kau ingin agar aku mencerna kata-katamu barusan.
"Kini, saya pesankan padamu. Belajarlah bijak berbicara! Aku tahu, kamu adalah gadis yang polos dan lugu. Aku tahu, itu. Karenanyalah, aku amat mencintaimu. Cuma, terkadang ada sesuatu yg tidak membutuhkan kepolosan dan keluguan. Sekali lagi, belajarlah bijak berbicara! Agar orang lain tidak salah paham, tersinggung atau merasa jengkel padamu. Agar orang lain tidak menyalah artikan kata-katamu. Sudah! Lupakanlah hal ini! Tersenyumlah kembali! Nikmati hari-harimu! "

Begitulah nasehatmu panjang lebar setiap kali menemukan keganjilan dalam diriku. Ya. Kau adalah type kekasih yg amat kukagumi. Kau selalu membimbingku atas keganjilan itu. Kau tidak memilih diam atau menjauh. Kau tetap setia di sisiku dalam keadaan apa jua. Karena kamu tahu kalau pengetahuanku tentang segala hal masih amat minim. Kamu juga tahu, kalau aku amat membutuhkan orang yg pemikirannya lebih oke dariku. Orang yg bisa menuntunku.

Terimakasih, Kekasihku!
Karena kamu, aku mengenal tawa. Tawa saat pertama kali berjumpa. Ya. Yang aku tahu saat itu, aku begitu bahagia mengenalmu. Namun, kau memberiku tangis saat pertama kali aku merasakan sentuhan tangan konkrit dari seorang ibu dan ayah. Tangis yang akan menjadi sejarah sepanjang masa.

Adakah kamu tahu, Sayang?
Di sini, aku bagaikan orang gila. Tersenyum sendiri. Tertawa sendiri. Ya, kau telah memberiku kehidupan yg aneh dalam hidupku. Hingga seorang temanku bertanya, "Dari tadi kamu senyum-senyum sendiri. Bahkan, tertawa tanpa sebab. Ada apakah?"
"Orang tersenyum atau tertawa pasti ada sebabnya, Kawan!" kataku dengan senyuman yg tambah melebar.
"Kalau begitu, ceritakanlah sebab senyum dan tawamu itu! Bukankah indah kalau rasa bahagia itu dibagikan juga dengan orang lain?"
Tanpa kehilangan senyuman, kulontarkan sebuah kalimat dengan agak malu-malu, "Aku mengingat dan merindukan kekasihku."
"Wouw... pasti kekasihmu, hebat. Sampai-sampai membuatmu seperti ini!"
"Iya. Kekasihku memang hebat." kataku dengan pipi kemerah-merahan
"Kalau boleh tahu, siapa nama kekasihmu itu?"
Tiba-tiba, aku terdiam mendengar pertanyaan temanku itu.
"Kenapa? Gak boleh ya?"
Kutarik napas dalam-dalam. Lalu, menghembuskannya pelan-pelan.
"Betulkah kau ingin mengetahui nama kekasihku?" tanyaku pada temanku yg wajahnya masih kebingungan itu. Dia hanya mengangguk.
"Baiklah! Tapi, kamu harus janji jangan tertawa ya!"
"Ya, iyalah! Nama itu relatif!"
Hhmm..., "Nama kekasihku adalah..... Kehidupan!

Hahaha! Hahaha! Ada-ada saja!
"Dengarlah, Kasih! Dengarlah tawa itu! Dengan mudahnya mereka berpaling dari kata-katanya. ... Kau juga, Kasih. Aku pernah menyuruhmu mengganti namamu yg bodoh dan basi itu.
"Nama seperti apa yang kamu inginkan?" tanyamu waktu itu
"Surga!" jawabku mantap
"Terimakasih, Kekasihku! Kau telah menyebut nama indahku."
"Namamu?"
"Iya. Akulah Kehidupan! Kekasih sejatimu. Kamu tahu? Jika di akherat kelak, aku akan tetap setia di sisimu. Jika kau mengenal dan mencintai Kekasih Abadimu, aku akan menemanimu di surga. Kita akan menjalin kasih yang indah di sana. Dan, jika kau tidak mengenal dan tidak mencintai Kekasih Abadimu, aku juga akan tetap menemanimu. Tetapi, di alam lain, yaitu neraka. Tetap sebagai kekasihmu. Namun, aku mohon maaf karena di sana yang bisa kita rasakan cuma tangis kepedihan yang tiada taranya. Disaat itulah, kau akan membenciku. Kau tak menginginkanku lagi. Namun, apalah dayaku. Aku hanyalah kekasih sejati. Bukan Kekasih Abadi!"
"Kekasih Abadi?"
"Iya, Kekasih Abadi!"
"Apa bedanya Abadi dengan Sejati?" tanyaku tambah bingung.
"Kekasihku, sebenarnya ada 3 jenis kekasih. Kekasih Abadi, Kekasih Sejati dan Kekasih Setia. Kau ingin tahu perbedaannya? "
Aku diam saja. Aku betul-betul tidak mengerti apa yang kau katakan saat itu.
"Kekasih Abadi adalah kekasih yang mencipta aku, Kekasih Sejatimu. Juga, yang menghadirkan kamu dan Kekasih Setia untukmu, kelak. Kekasih Abadi, cintanya tidak akan pernah berubah padamu. Ketika masih di alam rahim sampai di akherat kelak, dia tetap menyayangi dan mencintaimu tanpa ada batasnya. Sedangkan, aku hanyalah Kekasih Sejati. Kekasih yang menemanimu dari alam rahim sampai akherat. Namun, di akherat kelak, aku mempunyai dua tempat bernaung. Surga dan Neraka. Itulah yang membedakan Sejati dan Abadi. Lalu, Kekasih Setia adalah kekasih yang hanya bisa menemanimu di dunia fana ini. Kekasih yang berusaha mencintaimu dengan segala keterbatasannya. ...." katamu panjang lebar.

Berhari-hari aku memikirkan kata-katamu itu. Hingga suatu malam ketika sedang menonton TV sambil makan kerupuk. Kau membuyarkan lamunanku yang tidak mengikuti jalan cerita film di TV itu.
"Kau bersedih lagi ya?" tanyamu sambil memandang mataku
"Tidaklah!" jawabku sambil memperbaiki badan di sofa.
"Tetapi, wajahmu berkata seperti itu."
Aku diam saja. Tiba-tiba...
"Ada surat untukmu." katamu sambil menyodorkan sebuah amplop putih yang bersih.
"Surat?"
"Iya!"
"Dari siapa?" tanyaku heran
"Buka sajalah! Nanti kau akan tahu kalau sudah membacanya," katamu dengan senyuman manis.

Perlahan kubuka amplop itu. Secarik kertas putih dengan tulisan yang indah. Begitu rapi. Belum pernah saya melihat tulisan seindah, serapi dan secantik itu. Tidak sedikit pun corat-coret yang menganggu penglihatan. Tidak ada tulisan kata yang salah. Tidak ada tinta yang tebal-tebal. Semua sejajar dalam bebaris kertas.
Perlahan, aku mulai membacanya.

Dear, Kekasihku!
Aku tidak akan bertanya apa kabar. Karena Aku melihat apa yang kamu lakukan. Aku mendengar apa yang kamu katakan. Aku bisa merasakan apa yang kamu rasakan. Aku tahu segalanya, Kasih!
Saat ini, kau sedang gundah lagi, bukan? Gundah itu boleh-boleh saja. Karena ianya, kamu akan terlatih mencari solusi. Cuma, satu pesan-Ku, kasih, jangan pernah bertindak gegabah.
Kau pasti heran dengan surat-Ku ini, bukan? Jangan heran, sayang! Aku hanya ingin mengucapkan, "Selamat Ulang Tahun!" Bertambah lagi usiamu. Sudah berapa banyakkah tabunganmu? Adakah debitmu lebih besar daripada kreditmu? Kau tidak perlu menjawabnya, Kasih! Sudah tercatat di buku diary-Ku kini. Buku yang akan kau baca jika kau sudah di batas perhentian. Sudahkah kau mempersiapkan diri tentang hal itu? Sebelum kau menjawabnya, Aku ingin bernostalgia denganmu. Dimalam ulang tahunmu ini.
Kau mau tahu, sejak kapan Aku mulai mencintaimu? Apakah kau masih ingat ketika kau pertama kali menangis di depan-Ku? Kau mencurahkan segala isi hatimu dengan lancar. Kau mengatakan segalanya tanpa memberi-Ku kesempatan untuk berbicara. Aku tidak marah dengan kecerewetanmu itu, sayang. Sama sekali, tidak. Karena kau berhak tentang itu.
Adakah kau sudah menyadari kalau sejak itu, kau berubah menjadi gadis yang cengeng setiap kali berdialog dengan-ku? Ah, Kekasihku! Aku amat mencintaimu karena tangismu. Tangismu itulah yang selalu membuat-Ku rindu padamu.
Adakah kau tahu, ingin rasanya Aku memelukmu ketika kau melantunkan ayat-ayat suci-Ku. Ingin Aku menghapus air mata di pipimu itu. Air mata dari getaran-getaran jiwamu. Dan, mungkin kau tidak tahu, Kasih. Air matamu itu telah Ku-kumpulkan di dalam ember-ember- Ku di sini. Air mata yang akan menjadi air mandi di kolam renang untuk kita berdua kelak. Ketika kita bertemu untuk pertamakalinya. Air yang akan mencuci segala kotoran dan keringatmu saat pulang dari bekerja. Air yang akan menjadikanmu segar kembali layaknya seorang bayi yang baru lahir.
Adakah kau juga tahu? Lantunan ayat-ayat suci-Ku dari bibirmu yang tak berdandan itu, telah Ku-rekam menjadi sebuah pita. Pita yang akan kita putar ketika makan malam di sebuah restoran. Restoran yang belum pernah kamu kunjungi. Yang di dalamnya berhiaskan bunga-bunga berwarna putih kesukaanmu.
Adakah kau juga tahu? Di taman bunga-Ku kini, telah kutanam sebuah bunga mawar merah. Bunga yang akan Ku-selipkan di rambutmu ketika kau enggan berdandan. Ya, Aku tahu kau tidak suka berdandan. Tetapi, percayalah! Bunga mawar itulah yang akan mencantikkan kamu layaknya putri raja.
Ingin rasanya Aku memperlihatkan rasa bahagia di hati-Ku ketika kau mengucapkan terimakasih pada-Ku. Kau menitikkan air mata saat Aku mengabulkan keinginanmu. Ah, kekasihku yang cengeng! Tetapi, yakinlah! Aku amat menyayangi kekasih yang selalu mengucapkan terimakasih yang tulus pada-Ku. Tidak kira apa jua yang Ku-beri. Dia selalu menerimanya dengan wajah berseri. Sekali lagi, aku katakan, Aku amat mencintai kekasih seperti ini.
Cuma, satu pesanku, Kasih. Jagalah kado lebaran yang telah Aku hadiahkan untukmu di bulan ramadhan kali ini. Sekali lagi, jagalah kasih! Karena ia adalah salah satu kado berharga yang Aku berikan untukmu. Adakah kau tahu, kenapa Aku memberikan kado itu untukmu? Karena Aku mendengar hatimu berkata, "Alangkah indahnya jika ada orang yang tepat untuk menjadi tempatku melafazkan gejolak jiwaku!"
Ya, dia adalah orang yang tepat. Belajarlah dari dia. Mintalah tuntunan. Sesungguhnya, dia sudah matang dalam mengharungi hidup ini. Aku tahu, kamu amat menyayangi kado-Ku itu. Aku juga tahu, setiap kado yang Aku berikan, kau selalu menyayanginya dengan tulus. Cuma saja, kau masih terlalu polos dan lugu. Pintalah, agar dia tetap di sisimu. Agar dia tetap sudi menjadi pembimbingmu layaknya orang tuamu.
Oh, ya! Melalui surat-Ku ini juga, Aku sampaikan bahwa ada titipan rindu dari kedua orang tuamu. Mereka sudah amat merindukanmu. "Cepatlah pulang, anakku!" Ya, itulah do'a yang selalu mereka ulang-ulang ketika bertamu ke rumah-Ku.Tanpa Aku minta, mereka bercerita kalau mereka sudah rindu ceritamu. Sudah kangen dengan candamu. Sudah lama mereka tidak minum kopi buatanmu di pagi hari. Sudah lama ibumu memasak sendiri tanpamu. Sudah banyak uban di kepala mereka lantaran tidak ada yang mencabutkannya. Sudah lama mereka tidak merasakan pijitan dari tanganmu.
Mereka juga berkata, kalau kamu ada titipan salam dari saudara(i)mu di kampung. saudara(i) mu itu sangat berharap agar kamu pulang menyambut bulan ramadhan yang akan datang. Mereka rindu dengan nyanyianmu tidak merdu itu di mesjid. Mereka rindu dengan ceritamu yang kadang tidak nyambung itu.
Aku hanya berkata padanya, "Ya, anak bungsu perempuanmu akan pulang tidak lama lagi. Dia juga sudah meridukanmu. Cuma saja, ada beberapa hal yang perlu diselesaikan sebelum dia membeli tiket."
Adakah kamu tahu apa yang mereka katakan, Kasih?
"Lapukkanlah duri di jalanan yang akan dia lalui! Ingatkanlah membaca tipe-tipe kesehatan sebelum tidur. Sediakanlah tiket setiap hari untuknya. Karena dialah anak kesayangan dan cahaya rumah kami." Itulah yang mereka katakan dengan senyuman yang disertai dengan tangis. Karena tangisan tulusnya itulah, yang membuat-Ku menjagamu dan menyangimu.

Baiklah, Kasih!
Surat yang Ku-tulis sudah terlalu panjang. Aku menulisnya karena tidak bisa menahan kerinduan-Ku padamu. Satu pesan terakhir-Ku di surat ini. Rajin-rajinlah menabung! Agar tiket penerbangan yang kau beli bukan di kelas ekonomi, kelak, ketika penjemput-Ku datang untuk membawamu bertemu dengan-Ku.
Sebagai penutup surat ini, Aku akan menuliskan beberapa kalimat untukmu. "Harta bisa dicari dan boleh hilang. Kedudukan boleh didapat dan bisa dilucut. Wajah pasti akan memudar. Tetapi, ilmu tidak akan pernah sia-sia dan pudar." Maka, tulislah di setiap sudut hatimu, "Aku terlahir sebagai manusia pembelajar." Karena dengan ilmu yang dimiliki, manusia akan berarti. Dengan hati nurani yang bersih, manusia akan mempunyai kekuatan yang melebihi kekuatan dari bagian-bagian badan manapun."

Oke, Kekasihku!
Terakhir, Aku ucapkan selamat padamu! Selamat atas pilihanmu! Pilihan yang tepat seumur hidupmu!

"Selamat Ulang Tahun!"

Salam kangen selalu,

Kekasih Abadimu

Kuakhiri membaca surat itu dengan air mata haru berlinang-linang. Kini, aku telah mengerti 3 kekasih yang kau katakan dulu. Terimakasih, Kekasih Sejatiku!

Aduh, Kasih! Kenapa surat pertemuannya jadi berubah haluan? Kenapa yang kucerita hanya nostalgia? Bukan cerita perjalananku di sini. Tidak apalah, Kasih! Mungkin, karena aku amat merindukanmu. Jika kau sudah membacanya dan tak punya tempat untuk menyimpannya, buang saja di jalanan. Dan, jika ada orang yang kurang kerjaan, lantas memungut dan membacanya, betapa bahagianya hatiku. Mereka akan mengetahui tentang 'kekasihku'. Dan, semoga mereka berusaha mencintaimu juga.

Untuk menepati janjiku, akan kutuliskan sebuah cerita untukmu di lembaran kertas yang lain. Cerita tentang perjalananku. Bacalah cerita itu! Bacalah cerita dariku! "Takashimaya (Zebra Cross) I am Falling in Love"
Itulah cerita yang kubawa. Selamat membaca, Kekasihku!

Dan, sebelum aku istirahat, jika kau ke rumah sahabatmu itu. Katakan padanya bahwa aku sangat berterimakasih karena telah memperkenalkan aku sebuah sekolah. Di mana aku bisa mengenal sifat-sifatmu, sahabat-sahabatmu, dan tempatku belajar tentang segala sesuatu tentangmu.
Sekali lagi, ucapkanlah terimakasih padanya karena membawaku bersekolah pada Sekolah Kehidupan.


Salam Kangen Untukmu,

Kekasihmu yang lagi merindu pada kampung halaman.


dari Kuala Lumpur ke Singapura, dari November ke Desember 2007

Catatan kecil (2): Hahaha! Entah mengapa kala membaca atau mengingat tulisanku ini, saya selalu pengen tertawa. Hahaha! (aneh ^_^). Tulisan ini aku persembahkan untuk SK. Karena semenjak mengenal SK, banyak sekali hal-hal baru yang aku dapatkan. Juga, sebgai pengingat kalau tahun kali ini, adalah tahun yang amat berharga dalam hidupku. Di mana aku bisa mengenal banyak orang yang jauh tempatnya, punya banyak saudara di berbagai tempat, bahkan punya seseorang yang amat berharga dalam hidupku. Juga, sebagai pengingat kalau ternyata dunia ini sempit. Dengan mudah kita bisa dikenal orang. Terimakasih, Tuhan! Engkau memberiku tahun yang amat berharga. Tahun yang penuh kejutan-kejutan unik untukku. (pinjam milknya Mbak Novi sayang :)...)Dan, juga untuk memberitahukan (khususnya untuk diriku sendiri) kalau Tuhan memberi kita tangisan (sekecil/sebesar apa pun itu), jangan pernah mengeluh, Karena bisa saja Dia merencanakan sesuatu kebahagiaan yang lebih besar dari itu. Dan, bersyukurlah jika Tuhan memberikan cobaan, karena percayalah, karena cobaan itu pertanda kalau Tuhan mencintai kita. Atau, kalau ada orang yang memaki-maki kita tanpa dia tidak meneliti terlebih dahulu, pura-pura sajalah tidak mendengar apa-apa! Lagipula, kita tahu mana yang benarnya? Iya, kan? Sekali lagi, mari kita bersyukur dan berpikiran positif!!

-Maaf! Mungkin, ini adalah khayalan yang over. Tetapi, itulah saya. Suka mengotak-atik sesuatu. Kalau dulu seorang Mbak membuat tulisan "Surat Cinta Untuk Tuhan". Kali ini, saya membuatnya jadi terbalik. Tuhan mengirim surat cinta pada saya. Hahaha! Gak apa-apa, kan? Asal terbaliknya jadi positif. Hehehe... SEMANGAT! Walau sebenarnya, saya malu memosting tulisanku ini plus gak berani. Nanti orang ngirain aku ini sok suci. ^_^ Tetapi, setiba saya masuk kelas di hari pertama sesudah cuti panjang, ada mata pelajaran yg menyambutku dgn tulisan seperti ini : "Kau Begitu Berharga, Siapa Pun Dirimu" Hehehehe! Maka, siapa pun saya, saya sangat berharga! SEMANGAT!!


-Terinspirasi setelah menonton sebuah film drama seri China "Dream's DIY"... Drama yang menceritakan seorang lelaki agak kolot yang bercita-cita menjadi penyanyi terkenal. Impiannya itu terlaksana saat seorang gadis jago nyanyi tiba-tiba jatuh cinta padanya. Walau, pada awalnya, mereka bencian habis-habisan. Bahkan, gadis ini pernah membuat lelaki tersebut melutut minta maaf padanya. Ah, film memang selalu begitu. (naif? ^_^). Cuma, ada kata-katanya yang menarik seperti ini, ...".... tiada cinta, tiada karya...". Maka, lahirlah tulisanku ini yang mungkin beribu-ribu kali aku edit. hehehe! :P (Eh, atau saya yang ketinggalan jaman, baru mendengar kata-kata itu?)

-Juga, tulisanku ini aku tulis untuk mengurangi kebosanan di negeri orang. Ternyata, ke luar negeri, tidaklah indah sekali. Sama saja di negeri kita. Ada mobil, ada orang, ada rumah, ada trotoar, ada restoran, ^_^ hahaha! Walau apa pun, saya bersyukur bisa berulang tahun di negeri orang dan seorang gadis China memberiku kado unik. :)


Salam hormat,

Aline yang lagi aneh2! ^_^