Tampilkan postingan dengan label ARTIKEL. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label ARTIKEL. Tampilkan semua postingan

Senin, 28 Februari 2011

ES BATU LEBIH KOTOR DARI AIR TOILET

ES BATU LEBIH KOTOR DARI AIR TOILET

Es batu yang dijual di warung2 ternyata berasal dari air sungai ciliwung yang kinclong banget warnanya itu. Pada awalnya mereka menggunakan zat pemutih agar air keliatan lebih jernih. Kemudian dimasukkan kedalam pendingin dan jadilah peti-peti es yang besar dan bening. Awalnya es ini hanya digunakan untuk mengawetkan makanan (ikan, buah dan sayuran) atau mendinginkan minuman botol pada kotak² yang tidak memiliki sistem refrigerator. Tapi sialnya, para penjaja makanan dan minuman di jakarta (bahkan warung-warung yang besar) menggunakan es ini pada minuman dingin yang mereka jual. Es teh manis, aneka juice, es campur, es doger, dan lainnya yang membuat kita menelan ludah ketika melihat minuman ini kala terik menyengat. HANYA dengan alasan MURAH.

setelah tim investigasi TransTV mencoba mengambil sampel secara acak di beberapa penjual yang menggunakan es ini pada aneka minuman, dan kemudian mengetesnya di laboratorium, terbukti dalam es itu mengandung bakteri E-**** jauh diatas batas normal (10.000 - 20.000 per 100 mL). Dengan kata lain es ini mengandung bakteri hampir setara dengan (maaf) kotoran manusia.

Anda suka meminum minuman dingin dari restoran siap saji? Mulai sekarang Anda harus berhati-hati karena lewat penelitian telah terbukti es batu yang disediakan restoran fast food mengandung lebih banyak kuman daripada air toilet. Ihh... Anda kerap merasa kurang nyaman menggunakan air yang berada di kamar mandi umum? Tentunya Anda tak bisa menjamin kebersihan air tersebut bukan? Tapi apakah Anda pernah berpikir dari mana asal air yang dibekukan menjadi es batu di restoran siap saji? Sepertinya Anda harus mengubah anggapan bahwa es batu yang berasal dari restoran siap saji aman untuk dikonsumsi. Sebuah penelitian baru-baru ini membuktikan bahwa 70% es batu restoran siap saji lebih memiliki banyak kuman dibandingkan air toilet, so...waspadalah !!

IDUL QURBAN

Menitikkan Air Mata Membaca Kisah Qurban Bu Sumi
Cerita pedagang hewan Qurban

Kisah ini terjadi ± tahun 1995, sudah cukup lama memang, namun setiap ingin memasuki I’dul Adha saya selalu teringat dengan kejadian yang pernah saya alami ini, dan sampai saat ini saya tidak pernah melupakannya.


Awalnya saat saya sedang menjajakan dagangan bersama teman (kami berempat waktu itu), kami mengeluh karena sudah 3 hari kami berdagang baru 6 ekor yang terjual, tidak seperti tahun sebelumnya, biasanya sudah puluhan ekor laku terjual dan hari raya sudah didepan mata (tinggal 2 hari lagi). Kami cukup gelisah waktu itu. Ketika sedang berbincang salah seorang teman mengajak saya untuk sholat ashar dan saya pun bersama teman saya berangkat menuju masjid yang kebetulan dekat dengan tempat kami berjualan. Setelah selesai sholat, seperti biasa saya melakukan zikir dan doa. Untuk saat ini doa saya fokuskan untuk dagangan saya agar Allah memberikan kemudahan semoga kiranya dagangan saya laku/ habis terjual.

Setelah selesai saya dan teman kembali bergegas untuk kembali ke tempat kami jualan, dari kejauhan kami melihat ditempat kami berjualan banyak sekali orang disana dan terlihat teman kami yang berada disana kesibukan demi melayani calon pembeli. Akhirnya saya dan teman saya berlari untuk cepat membantu melayani teman kami. Alhamdulillah pada saat itu sudah ada yang membeli beberapa ekor kambing. “Terima kasih Ya Robb, Engkau telah mendengar dan menjawab doa kami”, Syukur saya dalam hati.

Namun setelah semuanya terlayani dan keadaan kembali normal, saya melihat seorang ibu-ibu sedang memperhatikan dagangan kami, seingat saya ibu ini sudah lama berada disitu, pada saat kami sedang sibuk ibu ini sudah ada namun hanya memperhatikan kami bertransaksi. Saya tegur teman saya “Ibu itu mau beli ya ? dari tadi liatin dagangan terus, emang gak ditawarin ya ?, sepertinya dari tadi udah ada disitu. Kayaknya Cuma liat-liat aja, mungkin lagi nunggu bus kali. Jawab teman singkat. Memang sih kalau dilihat dari pakaiannya sepertinya gak akan beli ( mohon maaf.. ibu itu berpakaian lusuh sambil menenteng payung lipat ditangan kanannya) kalau dilihat dari penampilannya tidak mungkin ibu itu ingin berqurban.

Namun saya coba hampiri ibu itu dan coba menawarkan. “Silahkan bu dipilih hewannya, ada niat untuk qurban ya bu ?. Tanpa menjawab pertanyaan saya, ibu itu langsung menunjuk, “Kalau yang itu berapa bang ?” Ibu itu menunjuk hewan yang paling murah dari hewan yang lainnya. Kalau yang itu harganya Rp.
600.000,- bu, jawab saya. Harga pasnya berapa bang ?, gak usah tawar lagi ya bu... Rp. 500.000 deh kalau ibu mau. Fikir saya memang dari harga segitu keuntungan saya kecil, tapi biarlah khusus untuk ibu ini. “Uang saya Cuma ada 450 ribu, boleh gak”. Waduh... saya bingung, karena itu harga modal kami, akhirnya saya berembug dengan teman yang lain. “Biarlah mungkin ini jalan pembuka untuk dagangan kita, lagi pula kalau dilihat dari penampilannya sepertinya bukan orang mampu, kasihan, hitung-hitung kita membantu niat ibu itu
untuk berqurban”. Sepakat kami berempat. “Tapi bawa sendiri ya.. ?” akhirnya si ibu tadi bersedia, tapi dia minta diantar oleh saya dan ongkos bajaj-nya dia yang bayar dirumah. Setelah saya dikasih alamat rumahnya si ibu itu langsung pulang dengan jalan kaki. Saya pun berangkat.

Ketika sampai di rumah ibu tersebut. Subhanallaah..... Astaghfirullaah..... Alaahu Akbar, merinding saya, terasa mengigil seluruh badan saya demi melihat keadaan rumah ibu tersebut. Ibu itu hanya tinggal bertiga dengan orang tuanya (ibunya) dan satu orang anaknya di rumah gubuk dengan berlantai tanah dan jendela dari kawat. Saya tidak melihat tempat tidur/ kasur, yang ada hanya dipan kayu beralas tikar lusuh.
Diatas dipan sedang tertidur seorang perempuan tua kurus yang sepertinya dalam kondisi sakit. “Mak ... bangun mak, nih liat Sumi bawa apa” (oh ternyata ibu ini namanya Sumi), perempuan tua itu terbangun dan berjalan keluar. “Ini ibu saya bang” ibu itu mengenalkan orang tuanya kepada saya. Mak Sumi udah beliin
kambing buat emak qurban, ntar kita bawa ke Masjid ya mak. Orang tua itu kaget namun dari wajahnya terlihat senang dan bahagia, sambil mengelus-elus kambing orang tua itu berucap, Alaahu Akbar, Alhamdulillaah, akhirnya kesampaian juga emak qurban.

“Nih bang duitnya, maaf ya kalau saya nawarnya telalu murah, saya hanya kuli cuci, saya sengaja kumpulkan uang untuk beli kambing yang mau saya niatkan buat qurban ibu saya. Aduh GUSTI....... Ampuni dosa hamba, hamba malu berhadapan dengan hambaMU yang satu ini. HambaMU yang Miskin Harta tapi dia kaya Iman. Seperti bergetar bumi ini setelah mendengan niat dari ibu ini. Rasanya saya sudah tidak sanggup lagi berlama-lama berada disitu. Saya langsung pamit meninggalkan kebahagiaan penuh keimanan mereka bertiga.

“Bang nih ongkos bajajnya.!, panggil si Ibu, “sudah bu cukup, biar ongkos bajaj saya yang bayar. Saya cepat pergi sebelum ibu itu tahu kalau mata ini sudah basah, karena tak sanggup mendapat teguran dari Allah yang sudah mempertemukan saya dengan hambaNYA yang dengan kesabaran, ketabahan dan penuh keimanan ingin memuliakan orang tuanya.

PUASA BULAN RAJAB

PUASA BULAN RAJAB

Assalamu’alaikum Wr..Wb..

Sahabat-sahabat yang dirahmati Allah SWT. Bismillaahirahmanir rohiim. Wahai Saudara-saudaraku yang budiman, Pada hari Senin tanggal 14 Juni 2010 kita memasuki bulan Rajab. Bulan Rajab adalah bulannya Allah. Mari kita simak ada apa di balik bulan Rajab itu.

Diriwayatkan bahwa Rasulullah SAW telah bersabda, “Ketahuilah bahwa bulan Rajab itu adalah bulan ALLAH, maka Barang siapa yang berpuasa satu hari dalam bulan ini dengan ikhlas, maka pasti ia mendapat keridhaan yang besar dari ALLAH SWT; Dan barang siapa berpuasa pada tgl 27 Rajab 1427/Isra Mi’raj ( 10 Juli 2010 ) akan mendapat pahala seperti 5 tahun berpuasa; Barang siapa yang berpuasa dua hari di bulan Rajab akan mendapat kemuliaan di sisi ALLAH SWT; Barang siapa yang berpuasa tiga hari yaitu pada tgl 1, 2, dan 3 Rajab ( 14 ;15 ; 16 JULI 2010 ) maka ALLAH akan memberikan pahala seperti 900 tahun berpuasa dan menyelamatkannya dari bahaya dunia, dan siksa akhirat; Barang siapa berpuasa lima hari dalam bulan ini, insya Allah permintaannya akan dikabulkan; Barang siapa berpuasa tujuh hari dalam bulan ini, maka ditutupkan tujuh pintu neraka Jahanam dan barang siapa berpuasa delapan hari maka akan dibukakan delapan pintu syurga; Barang siapa berpuasa lima belas hari dalam bulan ini, maka ALLAH akan mengampuni dosa-dosanya yang telah lalu dan menggantikan kesemua kejahatannya dengan kebaikan, dan barang siapa yang menambah (hari-hari puasa) maka ALLAH akan menambahkan pahalanya.”

Sabda Rasulullah SAW lagi : “Pada malam Mi’raj, saya melihat sebuah sungai yang airnya lebih manis dari madu, lebih sejuk dari air batu dan lebih harum dari minyak wangi, lalu saya bertanya pada Jibril a.s. : ” Wahai Jibril untuk siapakah sungai ini ? “Maka berkata Jibrilb a.s. : “Ya Muhammad sungai ini adalah untuk orang yang membaca salawat untuk engkau dibulan Rajab ini”.

Dalam sebuah riwayat Tsauban bercerita : “Ketika kami berjalan bersama-sama Rasulullah SAW ke sebuah kubur, lalu Rasulullah berhenti dan beliau menangis dengan amat sedih.” Kemudian Tsauban bertanya : “Ya Rasulullah mengapakah engkau menangis ?” Lalu beliau bersabda : “Wahai Tsauban, mereka itu sedang disiksa dalam kubur nya, dan saya berdoa kepada ALLAH, lalu ALLAH meringankan siksa atas mereka”. Sabda beliau lagi : “Wahai Tsauban, kalaulah sekiranya mereka ini mau berpuasa satu hari dan beribadah satu malam saja di bulan Rajab niscaya mereka tidak akan disiksa di dalam kubur.” Tsauban bertanya : “Ya Rasulullah, apakah hanya berpuasa satu hari dan beribadah satu malam dalam bulan Rajab sudah dapat mengelakkan dari siksakubur ?” Sabda beliau : “Wahai Tsauban, demi ALLAH Zat yang telah mengutus saya sebagai nabi, tiada seorang muslim lelaki dan perempuan yang berpuasa satu hari dan mengerjakan sholat malam sekali dalam bulan Rajab, dengan niat karena ALLAH, kecuali ALLAH mencatatkan baginya seperti berpuasa satu tahun dan mengerjakan sholat malam satu tahun. “Sabda beliau lagi: “Sesungguhnya Rajab adalah bulan ALLAH, Sya’ban Adalah bulan aku dan bulan Ramadhan adalah bulan umatku”. “Semua manusia akan berada dalam keadaan lapar pada hari kiamat, kecuali para nabi, keluarga nabi dan orang-orang yang berpuasa pada bulan Rajab, Sya’ban dan bulan Ramadhan. Maka sesungguhnya mereka kenyang, serta tidak akan merasa lapar dan haus bagi mereka.”

Wassalamu’alaikum wr.wb

Neraka Jahannam

Yazid Arraqqasyi dari Anas bin Malik ra. berkata:

Jibril datang kepada Nabi saw pada waktu yg ia tidak biasa datang dalam keadaan berubah mukanya, maka ditanya oleh nabi s. a. w. “Mengapa aku melihat kau berubah muka?”
Jawabnya: “Ya Muhammad, aku datang kepadamu di saat Allah menyuruh supaya dikobarkan penyalaan api neraka, maka tidak layak bagi orang yg mengetahui bahawa neraka Jahannam itu benar, dan siksa kubur itu benar, dan siksa Allah itu terbesar untuk bersuka-suka sebelum ia merasa aman daripadanya.”

Lalu nabi s. a. w. bersabda: “Ya Jibril, jelaskan padaku sifat Jahannam.”

Jawabnya: “Ya. Ketika Allah menjadikan Jahannam, maka dinyalakan selama seribu tahun, sehingga merah, kemudian dilanjutkan seribu tahun sehingga putih, kemudian seribu tahun sehingga hitam, maka ia hitam gelap, tidak pernah padam nyala dan baranya. Demi Allah yg mengutus engkau dengan hak, andaikan terbuka sebesar lubang jarum niscaya akan dapat membakar penduduk dunia semuanya kerana panasnya. Demi Allah yg mengutus engkau dengan hak, andaikan satu baju ahli neraka itu digantung di antara langit dan bumi nescaya akan mati penduduk bumi kerana panas dan basinya. Demi Allah yg mengutus engkau dengan hak, andaikan satu pergelangan dari rantai yang disebut dalam Al-Qur’an itu diletakkan di atas bukit, niscaya akan cair sampai ke bawah bumi yg ke tujuh. Demi Allah yg mengutus engkau dengan hak, andaikan seorang di hujung barat tersiksa, niscaya akan terbakar orang-orang yang di ujung timur kerana sangat panasnya, Jahannam itu sangat dalam dan perhiasannya besi, dan minumannya air panas campur nanah, dan pakaiannya potongan-potongan api. Api neraka itu ada tujuh pintu, tiap-tiap pintu ada bahagiannya yang tertentu dari orang laki-laki dan perempuan.”

Nabi s. a. w. bertanya: “Apakah pintu-pintunya bagaikan pintu-pintu rumah kami?”

Jawabnya: “Tidak, tetapi selalu terbuka, setengahnya di bawah dari lainnya, dari pintu ke pintu jarak perjalanan 70,000 tahun, tiap pintu lebih panas dari yang lain 70 kali lipat.”

Tanya Rasulullah s. a. w.: “Siapakah penduduk masing-masing pintu?”

Jawab Jibril: “Pintu yg terbawah untuk orang-orang munafik, dan orang-orang yg kafir setelah diturunkan hidangan mukjizat nabi Isa a. s. serta keluarga Fir’aun sedang namanya Al-Hawiyah. Pintu kedua tempat orang-orang musyrikin bernama Jahim, pintu ketiga tempat orang shobi’in bernama Saqar. Pintu ke empat tempat Iblis dan pengikutnya dari kaum majusi bernama Ladha, pintu kelima orang yahudi bernama Huthomah. Pintu ke enam tempat orang nasara bernama Sa’eir.” Kemudian Jibril diam segan pada Rasulullah s. a. w. sehingga ditanya: “Mengapa tidak kau terangkan penduduk pintu ke tujuh?” Jawabnya: “Di dalamnya orang-orang yg berdosa besar dari ummatmu yg sampai mati belum sempat bertaubat.”

Maka nabi s. a. w. jatuh pengsan ketika mendengar keterangan itu, sehingga Jibril meletakkan kepala nabi s. a. w. di pangkuannya sehingga sadar kembali dan sesudah saedar nabi saw bersabda: “Ya Jibril, sungguh besar kerisauanku dan sangat sedihku, apakah ada seorang dari ummat ku yang akan masuk ke dalam neraka?”

Jawabnya: “Ya, yaitu orang yg berdosa besar dari ummatmu.”

Kemudian nabi s.a. w. menangis, Jibril juga menangis, kemudian nabi s. a. w. Masuk ke dalam rumahnya dan tidak keluar kecuali untuk sembahyang kemudian kembali dan tidak berbicara dengan orang dan bila sembahyang selalu menangis dan minta kepada Allah.

Dari Hadith Qudsi: Bagaimana kamu masih boleh melakukan maksiat sedangkan kamu tak dapat bertahan dengan panasnya terik matahari Ku. Tahukah kamu bahawa neraka jahanamKu itu:

1. Neraka Jahanam itu mempunyai 7 tingkat
2. Setiap tingkat mempunyai 70,000 daerah
3. Setiap daerah mempunyai 70,000 kampung
4. Setiap kampung mempunyai 70,000 rumah
5. Setiap rumah mempunyai 70,000 bilik
6. Setiap bilik mempunyai 70,000 kotak
7. Setiap kotak mempunyai 70,000 batang pokok zarqum
8. Di bawah setiap pokok zarqum mempunyai 70,000 ekor ular
9. Di dalam mulut setiap ular yang panjang 70 hasta mengandungi lautan racun yang hitam pekat.
10. Juga di bawah setiap pokok zarqum mempunyai 70,000 rantai
11. Setiap rantai diseret oleh 70,000 malaikat





Wallahu alam.

Rabu, 19 Mei 2010

"Dok, istri saya tuli!"

"Dok, istri saya tuli!"
oleh Wintari Selalu Semangat

Seorang suami merasakan ada yang aneh dari istrinya akhir-akhir ini. setiap dipanggil atau ditanya dari jarak yang agak jauh, istrinya tidak pernah menyahut. si suami berpikir bahwa istrinya sudah tuli. bagaimana tidak, untuk satu pertanyaan saja dia harus mengulang berkali-kali sampai bisa mendapatkan jawaban dari istrinya, padahal jarak mereka saat berbicara tidak terlalu jauh..

untuk memperbaiki keadaan, si suami konsultasi dengan seorang dokter,

"Dok, sepertinya istri saya tuli"


"memangnya kenapa, pak?"

"setiap saya bertanya pasti tidak langsung dijawab, ada kalanya saya bertanya sampai lebih dari 3 kali untuk pertanyaan yang sama sampai akhirnya baru mendapatkan jawaban darinya"

"mm..begini saja pak, untuk mengetahui istri bapak benar-benar tuli atau tidak, coba bapak bertanya pada istri bapak dari jarak 3 meter. kalau istri bapak tidak menyahut juga, mendekatlah sampai kira-kira jaraknya 2 meter saja, ulangi pertanyaan tadi. dan jika tetap saja istri bapak tidak menjawab pertanyaan bapak, lebih dekatlah sampai hanya 1 meter di dekatnya. kalau pada jarak 1 meter istri bapak tidak menjawab juga, berarti istri bapak memang benar-benar sudah tuli." jelas dokter itu panjang lebar

"ya dok, akan saya coba"

keesokan harinya, si suami mempraktekkan apa yang dianjurkan oleh dokter yang ditemuinya kemarin.
pagi itu istrinya sedang memasak, ditanyanya si istri dari jarak 3 meter

"masak apa, ma?" tanyanya

istrinya tetap diam
lalu dia mendekat sampai jarak kira-kira 2 meter dan diulanginya pertanyaan sebelumnya,

"masak apa, ma?"

tetap saja si istri asyik dengan aktivitasnya, tak sedikit pun menjawab.
"langkah terakhir" gumam si suami dalam hati
pada jarak kurang lebih 1 meter, kembali pertanyaan sebelumnya diulangi,

"masak apa, ma?"

kali ini si istri menjawab.
"harusnya mama yang tanya ke papa, dari tadi mama sudah menjawab kalo mama lagi masak labu, kenapa masih tanya-tanya juga?"

si suami terdiam..

***

apa hikmahnya?
kita sering sekali menyalahkan orang lain padahal sumber masalah sebenarnya adalah diri kita sendiri. kita tidak butuh banyak mengoreksi orang lain, yang lebih kita butuhkan adalah sering-sering instropeksi diri.
sebelum menilai orang lain, cobalah menilai diri sendiri terlebih dahulu...

selamat merenung (lagi)..


__._,_.___
Apa yang ADA jarang kita syukuri,
Apa yang TIADA sering kita risaukan,
Timbul rasa JENUH ketika berada dlm genggaman.

DUNIA dan NAFSU bagaikan bayangan,
Dilihat ADA, namun saat Ditangkap dia MENGHILANG,
DIJAUHI dia MENDEKAT, namun saat didekati diapun Pergi

Jumat, 09 Mei 2008

DIALOG NABI MUHAMMAD SAW DENGAN IBLIS

Diriwayatkan oleh Muadz bin Jabal ra dari Ibnu Abbas ra, ia berkata :
"Kami bersama Rasulullah saw berada di rumah seorang sahabat dari golongan anshar dalam sebuah jamaah. Tiba-tiba, ada yang memanggil dari luar : " Wahai para penghuni rumah, apakah kalian mengizinkanku masuk, karena kalian membutuhkanku. " Rasulullah saw bertanya kepada para sahabat, "apakah kalian tahu siapa yang menyeru itu ?" Para sahabat menjawab, "Tentu Allah dan Rasul-Nya lebih tahu." Rasulullah saw berkata, "Dia adalah Iblis yang terkutuk -semoga laknat Allah atasnya-. Umar bin Khattab ra berkata, " Ya Rasulullah, apakah engkau mengizinkan aku untuk membunuhnya ?" Nabi berkata pelan, "Bersabarlah wahai Umar, apakah engkau tidak tahu bahwa dia termasuk mereka yang tertunda kematiannya sampai waktu yang ditentukan ?" Sekarang silahkan bukakan pintu untuknya, karena ia sedang diperintahkan Allah swt. Fahamilah apa yang dia ucapkan dan dengarkan apa yang akan disampaikan kepada kalian !"

Ibnu Abbas berkata : "Maka dibukalah pintu, kemudian iblis masuk ke tengah-tengah kami. Ternyata dia adalah seorang yang sudah tua bangka dan buta sebelah mata. Dagunya berjanggut sebanyak tujuh helai, rambutnya panjang seperti rambut kuda, kedua kelopak matanya memanjang (terbelah ke atas, tidak kesamping), kepalanya seperti kepala gajah yang sangat besar, gigi taringnya memanjang keluar seperti taring babi, kedua bibirnya seperti bibir macan/kerbau. Dia berkata, "Assalamu'alaika ya Muhammad. assalammu'alaikum ya jama'atul muslimin". Nabi menjawab, "Assalamu lillah ya la'iin" (keselamatan hanya milik Allah swt, wahai mahluk yang terlaknat. Aku telah mengetahui engkau punya keperluan kepada kami. Apa keperluanmu wahai iblis ?"
Iblis berkata, "Aku datang bukan karena keinginanku sendiri ya Muhammad, tetapi karena terpaksa (diperintah) . Aku didatangi oleh malaikat dan ia berkata, "Sesungguhnya Allah swt menyuruhmu untuk datang kepada Muhammad saw dalam keadaan hina. Engkau harus memberitahu bagaimana tipu muslihat, godaanmu, dan rekayasamu terhadap bani adam, bagaimana engkau membujuk dan merayu mereka. Engkau harus menjawab dengan jujur apa saja yang ditanyakan kepadamu. Karena jika engkau berbohong, niscaya Allah akan menjadikanmu debu yang dihempas angin dan serta azab yang amat keras akan menimpamu hingga musuh-musuhmu senang."
"Wahai Muhammad tanyakanlah padaku apa yang engkau inginkan. Tiada beban yang lebih berat bagiku daripada leganya musuh-musuhku akan musibah yang menimpa aku."


Rasulullah saw kemudian bertanya : Siapakah orang yang paling kamu benci ?
Iblis menjawab : "Engkaulah Muhammad yang paling kubenci dan orang-orang yang mengikutimu. " Lalu anak muda yang bertaqwa, lalu orang yang alim dan wara' (berhati-hati dalam hal syubhat), lalu orang-orang yang menjaga diri dalam keadaan suci (terjaga wudhunya), lalu orang miskin yang sabar dan tidak berkeluh kesah, lalu orang kaya yang bersyukur, yakni yang mengambil dan meletakkan hartanya pada tempat yang halal.

Rasulullah bertanya lagi, "Bagaimana keadaanmu jika umatku mengerjakan shalat?"
Iblis menjawab : " Aku merasa panas dan gemetar. Karena sesungguhnya jika manusia bersujud sekali saja, Allah akan mengangkat derajatnya satu tingkat."
Rasul saw : "Jika mereka shaum?"
Iblis : "Aku terbelenggu hingga mereka berbuka puasa."
Rasul saw : Jika mereka menunaikan haji ?"
Iblis : "Saya menjadi gila."
Rasul saw : "Jika mereka membaca al-qur'an ?"
Iblis : "Saya meleleh seperti timah diatas api."
Rasul saw : "Jika mereka berzakat ?"
Iblis : "seakan-akan ia memotongku dengan gergaji menjadi dua."
Rasul saw : "Mengapa demikian ?"
Iblis : " Sesungguhnya ada empat manfaat dalam zakat itu. Pertama, Allah menurunkan berkah atas hartanya. Kedua, menjadikan orang yang berzakat itu disenangi makhluk-Nya yang lain. Ketiga, menjadikan zakatnya sebagai penghalang antara dirinya dengan api neraka. Keempat, Allah mencegah bencana dan malapetaka agar tidak menimpanya."

Rasul saw : "Apa pendapatmu tentang Abu Bakar ?"
Iblis : " Wahai Muhammad, pada zaman jahiliyah dia tidak taat padaku, bagaimana mungkin dia akan mentaatiku pada masa islam."
Rasul saw : "Apa pendapatmu tentang Umar?"
Iblis : "Demi Tuhan, tiada aku bertemu dengannya kecuali aku lari darinya."
Rasul saw : "Apa pendapatmu tentang Utsman?"
Iblis : "Aku malu dengan orang yang malaikat saja malu padanya."
Rasul saw : " Apa pendapatmu tentang Ali bin Abi Thalib ?"
Iblis : :Andai saja aku dapat selamat darinya, dan tidak pernah bertemu dengannya, dan ia meninggalkanku dan aku pun meninggalkannya. Akan tetapi dia tidak pernah melakukan hal itu."

Rasul saw : "Segala puji hanya bagi Allah yang telah membahagiakan umatku dan menyengsarakanmu hingga hari kiamat."
Iblis : "Hay-hata hay-hata (tak mungkin, tak mungkin). Mana bisa umatmu bahagia seementara aku hidup dan tidak mati hingga hari kiamat. Bagaimana kamu senang dengan umatmu, sementara aku masuk ke dalam diri mereka melalui aliran darahnya sedang mereka tidak sadar. Demi Tuhan Yang menciptakanku dan membuatku menunggu hingga hari kebangkitan, akan aku sesatkan mereka semua, baik yang bodoh, maupun yang pandai, yang buta huruf maupun yang tidak, yang kafir dan yang suka beribadah. Kecuali hamba yang mukhlis."
Rasul saw : "Siapa yang mukhlis menurutmu ?"
Iblis : " Jika aku melihat orang yang tidak suka dirham dan dinar, tidak suka puji dan pujaan, aku tahu dia ikhlas karena Allah. Maka aku tinggalkan dia. Tak tahukan engkau bahwa cinta harta, cinta kedudukan, dan sombong adalah termasuk dosa besar. Hai Muhammad sesungguhnya aku punya 70 ribu anak. Setiap anak dari mereka punya 70 ribu syaithan. Diantara mereka aku tugaskan menggoda golongan ulama, sebagian lagi anak muda, kemudian orang2 tua juga orang2 lemah. Sebagian lagi aku tugaskan untuk menggoda orang-orang yang rajin ibadah dan kaum zuhud. Lalu syaithan mengambil keikhlasan dari mereka. Menjadikan mereka menyembah Allah tanpa rasa ikhlas, tapi mereka tak merasa.
Apakah engkau tidak tahu , wahai Muhammad, bahwa kebohongan itu berasal dariku. Akulah orang yang pertama kali berbohong. Barang siapa berbohong ia adalah temanku. Dan barang siapa berbohong kepada Allah, dia adalah kekasihku. Apakah engkau tidak tahu, bahwa aku bersumpah kepada Adam dan Hawa, "Demi Allah aku adalah penasihat kamu berdua. Maka sumpah palsu merupakan kesenangan hatiku, ghibah, membicarakan keburukan orang lain dan namimah, mengadu domba adalah buah kesukaanku. Barang siapa thalaq, bersumpah untuk cerai, dia mendekati perbuatan dosa, meskipun hanya sekali dan meskipun ia benar. Barangsiapa membiasakan lisannya dengan ucapan cerai, istrinya menjadi haram baginya. Jika mereka masih memiliki keturunan sampai hari kiamat, maka anak-anak mereka adalah hasil zina.
"Wahai Muhammad, sesungguhnya diantara umatmu ada yang mengakhirkan shalat barang satu dua jam. Setiap kali mau shalat, aku temani dan aku goda dia. Kemudian aku berkata padanya, masih ada waktu, sementara engkau sibuk." Sehingga dia mengakhirkan shalatnya. Jika ia menang atasku, maka aku kirim syaithan untuk berbisik padanya, "lihatlah kiri dan kananmu. Lalu ia menengok. Saat itulah aku usap wajahnya dan aku cium mukanya. Jika ia menang atasku, ketika ia shalat sendirian, aku perintahkan ia untuk shalat dengan tergesa-gesa, seperti ayam mematuk biji-bijian. Sedang jika shalat berjamaah, aku cambuk dia, lalu aku angkat kepalanya sebelum imam mengangkat kepalanya. Jika ia masih menang atasku, aku tiup hidungnya sampai dia menguap. Jika ia tidak menutup mulutnya, syaithan akan masuk ke dalam perutnya dan dengan begitu ia bertambah rakus dan cinta terhadap dunia.
"Bagaimana umatmu bahagia sedang aku mennyuruh orang miskin untuk meninggalkan shalat. Aku katakan padanya, "Shalat tidak wajib atasmu. Shalat hanya diwajibkan atas orang-orang yang mendapatkan nikmat dari Allah." Demikian pula aku katakan pada orang-orang yang sakit, "Tinggalkanlah shalat, sebab ia hanya wajib bagi orang2 yang sehat."

Rasul saw : "Wahai terlaknat, siapa teman dudukmu ?"
Iblis : "Pemakan riba."
Rasul saw : "Siapa teman kepercayaanmu? "
Iblis : "Pezina".
Rasul saw : Siapa teman tidurmu ?"
Iblis : "Orang yang mabuk."
Rasul saw : Siapa tamumu ?"
Iblis : "Pencuri".
Rasul saw : "Siapa utusanmu?"
Iblis : "Tukang sihir"
Rasul saw : "Apa yang kamu sukai?"
Iblis : "Orang yang bersumpah cerai".
Rasul saw : "Siapa kekasihmu ?"
Iblis : "Orang yang meninggalkan shalat jum'at"
Rasul saw : " Wahai terlaknat, apa yang memotong punggungmu?"
Iblis : "Ringkikan kuda untuk berperang di jalan Allah".
Rasul saw : "Apa yang melelehkan badanmu ?"
Iblis : "Taubatnya orang-orang yang bertaubat".
Rasul saw : " Apa yang membuat panas hatimu ?"
Iblis : "Istighfar yang banyak kepada Allah siang dan malam."
Rasul saw : " Apa yang membuat wajahmu muram (merasa malu dan hina)?"
Iblis : "Zakat secara sembunyi-sembunyi. "
Rasul saw : "Apa yang membutakan matamu?"
Iblis : "Shalat di waktu sahur (shalat tahajud)."
Rasul saw : "Apa yang memukul kepalamu?"
Iblis : "Memperbanyak shalat berjama'ah."
Rasul saw : "Siapa yang paling bisa membahagiakanmu? "
Iblis : "Orang yang dengan sengaja meninggalkan shalat."
Rasul saw : "Siapa menurutmu manusia yang paling celaka?"
Iblis : "Orang yang kikir."
Rasul saw : "Siapa yang menyita pekerjaanmu? "
Iblis : "Majlis-majlis Ilmu."
Rasul saw : "Bagaimana kamu makan?"
Iblis : "Melalui tangan manusia yang makan dengan tangan kiri."
Rasul saw : "Dimana kamu lindungkan anak-anakmu ketika panas?"
Iblis : "Dibalik kuku-kuku manusia."
Rasul saw : "Berapa keperluanmu yang kau mintakan pada Allah?"
Iblis : "Sepuluh perkara...., yaitu :
1. Aku minta kepada Allah swt, agar saya dapat bersekutu dalam diri bani adam, dalam harta dan anak-anak mereka. Seperti dalam surat Al-Isra : 64.
2. Setiap harta yang tidak disalurkan zakatnya maka saya ikut memakannya. Juga setiap harta yang tidak dimohonkan perlindungan kepada Allah dari syaithan yang terkutuk.
3. Setiap suami istri yang tidak memohon perlindungan kepada Allah dari syaithan ketika bersetubuh, maka aku ikut bersetubuh. Hingga akhirnya akan melahirkan anak yang mendengar lagi taat kepadaku.
4. Saya akan menjadi teman setia seseorang yang pergi keluar mencari penghasilan yang tidak dihalalkan.
5. Memiliki rumah yaitu kamar mandi.
6. Memiliki masjid yaitu pasar.
7. Memiliki Al-quran, maka syair dan lagu adalah al-qur'anku.
8. Memiliki adzan, maka terompetlah adzanku.
9. Memiliki tempat tidur, maka orang-orang mabuk adalah tempat tidurku.
10. Memiliki teman dekat, maka orang-orang yang menginfakkan kekayaannya untuk kemaksiatan adalah teman dekatku. Ia kemudian membaca surat Al-Isra ayat 27.

Rasul saw : "Andaikata setiap perkataanmu tidak didukung oleh Kitabullah tentu aku tidak membenarkanmu. "
Iblis : "Wahai Muhammad, sebenarnya saya tidak menyesatkan sedikitpun. tetapi hanya mengganggu dan menghiasi. Andaikata saya punya hak untuk itu, tentu tak akan saya biarkan seorangpun masih dapat mengucapkan dua kalimat syahadat, serta shalat dan berpuasa. Sebagaimana dirimu yang tidak berhak memberi hidayah sedikitpun kepada siapa saja, andaikata engkau berhak tentu kaupun tidak akan membiarkan satupun manusia dalam keadaan kafir di mukabumi ini. Akan tetapi engkau hanya seorang utusan dari Allah swt. dan engkau hanyalah hujjah Tuhan terhadap mahluk-Nya. Sementara saya adalah hanya sebagai sebab celakanya orang yang sebelumnya sudah ditentukan oleh Allah untuk celaka."

Kemudian Rasulullah saw membacakan Qs.11:118-119,
"Jikalau Rabbmu menghendaki, tentu Dia menjadikan manusia umat yang satu, tetapi mrk senantiasa bersellisih pendapat. Kecuali orang-orang yang diberi rahmat oleh Rabbmu. Dan untuk itulah Allah menciptakan mereka. Kalimat Rabbmu telah ditetapkan : "Sesungguhnya Aku akan penuhi neraka jahanam dengan jin dan manusia (yang durhaka) semuanya."

Wallahu 'alam bishawab,
Dengan senantiasa memohon perlindungan pada Allah dan bertaubat padaNya semoga kita dapat selamat dalam menjalani kehidupan ini dari langkah-langkah syaithan yang terkutuk. Amin