Aku Jatuh Cinta
oleh : Reza Ervani
Sesungguhnya orang-orang yang beriman dan beramal shaleh, kelak Allah Yang Maha Pemurah akan menanamkan dalam (hati) mereka rasa kasih sayang.
(Al Quran Al Karim Surah Maryam ayat 96)
Kenapa seseorang bisa jatuh cinta ?
Berbunga-bunga hatinya
Mengalir dalam darahnya butir-butir semangat membara
Nafas lelah berubah jadi motivasi dan asa
Kenapa seseorang bisa jatuh cinta ?
Saat terbangun, mentari seakan lebih cerah dari biasanya
Mimpipun terasa singkat di malamnya
Dan senandung menjadi lazim tiap pagi harinya
Kenapa seseorang bisa jatuh cinta ?
Keringatnya kini jauh lebih sedikit dari kerja
Pikirannya pun lebih jernih seakan banyak jalan terbuka
Tangan dan kaki yang tadinya lemah kini lebih bertenaga
Kenapa seseorang bisa jatuh cinta ?
Bukan hanya karena pandangan akan rupa
Tak pula kata-kata yang menggoda
Karena itu semua mungkin hanya jalannya semata
Kenapa seseorang bisa jatuh cinta ?
Karena ada relung di balik dadanya
Tempat ia merasakan suka dan nestapa
Dimana ia simpan mimpi dan cita-cita
Kenapa seseorang bisa jatuh cinta ?
Karena sungguh Maha Sayang Sang Pencipta
Ia ciptakan seraut rasa suka
Yang bisa ciptakan puisi berjuta kata
Kenapa seseorang bisa jatuh cinta ?
Semata-mata karena anugerah Sang Kuasa
Dalam bentuk fitrah seorang manusia
Agar dengan makhluk lain ia menjadi jauh berbeda
Dan kini aku sedang .... Jatuh Cinta
Bandung, Medio Februari 2008
Tampilkan postingan dengan label PUISI. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label PUISI. Tampilkan semua postingan
Sabtu, 26 April 2008
Cinta
Cinta
jika ia sebuah cinta…..
ia tidak mendengar…
namun senantiasa bergetar….
jika ia sebuah cinta…..
ia tidak buta..
namun senantiasa melihat dan merasa..
jika ia sebuah cinta…..
ia tidak menyiksa..
namun senantiasa menguji..
jika ia sebuah cinta…..
ia tidak memaksa..
namun senantiasa berusaha..
jika ia sebuah cinta…..
ia tidak cantik..
namun senantiasa menarik..
jika ia sebuah cinta…..
ia tidak datang dengan kata-kata..
namun senantiasa menghampiri dengan
hati..
jika ia sebuah cinta…..
ia tidak terucap dengan kata..
namun senantiasa hadir dengan sinar
mata..
jika ia sebuah cinta…..
ia tidak hanya berjanji..
namun senantiasa mencoba
memenangi..
jika ia sebuah cinta…..
ia mungkin tidak suci..
namun senantiasa tulus..
jika ia sebuah cinta…..
ia tidak hadir karena permintaan..
namun hadir karena ketentuan…
jika ia sebuah cinta…..
ia tidak hadir dengan kekayaan dan
kebendaan…
namun hadir karena pengorbanan dan kesetiaan..
Cintailah pasangan anda, seperti anda ingin dicintai olehnya
Setialah pada pasangan anda, seperti anda ingin mendapatkan
kesetiannya…………..
Regards,
Ahmad Imamudin.
jika ia sebuah cinta…..
ia tidak mendengar…
namun senantiasa bergetar….
jika ia sebuah cinta…..
ia tidak buta..
namun senantiasa melihat dan merasa..
jika ia sebuah cinta…..
ia tidak menyiksa..
namun senantiasa menguji..
jika ia sebuah cinta…..
ia tidak memaksa..
namun senantiasa berusaha..
jika ia sebuah cinta…..
ia tidak cantik..
namun senantiasa menarik..
jika ia sebuah cinta…..
ia tidak datang dengan kata-kata..
namun senantiasa menghampiri dengan
hati..
jika ia sebuah cinta…..
ia tidak terucap dengan kata..
namun senantiasa hadir dengan sinar
mata..
jika ia sebuah cinta…..
ia tidak hanya berjanji..
namun senantiasa mencoba
memenangi..
jika ia sebuah cinta…..
ia mungkin tidak suci..
namun senantiasa tulus..
jika ia sebuah cinta…..
ia tidak hadir karena permintaan..
namun hadir karena ketentuan…
jika ia sebuah cinta…..
ia tidak hadir dengan kekayaan dan
kebendaan…
namun hadir karena pengorbanan dan kesetiaan..
Cintailah pasangan anda, seperti anda ingin dicintai olehnya
Setialah pada pasangan anda, seperti anda ingin mendapatkan
kesetiannya…………..
Regards,
Ahmad Imamudin.
DAUN KERING
DAUN KERING
malam kian dingin
ketika aku sembunyi di dalam suara gamelan
yang di bawa oleh angin
seperti tak putus
aku mencari berita
namun masih sepi
ku ingin dekat
obormu yang menyala-nyala
terangi langkah dan duniaku
di mana adamu
mengembara bertapa
tanpa berita tanpa suara
ku laksana daun kering
melayang diterbangkan angin
di ruang gelap gulita
terasa kian berat
hadapi hari-hari di depan
berjalanku tak lagi tegap
terselubung riuh dan ruwet
jauh dari cahayamu
kabut di seputaran pandangan
engkaulah
guruku, kekasihku, oborku
temanilah jiwaku belajar tentang cinta di dalam hati
malam kian dingin
ketika aku sembunyi di dalam suara gamelan
yang di bawa oleh angin
seperti tak putus
aku mencari berita
namun masih sepi
ku ingin dekat
obormu yang menyala-nyala
terangi langkah dan duniaku
di mana adamu
mengembara bertapa
tanpa berita tanpa suara
ku laksana daun kering
melayang diterbangkan angin
di ruang gelap gulita
terasa kian berat
hadapi hari-hari di depan
berjalanku tak lagi tegap
terselubung riuh dan ruwet
jauh dari cahayamu
kabut di seputaran pandangan
engkaulah
guruku, kekasihku, oborku
temanilah jiwaku belajar tentang cinta di dalam hati
HARI KEMENANGAN
HARI KEMENANGAN
Hari yang dinanti-nanti
telah ada di depan wajah
menyusupkan tali getar
ke sela-sela tulang iga
adakah kemenangan yang kami raih
kemenangan di pertandingan mana
sedangkan berjuta sangsi
berputar-putar di nafas kami
adakah puasa kami
disebut puasa
sedangkan indera kami
menangkap dunia berbekal nafsu
benarkah kemenangan telah kami genggam
sementara hari ini kami menyebut kebesaran-Mu
kami akan kembali ke dunia kesenangan dan keegoan kami
sementara atas nama-Mu
kami musnahkan dan bunuh
sesama
sementara sebut keadilan-Mu
kami berpuas-puas makan
di antara geliat tangis mereka yang kelaparan
sementara sebut keagungan kasih-Mu
kami sering membuang wajah-Mu
dari sikap dan langkah kami
Budhi Setyawan,
budhisetyawan. rezaervani. com
Purworejo, 27 Desember 2000
(Puisi diatas terdapat dalam kumpulan puisi KEPAK SAYAP JIWA(2006), dan pernah dibacakan di: kantor Badan Kebijkan Fiskal Departemen Keuangan & SMERU Research Institute, pada acara beruka puasa bersama bulan ramadhan kemarin)
Hari yang dinanti-nanti
telah ada di depan wajah
menyusupkan tali getar
ke sela-sela tulang iga
adakah kemenangan yang kami raih
kemenangan di pertandingan mana
sedangkan berjuta sangsi
berputar-putar di nafas kami
adakah puasa kami
disebut puasa
sedangkan indera kami
menangkap dunia berbekal nafsu
benarkah kemenangan telah kami genggam
sementara hari ini kami menyebut kebesaran-Mu
kami akan kembali ke dunia kesenangan dan keegoan kami
sementara atas nama-Mu
kami musnahkan dan bunuh
sesama
sementara sebut keadilan-Mu
kami berpuas-puas makan
di antara geliat tangis mereka yang kelaparan
sementara sebut keagungan kasih-Mu
kami sering membuang wajah-Mu
dari sikap dan langkah kami
Budhi Setyawan,
budhisetyawan. rezaervani. com
Purworejo, 27 Desember 2000
(Puisi diatas terdapat dalam kumpulan puisi KEPAK SAYAP JIWA(2006), dan pernah dibacakan di: kantor Badan Kebijkan Fiskal Departemen Keuangan & SMERU Research Institute, pada acara beruka puasa bersama bulan ramadhan kemarin)
Morning Has Broken
Morning Has Broken
Morning has broken, like the first morning
Blackbird has spoken, like the first bird
Praise for the singing, praise for the morning
Praise for them springing fresh from the world
Sweet the rain’s new fall, sunlit from heaven
Like the first dewfall, on the first grass
Praise for the sweetness of the wet garden
Sprung in completeness where his feet pass
Mine is the sunlight, mine is the morning
Born of the one light, eden saw play
Praise with elation, praise every morning
God’s recreation of the new day
Morning has broken, like the first morning
Blackbird has spoken, like the first bird
Praise for the singing, praise for the morning
Praise for them springing fresh from the world
Sweet the rain’s new fall, sunlit from heaven
Like the first dewfall, on the first grass
Praise for the sweetness of the wet garden
Sprung in completeness where his feet pass
Mine is the sunlight, mine is the morning
Born of the one light, eden saw play
Praise with elation, praise every morning
God’s recreation of the new day
Perih
Saat air mata
Membasahi bumi
Yang tak akan bisa
Menghapus sang pedih
Akupun tak bisa
Saat kau meminta
Tuk bangkitkan lagi
Yang tlah lama mati
Biarlah.... biarlah semua
Berlalu seperti waktu
Dan kini hadapi semua
Walaupun itu perih
Ini bukan akhir dunia
Dan bukan segalanya
Janganlah berhenti
Sampai akhir nanti
Biarlah.... biarlah semua
Berlalu seperti waktu
Dan kini hadapi semua
Walaupun itu perih
Tak usah kau sesali
Dan tak perlu kau tangisi
Semua yang kan pergi
Walau tinggalkan perih
Membasahi bumi
Yang tak akan bisa
Menghapus sang pedih
Akupun tak bisa
Saat kau meminta
Tuk bangkitkan lagi
Yang tlah lama mati
Biarlah.... biarlah semua
Berlalu seperti waktu
Dan kini hadapi semua
Walaupun itu perih
Ini bukan akhir dunia
Dan bukan segalanya
Janganlah berhenti
Sampai akhir nanti
Biarlah.... biarlah semua
Berlalu seperti waktu
Dan kini hadapi semua
Walaupun itu perih
Tak usah kau sesali
Dan tak perlu kau tangisi
Semua yang kan pergi
Walau tinggalkan perih
Sabar Berjuang..
Sabar Berjuang..
Original by : niken puspita sari
Umat ini..
Lemah aqidahnya
Lemah fikrahnya
Lemah pembinaannya
Pejuang murni kebenaran..
sedikit jumlahnya
dan banyak cobaannya
Perjuangan dien ini..
Bukan kerja sendirian
Tapi butuh kerjasama antarteman
Wahai pejuang kebenaran..
Bersabarlah akan tiap ujian
Dan kuatkanlah kesabaran kalian
Sabar bagi iman, bagaikan kepala bagi tubuh
Jika kepala terputus, maka matilah badan
Wahai para pejuang Islam..
Bersabarlah di atas jalan perjuangan
Sebagaimana Nabi dan Rasul menyampaikan peringatan
Tidak berhenti walau mereka didustakan
Memang berat..
Letih dan penat
Namun ingatlah janji-Nya
Hanya kepada orang-orang yang bersabarlah
Dicukupkan pahala mereka tanpa batas
Original by : niken puspita sari
Umat ini..
Lemah aqidahnya
Lemah fikrahnya
Lemah pembinaannya
Pejuang murni kebenaran..
sedikit jumlahnya
dan banyak cobaannya
Perjuangan dien ini..
Bukan kerja sendirian
Tapi butuh kerjasama antarteman
Wahai pejuang kebenaran..
Bersabarlah akan tiap ujian
Dan kuatkanlah kesabaran kalian
Sabar bagi iman, bagaikan kepala bagi tubuh
Jika kepala terputus, maka matilah badan
Wahai para pejuang Islam..
Bersabarlah di atas jalan perjuangan
Sebagaimana Nabi dan Rasul menyampaikan peringatan
Tidak berhenti walau mereka didustakan
Memang berat..
Letih dan penat
Namun ingatlah janji-Nya
Hanya kepada orang-orang yang bersabarlah
Dicukupkan pahala mereka tanpa batas
Ya Rabb aku Mencintaimu
Ya Rabb,... Sesungguhnya. ....
Jika Islam bukan agamaku,.. Pasti aku telah hancur,
Jika Engkau bukan Tuhanku,.. Pasti aku telah sirna,
JIka Al-Qur'an dan Sunnah bukan penuntun hidupku,
Sesungguhnya aku kan binasa,..
Ya Rabb,... Sesungguhnya ...
Engkau yang menciptakan hati ini
Hati yang terbuat dari darah dan daging
Dari Darah sehingga aku bisa merasakan perasaan yang mengalir,
terbuat dari daging sehingga aku bisa merasakan sakitnya jika teriris,
Tapi ya Rabb...
Rasa sakit ini membuat aku tegar,
Rasa marah ini membuat aku sabar,
Rasa sedih ini membuat aku pendar,
dan Rasa cinta ini membuat aku berbinar,..
Aku bukanlah robot,...
Sehingga hatiku bukan terbuat dari besi dan mur
yang cepat berkarat dan hancur dimakan usia
Yang tidak bisa merasakan perihnya luka
Yang tak akan bergeming oleh rasa,..
Ya Rabb.....
Aku tak tahu kapan ajal akan menjemputku
Aku tak tahu saat malaikat mendatangiku
Aku juga tak tahu bagaimana rasanya rohku menari nari diatas jasadku
Semua itu hanya Engkau yang tahu,... Wahai Rabb...
Ya Rabb,.. Sesungguhnya
Hati ini milik ~Mu, dan akan ku berikan kepada-Mu
Rasa Benci dan Cinta ini ada karena ijin-MU, dan akan ku kembalikan kepada-Mu
Roh dan Jasad ini kepunyaan-Mu, dan akan berpulang kepada-Mu,..
Hidup, Mati, Rejeki dan Jodohku ikut aturan-MU, dan akan kuserahkan kepada-Mu
Dan di setiap sujudku aku bermunajah kepada-Mu dan berucap lirih,
" Tidak ada ilah (yang berhak di ibadahi) selain Engkau. Maha Suci Engkau,
sesungguhnya aku adalah termasuk orang orang yang Zhalim ". (QS.Al-Anbiyaa : 87)
Dems
Co'ni / Rosni
Jika Islam bukan agamaku,.. Pasti aku telah hancur,
Jika Engkau bukan Tuhanku,.. Pasti aku telah sirna,
JIka Al-Qur'an dan Sunnah bukan penuntun hidupku,
Sesungguhnya aku kan binasa,..
Ya Rabb,... Sesungguhnya ...
Engkau yang menciptakan hati ini
Hati yang terbuat dari darah dan daging
Dari Darah sehingga aku bisa merasakan perasaan yang mengalir,
terbuat dari daging sehingga aku bisa merasakan sakitnya jika teriris,
Tapi ya Rabb...
Rasa sakit ini membuat aku tegar,
Rasa marah ini membuat aku sabar,
Rasa sedih ini membuat aku pendar,
dan Rasa cinta ini membuat aku berbinar,..
Aku bukanlah robot,...
Sehingga hatiku bukan terbuat dari besi dan mur
yang cepat berkarat dan hancur dimakan usia
Yang tidak bisa merasakan perihnya luka
Yang tak akan bergeming oleh rasa,..
Ya Rabb.....
Aku tak tahu kapan ajal akan menjemputku
Aku tak tahu saat malaikat mendatangiku
Aku juga tak tahu bagaimana rasanya rohku menari nari diatas jasadku
Semua itu hanya Engkau yang tahu,... Wahai Rabb...
Ya Rabb,.. Sesungguhnya
Hati ini milik ~Mu, dan akan ku berikan kepada-Mu
Rasa Benci dan Cinta ini ada karena ijin-MU, dan akan ku kembalikan kepada-Mu
Roh dan Jasad ini kepunyaan-Mu, dan akan berpulang kepada-Mu,..
Hidup, Mati, Rejeki dan Jodohku ikut aturan-MU, dan akan kuserahkan kepada-Mu
Dan di setiap sujudku aku bermunajah kepada-Mu dan berucap lirih,
" Tidak ada ilah (yang berhak di ibadahi) selain Engkau. Maha Suci Engkau,
sesungguhnya aku adalah termasuk orang orang yang Zhalim ". (QS.Al-Anbiyaa : 87)
Dems
Co'ni / Rosni
Symponi Hatiku
Symphoni Hatiku
Original by. indah@rezaervani. com
Waktu demi waktu berlalu
Tangga demi tangga ku daki
Hingga malam menjelang
Aku masih terpaku di sini
berpegang erat bibir tangga
menatap awan putih di langit tinggi
lembut melambaikan jubah putihnya
mengajakku bercanda
main petak umpet di ketinggian angkasa
Mendakilah lebih tinggi lagi, indah ......
Akan kuantar kau menemui pujaan hatimu,
Janjinya ......
Bulan yang diusap awan tersenyum lembut
Menyemangatiku agar hati tak kecut
Menguatkan tekat yang kadang surut
Tatapannya yang lembut ..........
Mengurai hatiku yang kusut
Aku masih terpaku di sini
Berpegang erat bibir tangga
Kulihat di bawah sana
Semua tampak mini
Hati ini tergetar
Sudah sejauh ini kaki melangkah
namun kaki kecil ini tak jua mau berhenti
Terus mendaki dan mendaki ....
Ingin bersua pujaan hati di tempat tertinggi.
Komtemplasi diri belum usai
Hingga matahari pagi
Menatapku sebulat matanya
Embun pagi mengusap lembut peluhku
Angin pagi penuh sayang meniup lelah kakiku
Menyisakan segar dan aroma alam
Sungguh,
Nikmat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan ???
Kupersembahkan
dengan penuh cinta dan kerinduan
tuk Ayahanda dan Ibundaku (alm)
today is your wedding day, I luv yuuu so much
Original by. indah@rezaervani. com
Waktu demi waktu berlalu
Tangga demi tangga ku daki
Hingga malam menjelang
Aku masih terpaku di sini
berpegang erat bibir tangga
menatap awan putih di langit tinggi
lembut melambaikan jubah putihnya
mengajakku bercanda
main petak umpet di ketinggian angkasa
Mendakilah lebih tinggi lagi, indah ......
Akan kuantar kau menemui pujaan hatimu,
Janjinya ......
Bulan yang diusap awan tersenyum lembut
Menyemangatiku agar hati tak kecut
Menguatkan tekat yang kadang surut
Tatapannya yang lembut ..........
Mengurai hatiku yang kusut
Aku masih terpaku di sini
Berpegang erat bibir tangga
Kulihat di bawah sana
Semua tampak mini
Hati ini tergetar
Sudah sejauh ini kaki melangkah
namun kaki kecil ini tak jua mau berhenti
Terus mendaki dan mendaki ....
Ingin bersua pujaan hati di tempat tertinggi.
Komtemplasi diri belum usai
Hingga matahari pagi
Menatapku sebulat matanya
Embun pagi mengusap lembut peluhku
Angin pagi penuh sayang meniup lelah kakiku
Menyisakan segar dan aroma alam
Sungguh,
Nikmat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan ???
Kupersembahkan
dengan penuh cinta dan kerinduan
tuk Ayahanda dan Ibundaku (alm)
today is your wedding day, I luv yuuu so much
Arti Maafmu Bagiku
sebuah renungan ......
Arti Maafmu Bagiku
Oleh : Dede Farhan Aulawi
Dalam relung malam yang semakin pekat
Ku tengadahkan kepala memandang keindahan langit
Terhampar luas memberi jeda di antara bulan dan bintang
Tercermin sebuah guratan takjub atas kebesaran-Nya
Semakin menyadari betapa kecilnya arti diri
Semakin tertunduk dalam ayunan air mata
Tak pantas ada tempat bagi kesombongan
Tak pantas ada tempat bagi keserakahan
Semuanya hanyalah jalan setapak...
karena ntah esok atau lusa semua kan kita tinggalkan
Tinggalah semua hanya kenangan
Ibu...Bapak. ..dan saudara..beserta teman - teman
Hanya kan mengantarkan kita pada gerbang tanah pekuburan
Setelah kita terbujur kaku berbalut kain kafan
Takkan ada yang menemani...
Takkan ada yang menyertai... .
Kecuali amal kebajikan yang pernah kita lakukan
Harta yang banyak sama sekali takkan membantu
Kecuali sebagian kecil harta yang telah kita amalkan
Bahkan harta yang kita tinggalkan.. ..
justru kan membebani pertanggungjawaban kita
Semua harta kita kan berbaris...
Ditanya satu per satu....
Tentang asal muasal...dan keabsahannya. ...
Cara dan tujuannya... ..
Sahabat...
Di malam ini ku nikmati sebuah kesendirian
Cecak...jangkrik. ..dan kunang - kunang turut memberi kehangatan
Sebuah aransemen terindah hasil karya Yang Maha Agung
Ku dekap erat....
Ku peluk mesra...semua ciptaan indah-Nya
Dalam senandung Dzikir...ku bertasbih...
Ku alunkan asma suci-Nya....
Ku getarkan ke-Maha Besaran-Nya
Bibirku kelu tuk agungkan semua nikmat-nya
Dan kuselipkan namamu dalam munajatku
agar engkau senantiasa sehat...sukses. ..dan bahagia. Amin
Sahabat...
Ku berharap kau bersedia hamparkan karpet maafmu
atas seluruh khilaf dan kesalahanku
agar aku mampu menggapai pintu maaf yang terbentang di hadapanku
Sebuah gerbang taubat menuju ridlo-Nya
Sebuah Nur...agar senantiasa berjalan dalam garis izin-Nya
Sebuah keridloan tuk menerima segala takdir-Nya
Dan jika harus kubersimpuh di kakimu
Tuk memohon selembar maafmu
maka kan kulakukan... .
Tuk tunjukkan bahwa betapa besar "Arti Maafmu Bagiku"
____________
Des 2007
Arti Maafmu Bagiku
Oleh : Dede Farhan Aulawi
Dalam relung malam yang semakin pekat
Ku tengadahkan kepala memandang keindahan langit
Terhampar luas memberi jeda di antara bulan dan bintang
Tercermin sebuah guratan takjub atas kebesaran-Nya
Semakin menyadari betapa kecilnya arti diri
Semakin tertunduk dalam ayunan air mata
Tak pantas ada tempat bagi kesombongan
Tak pantas ada tempat bagi keserakahan
Semuanya hanyalah jalan setapak...
karena ntah esok atau lusa semua kan kita tinggalkan
Tinggalah semua hanya kenangan
Ibu...Bapak. ..dan saudara..beserta teman - teman
Hanya kan mengantarkan kita pada gerbang tanah pekuburan
Setelah kita terbujur kaku berbalut kain kafan
Takkan ada yang menemani...
Takkan ada yang menyertai... .
Kecuali amal kebajikan yang pernah kita lakukan
Harta yang banyak sama sekali takkan membantu
Kecuali sebagian kecil harta yang telah kita amalkan
Bahkan harta yang kita tinggalkan.. ..
justru kan membebani pertanggungjawaban kita
Semua harta kita kan berbaris...
Ditanya satu per satu....
Tentang asal muasal...dan keabsahannya. ...
Cara dan tujuannya... ..
Sahabat...
Di malam ini ku nikmati sebuah kesendirian
Cecak...jangkrik. ..dan kunang - kunang turut memberi kehangatan
Sebuah aransemen terindah hasil karya Yang Maha Agung
Ku dekap erat....
Ku peluk mesra...semua ciptaan indah-Nya
Dalam senandung Dzikir...ku bertasbih...
Ku alunkan asma suci-Nya....
Ku getarkan ke-Maha Besaran-Nya
Bibirku kelu tuk agungkan semua nikmat-nya
Dan kuselipkan namamu dalam munajatku
agar engkau senantiasa sehat...sukses. ..dan bahagia. Amin
Sahabat...
Ku berharap kau bersedia hamparkan karpet maafmu
atas seluruh khilaf dan kesalahanku
agar aku mampu menggapai pintu maaf yang terbentang di hadapanku
Sebuah gerbang taubat menuju ridlo-Nya
Sebuah Nur...agar senantiasa berjalan dalam garis izin-Nya
Sebuah keridloan tuk menerima segala takdir-Nya
Dan jika harus kubersimpuh di kakimu
Tuk memohon selembar maafmu
maka kan kulakukan... .
Tuk tunjukkan bahwa betapa besar "Arti Maafmu Bagiku"
____________
Des 2007
Curahan Hati
sunyi bersembunyi
senyap menyelinap
ada gaung mimpi balik bergema
paksa aku turutkan apa kata hati
sapa punggawa alam
hinggap hirap di telinga tepi
ada nyawa yg ingin kulepas dan berharap
sedih sehingga berasa ingin mati
elok tapi aku salah mengerti
hidup dan mati turutkan kata hati
doGol d' gReat
senyap menyelinap
ada gaung mimpi balik bergema
paksa aku turutkan apa kata hati
sapa punggawa alam
hinggap hirap di telinga tepi
ada nyawa yg ingin kulepas dan berharap
sedih sehingga berasa ingin mati
elok tapi aku salah mengerti
hidup dan mati turutkan kata hati
doGol d' gReat
Di ingatanmu dan didadaku
Aku tahu, di ingatanmu,
aku telah tumbuh jadi pepohonan hijau
yang rimbun. Tempatmu bersenandung
tentang lagu-lagu rindu akan pulang
tempat sepasang merpati putih bersarang.
Dan, mungkin kau tidak tahu, di dadaku,
kau telah tumbuh jadi rerumputan lumut
yang gembur. Tempatku berbaring, memandang
bunga-bunga mawar merah yang didatangi kupu-kupu.
Akankah ingatanmu bisa bersarang di dadaku
seperti sepasang merpati putih itu, bersarang di pepohonanku?
Dan, akankah dadaku bisa mendatangi ingatanmu
seperti kupu-kupu itu mendatangi mawar merah di rerumputanmu?
aku telah tumbuh jadi pepohonan hijau
yang rimbun. Tempatmu bersenandung
tentang lagu-lagu rindu akan pulang
tempat sepasang merpati putih bersarang.
Dan, mungkin kau tidak tahu, di dadaku,
kau telah tumbuh jadi rerumputan lumut
yang gembur. Tempatku berbaring, memandang
bunga-bunga mawar merah yang didatangi kupu-kupu.
Akankah ingatanmu bisa bersarang di dadaku
seperti sepasang merpati putih itu, bersarang di pepohonanku?
Dan, akankah dadaku bisa mendatangi ingatanmu
seperti kupu-kupu itu mendatangi mawar merah di rerumputanmu?
JIKA IA SEBUAH CINTA ....
JIKA IA SEBUAH CINTA ....
Cinta dalam pernikahan sesungguhnya merupakan:
sebuah DECISION, dan bukan cuma PERASAAN..!
jika ia sebuah cinta.....
ia tidak mendengar...
namun senantiasa bergetar....
jika ia sebuah cinta.....
ia tidak buta..
namun senantiasa melihat dan merasa..
jika ia sebuah cinta.....
ia tidak menyiksa..
namun senantiasa menguji..
jika ia sebuah cinta.....
ia tidak memaksa..
namun senantiasa berusaha..
jika ia sebuah cinta.....
ia tidak cantik..
namun senantiasa menarik..
jika ia sebuah cinta.....
ia tidak datang dengan kata-kata..
namun senantiasa menghampiri dengan hati..
jika ia sebuah cinta.....
ia tidak terucap dengan kata..
namun senantiasa hadir dengan sinar mata..
jika ia sebuah cinta.....
ia tidak hanya berjanji..
namun senantiasa mencoba menenangi..
jika ia sebuah cinta.....
ia mungkin tidak suci..
namun senantiasa tulus..
jika ia sebuah cinta.....
ia tidak hadir karena permintaan..
namun hadir karena kesadaran...
jika ia sebuah cinta.....
ia tidak hadir dengan kekayaan dan kebendaan...
namun hadir karena pengorbanan dan kesetiaan..
Cintailah pasangan anda, seperti anda ingin dicintai olehnya
Setialah pada pasangan anda, seperti anda ingin mendapatkan kesetiannya.
Cinta dalam pernikahan sesungguhnya merupakan:
sebuah DECISION, dan bukan cuma PERASAAN..!
jika ia sebuah cinta.....
ia tidak mendengar...
namun senantiasa bergetar....
jika ia sebuah cinta.....
ia tidak buta..
namun senantiasa melihat dan merasa..
jika ia sebuah cinta.....
ia tidak menyiksa..
namun senantiasa menguji..
jika ia sebuah cinta.....
ia tidak memaksa..
namun senantiasa berusaha..
jika ia sebuah cinta.....
ia tidak cantik..
namun senantiasa menarik..
jika ia sebuah cinta.....
ia tidak datang dengan kata-kata..
namun senantiasa menghampiri dengan hati..
jika ia sebuah cinta.....
ia tidak terucap dengan kata..
namun senantiasa hadir dengan sinar mata..
jika ia sebuah cinta.....
ia tidak hanya berjanji..
namun senantiasa mencoba menenangi..
jika ia sebuah cinta.....
ia mungkin tidak suci..
namun senantiasa tulus..
jika ia sebuah cinta.....
ia tidak hadir karena permintaan..
namun hadir karena kesadaran...
jika ia sebuah cinta.....
ia tidak hadir dengan kekayaan dan kebendaan...
namun hadir karena pengorbanan dan kesetiaan..
Cintailah pasangan anda, seperti anda ingin dicintai olehnya
Setialah pada pasangan anda, seperti anda ingin mendapatkan kesetiannya.
"AKU"
aku bisa jadi siapa saja
....
aku bisa jadi batu
aku juga bisa jadi bunga
aku juga bisa jadi burung
aku juga bisa jadi beruang...
kalau aku mau...
aku bisa saja jadi kucing
aku bisa saja jadi ayam...
aku pun bisa jadi cabai...
aku pun bisa jadi kentang...
aku bisa berlari sekencang kancil
hingga lolos dari pak tani
tapi, aku bisa begitu lambat
bagai kura-kura...
aku bisa bersahaja
aku bisa berwibawa
tapi mungkin
bisa membabi buta...
aku bisa menangis
aku bisa tertawa...
aku bisa mengamuk
aku bisa tersedak...
aku bisa kalau aku mau
aku bisa kalau aku tahu....
tapi...
aku hanya ingin jadi diriku sendiri...
=========
segala khilaf kata, khilaf laku
mungkin sengaja atau tidak
melukai relung hatimu...
maafkan aku
yang jauh dari sempurnanya seorang manusia
aku hanya hamba-Nya yang tengah belajar...
....
aku bisa jadi batu
aku juga bisa jadi bunga
aku juga bisa jadi burung
aku juga bisa jadi beruang...
kalau aku mau...
aku bisa saja jadi kucing
aku bisa saja jadi ayam...
aku pun bisa jadi cabai...
aku pun bisa jadi kentang...
aku bisa berlari sekencang kancil
hingga lolos dari pak tani
tapi, aku bisa begitu lambat
bagai kura-kura...
aku bisa bersahaja
aku bisa berwibawa
tapi mungkin
bisa membabi buta...
aku bisa menangis
aku bisa tertawa...
aku bisa mengamuk
aku bisa tersedak...
aku bisa kalau aku mau
aku bisa kalau aku tahu....
tapi...
aku hanya ingin jadi diriku sendiri...
=========
segala khilaf kata, khilaf laku
mungkin sengaja atau tidak
melukai relung hatimu...
maafkan aku
yang jauh dari sempurnanya seorang manusia
aku hanya hamba-Nya yang tengah belajar...
Senandung Pagi
Senandung Pagi
Oleh : Reza Ervani
Indah larik pelangi
Sesudah hujan membuka hari
Samar dirajut mega
Garis wajahmu lembut tercipta
Telah jauh kutempuh … perjalanan
Bawa sebentuk cinta
Menjemput Impian …
(Katon Bagaskara – Menjemput Impian)
Pagi ini penulis tidak bisa mendeskripsikan dengan baik perasaan hati. Ada optimisme yang tumbuh … dan itu memberikan sebuah bentuk bahagia …
Tapi ada pula sisi lain yang masih penuh tanda tanya, yang mungkin akan tetap sulit terjawab sampai beberapa saat nanti … dan itu memberikan sebentuk kegundahan …
Kepak pengharapan dan kegundahan itu seringkali menemani setiap pagi.
Pertanyaan keraguan tentang tepatkah jalan yang telah dipilih kadang tersamar dengan senyum dan ungkapan semangat dari rekan sejawat … tapi ketika mereka kembali ke meja-meja kerjanya, ada kesendirian yang kubawa pulang hingga ke depan pintu di malam-malam hari.
Ah dasar jiwa … ia tercipta tak pernah hentinya mengeluh …
Senandung pagi membuat diri kadang-kadang tersenyum sendiri mengenang fragmen-fragmen yang telah berlalu dalam buku harian kehidupan. Dan fragmen masih sedang berlangsung dan mungkin masih akan terus berlangsung … dan ia akan terus terbang bersama sayap pengharapan dan kegundahan itu.
Sungguh … Ada sisi hidup yang tak bisa kita pahami …
Mungkin itulah sebabnya Rasulullah ajarkan doa dengan redaksi begitu indah di tiap pagi :
Bismilahiladzi la yadhuru ma’asmihi syaiun fil ardhi wa la fii samaa-i
Wa huwa As Sami’ul Alim
Dengan nama Allah yang tidak akan berbahaya sesuatu apapun di bumi dan dilangit
Dan Ia Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui
(Hadits Riwayat Abu Dawud dan At Tirmidzi)
Selamat datang pagi …
Allahu ‘Alam
Oleh : Reza Ervani
Indah larik pelangi
Sesudah hujan membuka hari
Samar dirajut mega
Garis wajahmu lembut tercipta
Telah jauh kutempuh … perjalanan
Bawa sebentuk cinta
Menjemput Impian …
(Katon Bagaskara – Menjemput Impian)
Pagi ini penulis tidak bisa mendeskripsikan dengan baik perasaan hati. Ada optimisme yang tumbuh … dan itu memberikan sebuah bentuk bahagia …
Tapi ada pula sisi lain yang masih penuh tanda tanya, yang mungkin akan tetap sulit terjawab sampai beberapa saat nanti … dan itu memberikan sebentuk kegundahan …
Kepak pengharapan dan kegundahan itu seringkali menemani setiap pagi.
Pertanyaan keraguan tentang tepatkah jalan yang telah dipilih kadang tersamar dengan senyum dan ungkapan semangat dari rekan sejawat … tapi ketika mereka kembali ke meja-meja kerjanya, ada kesendirian yang kubawa pulang hingga ke depan pintu di malam-malam hari.
Ah dasar jiwa … ia tercipta tak pernah hentinya mengeluh …
Senandung pagi membuat diri kadang-kadang tersenyum sendiri mengenang fragmen-fragmen yang telah berlalu dalam buku harian kehidupan. Dan fragmen masih sedang berlangsung dan mungkin masih akan terus berlangsung … dan ia akan terus terbang bersama sayap pengharapan dan kegundahan itu.
Sungguh … Ada sisi hidup yang tak bisa kita pahami …
Mungkin itulah sebabnya Rasulullah ajarkan doa dengan redaksi begitu indah di tiap pagi :
Bismilahiladzi la yadhuru ma’asmihi syaiun fil ardhi wa la fii samaa-i
Wa huwa As Sami’ul Alim
Dengan nama Allah yang tidak akan berbahaya sesuatu apapun di bumi dan dilangit
Dan Ia Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui
(Hadits Riwayat Abu Dawud dan At Tirmidzi)
Selamat datang pagi …
Allahu ‘Alam
"seutas pinta"
"seutas pinta"
keremangan senja antara serambi aceh dan jawa
ku berdiri diperjalanan waktu
mengharap tanpa lubang yang menganga di tengah jalannya
menelusuri jalan yang berliku dan kadang curam, menukil dan berputar
menjelajahi lorong waktu yang sepintas membingungkan
dimana aturan dan rambu kehidupan terpampang di sisi jalan kehidupanku
kelelahan ini terkadang menyeruak ke bibir
menggetarkan nadi dan mengoyak badanku
sesekali ku berdiri lagi dan lari mengejar mimpi
yang masih tegak belum tersentuh disana
mengetuk pinta berharap kelelahanku di jalan tepian serambi
masih menyimpan segenap asa energi untuk berjalan
berlari kecil ke ruang mihrabNYA...
untuk menyembah sujud ke titian akhir rukun islam
mekah madina
insyaAllah.. .........
by nanto
keremangan senja antara serambi aceh dan jawa
ku berdiri diperjalanan waktu
mengharap tanpa lubang yang menganga di tengah jalannya
menelusuri jalan yang berliku dan kadang curam, menukil dan berputar
menjelajahi lorong waktu yang sepintas membingungkan
dimana aturan dan rambu kehidupan terpampang di sisi jalan kehidupanku
kelelahan ini terkadang menyeruak ke bibir
menggetarkan nadi dan mengoyak badanku
sesekali ku berdiri lagi dan lari mengejar mimpi
yang masih tegak belum tersentuh disana
mengetuk pinta berharap kelelahanku di jalan tepian serambi
masih menyimpan segenap asa energi untuk berjalan
berlari kecil ke ruang mihrabNYA...
untuk menyembah sujud ke titian akhir rukun islam
mekah madina
insyaAllah.. .........
by nanto
Berjuang Untuknya
Berjuang untuk-Nya
Oleh : Annisa Sholihah
Wahai ibu, aku menyayangimu…
Jadilah engkau seperti Khonsa
Yang menyulut semangat putra-putranya
Berjuang di jalan-Nya
Wahai ayah, aku mencintaimu…
Jadilah engkau seperti Umar
Yang dambakan isi sepenuh rumahnya
Mujahid-mujahid pembela-Nya
Ibu.., ayah…
Izinkan aku seperti mereka
Berjuang pula untuk-Nya
Agar tegak kalimat-Nya
Ayah.., ibu…
Janganlah kalian berduka hati
Karena kepergian putramu ini
Menuju cita-citanya yang tertinggi
Oleh : Annisa Sholihah
Wahai ibu, aku menyayangimu…
Jadilah engkau seperti Khonsa
Yang menyulut semangat putra-putranya
Berjuang di jalan-Nya
Wahai ayah, aku mencintaimu…
Jadilah engkau seperti Umar
Yang dambakan isi sepenuh rumahnya
Mujahid-mujahid pembela-Nya
Ibu.., ayah…
Izinkan aku seperti mereka
Berjuang pula untuk-Nya
Agar tegak kalimat-Nya
Ayah.., ibu…
Janganlah kalian berduka hati
Karena kepergian putramu ini
Menuju cita-citanya yang tertinggi
Dalam Nyawa
aku lelah telusuri sejarah jaman
penuh duri.., penuh darah dan tangisan
abad berganti abad tiada luruh rumpun me-asa
sakit yang terasa saat jiwa merana
aku lelah diam membisu
menggoyahkan jiwa yang tersiksa
akankah aku berguna
saat kaki dan tangan ini terikat dunia
aku lelah mengeluh
dalam duka dan begisnya penjajah
tiada lupa aku bernyawa
bernafas berat dan gerak nan lambat
aku lelah
aku lelah
dalam nyawa aku bertarung
milik sapakah aku
dalam nyawa aku berontak
siapakah aku
dalam nyawa aku bergejolak
kemanahkah aku kelak
dalam nyawa..
yang terisi penuh kekayaanMU
yang berat hikmahMu
aku hidup
untuk pencipta nyawa
pemilik nyawa
aku takan pernah lelah lagi
penuh duri.., penuh darah dan tangisan
abad berganti abad tiada luruh rumpun me-asa
sakit yang terasa saat jiwa merana
aku lelah diam membisu
menggoyahkan jiwa yang tersiksa
akankah aku berguna
saat kaki dan tangan ini terikat dunia
aku lelah mengeluh
dalam duka dan begisnya penjajah
tiada lupa aku bernyawa
bernafas berat dan gerak nan lambat
aku lelah
aku lelah
dalam nyawa aku bertarung
milik sapakah aku
dalam nyawa aku berontak
siapakah aku
dalam nyawa aku bergejolak
kemanahkah aku kelak
dalam nyawa..
yang terisi penuh kekayaanMU
yang berat hikmahMu
aku hidup
untuk pencipta nyawa
pemilik nyawa
aku takan pernah lelah lagi
GHASHAB
GHASHAB
Fiyan Arjun'
http://sebuahrisala h.multiply. com
ID YM :paman_sam2
terasa berat kaki jemari melangkah
ketika sandal rupa
tak berTuan
tanpa kata
tanpa tanya
kupakai saja
Ulujami, 26 Februari 2008
Fiyan Arjun'
http://sebuahrisala h.multiply. com
ID YM :paman_sam2
terasa berat kaki jemari melangkah
ketika sandal rupa
tak berTuan
tanpa kata
tanpa tanya
kupakai saja
Ulujami, 26 Februari 2008
Madzhab Cinta
Mazhab Cinta
jika cinta
adalah kalam suci yg bergetar dalam hati
jika cinta
adalah rasa yg slalu ingin memuji
jika cinta
adalah suara yg bergema dari tempat ku kembali
jika cinta
adalah nyawa dimana aku berbakti
jika cinta
adalah rindu yg merambat di antara sendi
maka aku
adalah seorang pecinta
tak cinta adalah ketiadaan cinta
rasa murka dan dimurkai
yaa muqolibal qulub
tsabit qalbi a'la dienik
Mazhab Cinta (puisi malam di antara azab)
aku bercerita tentang rasa
sengaja tak kubawa di dunia nyata
begitulah cinta,
menempuh gelombang adiwarna
bagai cemeti bergelatar di dada
begitulah cinta,
menempuh puncak puncak dosa
bagai jamuan yang datang dari surga
begitulah cinta,
wahai layla,
jadilah matahari dan aku bumi
kemudian diam dan berhenti
biarkan matahari yg mengitari bumi
karena aku bersaksi bahwa bumi adalah pusat semesta
bukan perkataan dungu yg berbicara matahari sebagai pusat semesta
kata ibrahim pada namrudz
terbitkanlah matahari dari barat
tak mungkin matahari diam
matahari tak dapatkan bulan
malam tak dahului siang
tak mungkin matahari diam
Eli katakan dalam kalam
Eli takdirkan mereka miliki garis edar
mungkinkah matahari diam?
wahai layla,
jadilah matahari dan aku bumi
rasuki amarah dan diamlah
wahai layla
jangan ragukan cintaku pada layla
tapi boleh kau ragukan cintaku pada Dia
wahai layla,
dirimu lebih dari secawan arak
biar, biar, biar kuanggap ini nira
ragaku hitam dan kini dihuni setan
meminta tumbal jiwa jiwa yg haus
melahap dosa dengan rakus
begitulah cinta......
ku tukar darussalam dengan layla
kubenamkan diri dalam dosa
begitulah cinta......
biar darussalam menjadi milik yang lain
tapi jangan jadikan cinta ini milik yg lain
begitulah cinta.......
ingin dicintai-Nya
tapi kuberikan cintaku pada layla
kuminta kasih-Nya
tapi kuberikan kasihku pada layla
jiwaku kosong tanpa layla
tapi pesta pora tak ada Dia di dada
cintaku nisbi
matikan syaraf dari rambut sampai ke jari kaki
ku pilih rasa rindu yg menyesakan dada
bukan rasa rindu yg menenangkan jiwa
kupilih rasa gelisah karena takut kehilangan layla
bukan gelisah memikirkan kumiliki neraka atau syurga
kupilih rasa amarah karena diabaikan layla
bukan amarah karena hidup tak sesuai dengan rencana sang pencipta
begitulah cinta......
bercerita tentang rasa
sengaja tak kubawa di dunia nyata
doGol d' gReat
jika cinta
adalah kalam suci yg bergetar dalam hati
jika cinta
adalah rasa yg slalu ingin memuji
jika cinta
adalah suara yg bergema dari tempat ku kembali
jika cinta
adalah nyawa dimana aku berbakti
jika cinta
adalah rindu yg merambat di antara sendi
maka aku
adalah seorang pecinta
tak cinta adalah ketiadaan cinta
rasa murka dan dimurkai
yaa muqolibal qulub
tsabit qalbi a'la dienik
Mazhab Cinta (puisi malam di antara azab)
aku bercerita tentang rasa
sengaja tak kubawa di dunia nyata
begitulah cinta,
menempuh gelombang adiwarna
bagai cemeti bergelatar di dada
begitulah cinta,
menempuh puncak puncak dosa
bagai jamuan yang datang dari surga
begitulah cinta,
wahai layla,
jadilah matahari dan aku bumi
kemudian diam dan berhenti
biarkan matahari yg mengitari bumi
karena aku bersaksi bahwa bumi adalah pusat semesta
bukan perkataan dungu yg berbicara matahari sebagai pusat semesta
kata ibrahim pada namrudz
terbitkanlah matahari dari barat
tak mungkin matahari diam
matahari tak dapatkan bulan
malam tak dahului siang
tak mungkin matahari diam
Eli katakan dalam kalam
Eli takdirkan mereka miliki garis edar
mungkinkah matahari diam?
wahai layla,
jadilah matahari dan aku bumi
rasuki amarah dan diamlah
wahai layla
jangan ragukan cintaku pada layla
tapi boleh kau ragukan cintaku pada Dia
wahai layla,
dirimu lebih dari secawan arak
biar, biar, biar kuanggap ini nira
ragaku hitam dan kini dihuni setan
meminta tumbal jiwa jiwa yg haus
melahap dosa dengan rakus
begitulah cinta......
ku tukar darussalam dengan layla
kubenamkan diri dalam dosa
begitulah cinta......
biar darussalam menjadi milik yang lain
tapi jangan jadikan cinta ini milik yg lain
begitulah cinta.......
ingin dicintai-Nya
tapi kuberikan cintaku pada layla
kuminta kasih-Nya
tapi kuberikan kasihku pada layla
jiwaku kosong tanpa layla
tapi pesta pora tak ada Dia di dada
cintaku nisbi
matikan syaraf dari rambut sampai ke jari kaki
ku pilih rasa rindu yg menyesakan dada
bukan rasa rindu yg menenangkan jiwa
kupilih rasa gelisah karena takut kehilangan layla
bukan gelisah memikirkan kumiliki neraka atau syurga
kupilih rasa amarah karena diabaikan layla
bukan amarah karena hidup tak sesuai dengan rencana sang pencipta
begitulah cinta......
bercerita tentang rasa
sengaja tak kubawa di dunia nyata
doGol d' gReat
Langganan:
Postingan (Atom)
(original writing by Reza Ervani)